jump to navigation

Database Penghuni Tempat Kos November 18, 2007

Posted by irvan132 in Ide.
5 comments

Sebagian besar mahasiswa perantau, yang merantau sendiri seperti saya, pastilah tinggal di tempat kos selama menuntut ilmu. Walaupun memang kadang ada sanak saudara yang memiliki rumah, mahasiswa lebih memilih tempat kos. Hal ini karena tempat kos mempunyai nilai tersendiri di mata mahasiswa. Salah satu daya tarik tinggal di tempat kos adalah masalah kebebasan™. Jangan salah, kebebasan dalam arti dapat hidup mandiri.

Sekarang, tempat kos hanya sebuah lahan bisnis belaka. Berbeda dengan zaman dahulu. Tidak ada lagi suasana kekeluargaan antara pemilik tempat kos dengan para penghuni kos. Kedua pihak hanya bertemu di saat “bisnis” saja, seperti pembayaran uang kos bulanan maupun pembayaran listrik dan air. Karena hanya berlatar belakang bisnis, hubungan keduanya sangat kaku. Dari sini, saya melihat sebuah permasalahan yang sering terjadi. Masalahnya adalah hilangnya kontak (loss contact) antara pemilik dan penghuni tempat kos ketika kontrak sudah habis.

rj-45.jpg

Saya sempat mengalami masalah ini. Ketika itu, saya ingin menghubungi teman lama saya. Kebetulan, saat itu nomor handphone teman saya itu sudah tidak aktif. Jadi, saya putuskan untuk langsung bertemu dengan dia. Karena mengetahui tempat kosnya, saya langsung pergi ke sana. Saat tiba di tempat kosnya, saya tidak menemukan dia. Saya hanya bertemu dengan pembantu tempat kosnya. Pembantu itu berkata bahwa teman saya itu sudah pindah kos seminggu yang lalu. Ketika saya bertanya di mana tempat kosnya yang baru, pembantu itu menjawab tidak tahu. Ya sudah, saya tidak jadi menemui teman saya itu. Ketidaktahuan itulah yang sering membuat saya jengkel. :(

Melihat masalah di atas, saya punya ide bagaimana jika di tempat kos ada sebuah database yang berisi data lengkap seluruh penghuni kos yang pernah mengontrak kamar. Beberapa isi database adalah nama lengkap, alamat tempat tinggal, waktu kontrak kamar, alasan pindah tempat kos, alamat tempat kos yang baru, dll. Bila perlu, cantumkan juga data berapa kali penghuni kos itu menunggak pembayaran kos. Dengan database ini, pemilik kos memiliki data seluruh penghuni kos, baik yang masih kos maupun yang sudah pindah. Sehingga, masalah-masalah seperti itu bisa diatasi. Istilahnya adalah trackback kalau di dunia blog. :P

Database ini juga sebagai sarana agar masyarakat, terutama pemilik tempat kos, sadar pentingnya suatu data. Tanpa data, sulit untuk mengembangkan sebuah bisnis. Jangankan mengembangkan bisnis, membangun jejaring bisnis saja akan memiliki kendala. Di samping itu, agar pemilik tempat kos juga concern terhadap masalah teknologi informasi. Jangan hanya berpikir uang kos saja. Hihihi, kalau kalimat terakhir itu (tentang IT), hanya sebagai kompor saja biar panas. :D

Sumber foto : INI

Salam,

-IT-