Jangan Curhat Sembarangan! Nopember 28, 2007
Posted by irvan132 in Kehidupan.trackback
Saya sering merasa tidak nyaman apabila ada orang yang berbicara tentang masalah pribadi mereka di depan umum. Bukan berarti saya melarang mereka untuk curhat, tetapi sebaiknya tidak dilakukan di depan umum. Masalah yang sering saya temui ketika ada orang yang sedang curhat adalah saya bisa mendengar isi dari pembicaraan mereka. Menurut saya, seharusnya saya tidak boleh mendengar pembicaraan mereka.
Banyak sekali orang yang melakukan curhat di depan umum. Yang paling sering saya temui adalah ketika makan siang. Di mana pun. Saat makan siang menjadi waktu favorit untuk melakukan curhat. Bagaimana saya bisa mendengar pembicaraan mereka, sebenarnya sangat mudah. Suara mereka yang sedang curhat mudah terdengar. Selain itu, saya sering “beruntung” mendapat tempat yang dekat dengan orang yang sedang curhat.
Jika ini terjadi, saya menjadi serba salah. Pembicaraan mereka pasti saya dengar. Saya tidak mungkin berpindah tempat untuk menghindarinya. Ya sudah, hampir semua pembicaraan mereka saya ketahui. Isi curhat pun bermacam-macam, seperti kasus akademik, uneg-uneg terhadap dosen, masalah cinta, dan pekerjaan. Pokoknya masalah manusia memang sungguh rumit. Pelik dan berliku. Curhat terakhir yang saya dengar adalah tentang masalah rokok di salah satu kantor bank terkemuka. Jadi, orang yang curhat ini protes karena semua orang di kantornya bekerja sambil merokok. Dia sangat kecewa sekali karena ketika menyampaikan protes, dia tidak mendapat tanggapan. Malahan, ada orang kantor (merokok juga) mengatakan bahwa kepala kantor saja merokok saat bekerja. Jadi, bawahan juga boleh ikut merokok saat bekerja.
Karena sudah sangat kesal, dia mengumpat kantor tersebut dengan sebutan “Kantor tersebut hanya membisniskan syariah, bukan menggunakan syariah untuk bisnis“. Mendengar itu, saya hanya tersenyum. Senyum tanpa diketahui oleh orang yang sedang curhat tadi. Saya berpikir bahwa siapa yang menyuruh anda curhat di tempat seperti ini kalau saya bisa mendengar pembicaraan anda.
Untuk menghindari mendengar pembicaraan orang tanpa sengaja, saya masih tidak tahu. Itu saya anggap sebagai kesalahan orang yang sedang curhat. Saya mendengar karena tanpa sengaja. Bukan berarti saya menguping pembicaraan tersebut. Saya sarankan agar mereka yang sering curhat untuk memilih tempat yang nyaman untuk curhat. Semoga mereka mengerti posisi orang-orang seperti saya ini.
Salam,
-IT-








Ade setuju … TIDAK boleh curhat sembarangan, dan TIDAK terima curhatan sembarangan.
-Ade-
be the first for comment di tulisan ini, walaupun setiap hari mampir kesini.
kalo curhat di blog sendiri???
@ sayap
wah, tumben sayap komen pertama.
setuju deh ama komennya ade, jangan curhat sembarangan.
@ deet
boleh, tapi siap dikomen. kalo ga mau kena komen, save aja dan jangan di publish. hihihi
*oww, ketauan rupanya ada yang suka curhat di blog.
-IT-
Salam kenal semuanya jah. Btw soal curhat sembarangan sih oke-oke aja, tergantung curhat paan dulu..hehe
kalo orang itu curhat di tempat umum dan ngomongnya keras2, mungkin orang itu menganggap bukan rahasia penting. Kalo merasa terganggu, tunjukkan aja bahwa kamu denger, jadi orang yang lagi curhat-curhatan mungkin akan memelankan suaranya ato ganti topik.
Ato biar lucu kamu kasih komen ajah
ohooo
gw kena nih
welgedewelbeh
Nyantai ajalah bro….orang kan macem2, yang jelas jangan sampai menggunjing saja….
Pasti lagi makan di Cikapayang ato di kantin Salman trus curi-curi denger yang lagi curhat ya???
makanya, kupingnya jangan diset promiscuous mode dong
@ armand
kalo curhat udah ampe ngumpat sebaiknya jangan deh. ga enak ama orang.
@ marsitol
wah, susah juga kalo merasa terganggu. ntar yang curhat bilang gini “emang lo doang yang punya masalah”. wkakaka. kan berabe tuh. hihihi
@ luthfi
hehehe, cowok juga suka ya ternyata.
@ mulut
jangan menggunjing emang intinya. setuju.
@ prasso
bukan mas. di kantin belakang kampus. hehehe.
@ arif
wah, susah juga tuh bos. mestinya harus ada filter digital biar ga masuk prosmiscuos mode terus. hihihi.
-IT-
keknya anak ITB sering banget kek gini… (termasuk gua, hehe..)
malah pernah tuh gua ga sengaja denger ‘gunjingan’.. busettt…
@ rime
anak ITB juga manusia. hehehe
-IT-
Hehehe, bener si, gw setuju kalo beberapa jenis curhat tidak seharusnya dilakukan di tempat umum, apalagi kalau itu isinya menjelekkan institusi/orang.
Kan sama aja dengan menyebar gosip atau bahkan endingnya bisa fitnah.
Tapi salah satu moment paling kondusif buat curhat tu memang pada saat makan lo
Gw juga pernah bgt (biar isi curhat gw ngga penting2 bgt).
@ tara
ati-ati kalo curhat. jangan keceplosan. hihihi
-IT-