SMS Pada Tempatnya! Desember 5, 2007
Posted by irvan132 in Keluh Kesah.Tags: SMS
trackback
SMS sudah menjadi kebutuhan sehari-hari bagi para pengguna handphone. Walaupun sudah menjadi teknologi “basi”, SMS masih menjadi servis yang paling banyak digunakan. Meski hanya pesan berbasis teks, tetapi penggunaannya sungguh powerfull. Bahkan sekarang, jangkauan SMS semakin luas. Mulai dari anak kecil sampai orang dewasa, mereka sangat “ahli” menggunakan SMS.
Karena penggunaaanya sangat luas, terkadang orang sering lupa etika ber-SMS. Sebenarnya bukan menekankan kepada etika, tetapi cenderung ke arah cara pandang saja. Saya tidak mempermasalahkan kapan orang ber-SMS, di mana, untuk keperluan apa, dsb. Saya hanya ingin mengingatkan bahwa ber-SMS juga ada tempatnya. Tidak hanya membuang sampah harus pada tempatnya, SMS juga demikian.
Tadi pagi, saya menyeberang di suatu jalan raya. Sebelum menyeberang, lihat kanan kiri dulu. Tiba-tiba, saya melihat seorang pengendara motor sedang asyik memainkan handphone-nya. Saat di depan saya, dia terlihat sedang mengetik SMS. Sambil sesekali melihat jalan, dia tetap mengetik SMS di atas motornya. Wah, benar-benar jagoan orang ini. Dia mampu berkonsentrasi terhadap 2 hal, satu untuk jalan raya dan yang lain untuk SMS.
Melihat ini, saya prihatin. Dengan kondisi jalan raya sepadat itu, dia masih sempat ber-SMS. Apakah ini tidak berbahaya? Bagaimana jika kendaraan di depannya berhenti secara mendadak? Akibatnya fatal. Menurut saya, tindakan pengendara motor ini berbahaya. Itu dapat mengancam nyawanya sendiri ketika berkendara. Bila benar-benar perlu mengirim SMS, hendaknya berhenti sejenak di pinggir jalan. Bila tidak boleh berhenti di jalan itu, carilah jalan lain agar boleh menghentikan kendaraan. Jangan sampai kecelakaan mengancam keselamatan anda.
Itu maksud saya bahwa ber-SMS itu harus pada tempatnya. Sekedar mengingatkan saja bahwa kecelakaan lalu lintas akibat penggunaan telepon genggam saat berkendara masih tinggi. Jangan sampai anda menjadi korban.
Sumber foto: INI
Salam,
-IT-









nyari2 datanya, cuman ini yg rada valid
http://berita.kafedago.com/kirimkomentar.asp?beritaid=17828
saya juga pernah tuh seperti itu, tapi hanya pada jalanan yang sepi
waks,, smsan sambil naik motor sih biasa aja mas,,
kalau sambil tidur baru hebat..
@ luthfi
wah, data pasti gw juga ga punya. sekilas denger di berita aja. thanks atas infonya.
@ ayahshiva
wah, sebaiknya jangan dilakukan lagi. bahaya.
@ atmo4th
wuih, gw belom pernah liat kasus kayak gitu. kalo ada, pasti keren banget. hehehe.
-IT-
Paling jago lagi kalo bisa naek motor sambil sms pake PDA ato smart phone yang menggunakan pointer…wow lepas tangan bro
Kalo saya sih ga seneng ngeliat sms-an sambil berkendara. Mau itu naik mobil atau motor, kl berlalulintas sebaiknya fokus. Saya aga serem bila melihat org lain menyetir sambil SMSan, keliatan fokusnya terbagi, juga pandangannya…
PS: IT, Nice blog, add me at u’r blogroll ok.. thx ^^
Memang kayaknya etika pake Hp makin kacau.
Paling sebel lagi, kalau lagi tugas, terus dijemput sopir, ehh dia main terima telepon/sms, padahal jalannya meliuk-liuk kayak ular…mau marah, dia lagi ditelepon bosnya…dan bukan anak buah saya.
Besoknya saya bilang sama bosnya, lain kali jangan sopir itu yang jemput, ehh si bos minta maaf…sejak itu selama antar jemput dia nggak berani terima telepon. Bayangin jalan naik turun, kiri jurang atau laut…ehh enak aja teleponan, padahal saya udah jantungan….itu diujung Indonesia Timur lho…
@ randy
it’s really dangerous.
udah gw masukin kok ke blogroll.
@ edratna
telpon pake handsfree aja masih bahaya. apalagi sms-an. harus cari sopir yang bener emang bu. jangan kayak sopir “medan”. hehehe
-IT-