Cara Memilih Kampus Januari 24, 2008
Posted by irvan132 in Kampus.Tags: pendidikan
12 comments
Dulu, saya sempat bingung untuk meneruskan pendidikan saya ke mana setelah lulus dari SMA nanti. Waktu itu, saya masih belum memahami tentang apa itu universitas, institut, sekolah tinggi, dll. Saya tidak mengetahui perbedaan istilah itu. Ketika memilih kampus ini sebagai tujuan, jujur saja, saya hanya ikut “arus” saat itu. Saya hanya terpengaruh oleh teman-teman yang lain.
Baiklah, berikut ini adalah cara untuk memilih kampus berdasarkan pengalaman saya sebagai mahasiswa (tingkat akhir). Tentu saja, cara ini sangat bersifat subyektif.
- Akreditasi. Status akreditasi ini berfungsi untuk menunjukan mutu dan kemampuan suatu kampus dalam menyelenggarakan suatu program studi. Ingat, program studi dan bukan kampus secara keseluruhan. Jadi, jangan salah kaprah dengan status akreditasi. Yang memiliki akreditasi adalah program studi atau jurusan yang ada di dalam kampus tersebut. Di kampus saya, program studi Teknik Elektro sudah memakai sistem akreditasi keluaran ABET.
- Riset. Selain sebagai tempat belajar mengajar, kampus merupakan tempat melakukan riset. Ingat, Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kampus yang baik tercermin dari hasil riset mereka lakukan. Hasil riset dapat berupa jurnal, paper, atau makalah yang dipublikasikan secara luas. Riset juga menentukan kualitas dosen yang mengajar di kampus tersebut.
- Reputasi. Masalah reputasi tergantung dari pandangan masyarakat luas. Apakah itu dari kualitas lulusannya, masalah intern/ekstern kampus, maupun sorotan media terhadap kampus tersebut. Untuk masalah kualitas lulusan, dapat dinilai dari tanggapan perusahaan/orang/lembaga yang memakai jasa lulusan tersebut. Untuk masalah kampus intern/ekstern, lebih kepada fasilitas kampus dan hubungan kampus dengan institusi terkait yang lain. Untuk masalah sorotan media, kasus seperti pornografi dan kekerasan di kampus dapat dijadikan sebagai pertimbangan dalam memilih kampus tersebut.
- Kualitas Diri. Kalau menurut saya, faktor ini cukup penting. Di sini, saya mengatakan bahwa apakah kampus tersebut membuat anda menjadi lebih dewasa atau tidak nantinya. Setidaknya, ketika masuk ke dalam kampus, anda memiliki suatu idealisme tersendiri yang bisa anda wujudkan. Contoh kecil adalah ketika anda sudah “mulai” memikirkan kondisi dunia di sekitar anda. Baik itu tentang masalah sosial, politik, ekonomi, dll yang terjadi di sekitar anda. Titik baliknya adalah ketika anda sudah bisa berbicara dan mengungkapkan pendapat anda di depan umum.
Memang, memilih kampus tidak bisa dipikirkan sekali atau dua kali saja. Butuh pemikiran yang matang untuk memilih kampus yang sesuai dengan kriteria yang diingikan. Sebenarnya, masih banyak sekali faktor yang dapat dijadikan parameter dalam memilih kampus. Itu dapat anda tambahkan sendiri ketika memilih. Saya hanya menegaskan bahwa anda jangan salah memilih kampus. Karena itu dapat mempengaruhi masa depan anda. Semoga sukses!
Salam,
-IT-







