Ditegur Khatib April 11, 2008
Posted by irvan132 in Kehidupan.Tags: jumatan, sholat
trackback
Saya terkejut ketika Presiden menegur salah satu peserta Forum Pembekalan Konsolidasi Pimpinan Daerah di Gedung Lemhannas, Jakarta Pusat, hari Selasa yang lalu. Kalau dilihat dari mimik wajah Presiden, teguran itu bersifat serius. Sangat serius malah. Teguran ditujukan kepada peserta yang tidur ketika Presiden menyampaikan pidatonya. Peserta yang tidur ini juga bukan “orang” biasa. Mereka adalah para pemimpin daerah, para pemimpin rakyat. Ketika ditegur, pasti “tersangka” merasa malu yang amat sangat. Makanya, jangan tidur, Pak!
Kejadian ini sebenarnya wajar jika kita berbicara tentang masalah birokrasi. Kejadian kemarin itu adalah contoh bentuk tindakan di kalangan pemerintah. Contoh lain adalah di lingkungan militer. Kalau sudah terjadi “teguran” seperti itu, apalagi saat momen-momen yang penting, “tersangka” bakal mendapat hukuman yang setimpal. Salah satunya adalah berguling-guling di lapangan saat terik matahari. Jadi, saya simpulkan bahwa terguran merupakan salah satu konsekuensi logis di dalam sebuah sistem.
Nah, bagaimana kalau di dalam sistem yang tidak ada birokrasinya? Apakah konsekuensi seperti itu berlaku? Contoh kecil saja ketika kita (muslim) sedang melaksanakan sholat Jumat. Momen ketika khatib menyampaikan khutbah. Pada saat khutbah, banyak sekali umat-umat yang tidur. Karena tidur, tentu saja mereka tidak mendengarkan apa isi khutbah yang disampaikan. Saya pun sering tidur ketika mendengarkan khutbah. Selama itu pula, saya belum pernah melihat khatib yang menegur. Khatib seolah acuh tak acuh dan asyik menyampaikan khutbahnya tanpa peduli dengan umat-umat yang tidur.
Kalau sudah seperti ini, tidak ada yang bisa disalahkan. Urusan agama, urusan hati. Itu tergantung dari pribadi masing-masing. Saran saya untuk mengurangi jumlah umat yang tidur adalah mengingatkan umat agar tidak hanya diam ketika khatib naik mimbar, tetapi juga TIDAK TIDUR saat khatib menyampaikan khutbah. Memang kalau masalah agama, semuanya sama di mata Yang Kuasa. Akan tetapi, sebagai pemimpin di atas mimbar setidaknya mengingatkan dan juga sebagai orang yang dipimpin hendaknya menghormati pemimpinnya. Biar tidak ada tegur-teguran lagi.
Stop Tidur Ketika Sholat Jumat!
Salam,
-IT-








Kalo gak salah dalam khuthbah jumat tidak boleh berbicara, bahkan berbicara untuk mengingatkan pun juga tidak boleh. (CMIIW)
lebih baik tidur daripada rame sendiri atau baca sesuatu!
asal ketika tidur gk terlentang
betul juga jarang liat khatib yang menegur orang tidur. padahal sih sah (secara syariah) menegur jamaah yang tidur.
Biasanya khatib hanya menyindir orang yang tidur, tidak pernah secara langsung
Hmm, jadi ingat cerita tentang seorang anak yang berkata kepada bapaknya setelah melihat orang yang tertidur di dalam mesjid,
“Pak, liat itu, kok sedang berdoa kok malah tidur.”
“Nak, daripada kamu membicarakan yang jelek tentang orang lain, mendingan kamu tidur juga.”
Tul sih Bang. Emang mustinya begitu. Saling menghormati.
Tapi… ya…kejadiannya selalu terulang. Sang Khotib seringnya asik sendiri dengan istilah2 keren yg dipakenya. Ngga peduli nyambung ato ngga nyambungnya. Khotbah ternyata ya musti pake ilmu juga, biar yg disampaikannya( tentunya selalu baik dan manfaat) sampai ke jama’ahnya.
Dari khotbah ke khotbah berikutnya, kebanyakan Khotib ya seperti yg ngga peduli, mo nyampe mo ngga. Tinggal jama’ahnya aja yang walau dah ditahan- tahan, ya..duh nguantuk buanget Bang,
@ deniar
kesadaran masing-masing seharusnya biar ga tidur.
@ deteksi
ada ga ya pilihan lebih baik?
@ fikar
parah itu kalo udah telentang.
@ norie
jamaah semestinya “sadar” ya.
@ chatoer
oh, bagus kalo masih ada khatib kayak gitu.
@ koko
hehe, saya masih mencari opsi terbaik selain tidur.
@ rumahkayubekas
kang, niat dari rumah biar ga tidur kalo lagi sholat jumat.
-IT-
ya jangan tidur lah kalo lagi jumatan…
kalo ga salah, tidur itu membatalkan wudhu… trus kalo wudhunya batal, jumatannnya giman hayoo??
“Itu, jamaah yang tidur coba dibangunkan.
Ya, itu..
Kalau mau tidur di luar mesjid saja!
Bagimana jadi bapak yang baik kalau jum’atan saja tidur!
Malu, malu sama anak-anak…”
–SBY jadi khatib–
irvan pernah tidur juga ga waktu jumatan???:d
@ capoenk
hehe, maka itu. tidur bukan pilihan yang bijak pas jumatan. makanya saya masih mikir pilihan yang tepat selain tidur.
@ aisar
nah, setuju gw Sar. agak keras ditegurnya kalo bisa.
@ yuni
tapi dengan adanya tulisan ini, saya berusaha tidak tidur kalo jumatan.
hihihi, udah saya sebut di atas kalo saya sering tidur.
-IT-
[...] pidatonya, untuk kemudian menegur dan memarahi anggota DPR yang tertidur, seperti halnya saat ia memarahi para kepala daerah yang tertidur, beberapa waktu [...]