Gen-gen Hipokrit Mei 20, 2008
Posted by irvan132 in Keluh Kesah.Tags: hipokrit, visi
17 comments
Di Hari Kebangkitan Nasional ini, sepertinya semua orang bersikap pesimis dengan makna kebangkitan itu sendiri. Orang-orang tampak sekali tidak puas dengan keadaan sekarang. Keadaan yang menurut mereka lebih sulit, lebih keras, dan lain sebagainya. Dan yang paling parah, 20 Mei diplesetkan menjadi Hari Keterpurukan Nasional. Apalagi di dalam peringatan 100 tahun Kebangkitan Nasional sekarang, ditandai dengan harga BBM yang akan naik. Ya sudah, makin pas kata “kebangkitan” untuk diplesetkan.
Akan tetapi, kalau saya (untuk anda saya tidak tahu), sudah bosan memperdebatkan tentang harga BBM. BBM lagi, BBM lagi. Apa tidak ada topik lain yang lebih seru dibandingkan BBM? Hehe, benar juga. Rasanya jenuh juga hanya untuk membahas satu hal yang itu-itu saja. Kalau dibahas terus-menerus, jelas tidak akan habis juntrungannya.
Baiklah, saya akan membahas topik lain. Masih sekitar masalah sosial, kemanusiaan, dan jelas tetap berhubungan dengan semangat Kebangkitan Nasional. Untuk Kebangkitan Nasional sendiri, saya selalu berusaha untuk menggelorakan semangatnya di dalam diri saya. Tidak harus dengan upacara, teriak sana-sini, apalagi melalui demonstrasi. Cukup dengan sikap optimis dan karya nyata. Anti nol besar.
Melalui visi-visi “liar” dan ide-ide “segar” dengan pemikiran yang cerdas dan rasional. Mengapa melalui visi dan ide? Karena saya yakin, jika ada Perang Dunia ke-3 nanti, senjata yang paling ampuh bukan senjata nuklir maupun biologis, tetapi senjata yang paling ampuh adalah akal dan pikiran anda. Inilah yang disebut sebagai Perang Pikiran. Dan, saya lupa apakah Bahasa Arabnya Perang Pikiran ini.
Untuk itulah, saya tekankan bahwa pikiran kita itu sangat penting. Nantinya, pikiran/ide adalah segala-galanya. Tanpa ide, kita tidak bisa “berperang” secara kasarnya. Kebetulan, saya baru berkenalan dengan satu kata baru yaitu hipokrit. Hipokrit berasal dari bahasa Yunani ὑποκρίτης (hypokrites), yang artinya orang yang berpura-pura memiliki sikap yang baik, tetapi perbuatannya sangat bertolak belakang dengan sikapnya. Sebagai contoh, ketika dia menyuruh orang untuk tidak memakai narkoba, ternyata dia sendiri seorang pengguna narkoba (junkie).
Nah, sekarang ini, di negara ini, makin banyak orang-orang yang seperti itu. Di dalam tubuh mereka terkandung gen-gen hipokrit. Berbicara A, tetapi bertingkah laku B. Orang seperti ini sangat berbahaya. Lebih berbahaya daripada orang-orang yang tidak berpura-berpura melakukan kejahatan. Dia dapat mempermainkan pikiran seseorang, bahkan membunuh pola pikir seseorang itu. Efeknya mencapai keadaan psikologis yang “sakit” berkepanjangan. Sulit sekali untuk “dibenarkan” kembali. Akhirnya, dia dapat dengan mudah menguasai anda apabila “Perang Pikiran” benar-benar terjadi. Ketika anda sudah dikuasai, dialah pemenangnya.
Dengan semangat Kebangkitan Nasional, hendaknya kita harus lebih berhati-hati terhadap orang-orang yang hipokrit. Orang seperti itu hanya menyesatkan bangsa. Saya tidak mengetahui cara untuk menentukan bahwa seseorang hipokrit atau bukan. Kuncinya adalah anda harus lebih cerdas dan lebih punya passion di dalam hidup ini. Jangan mudah terpengaruh dengan sesuatu yang tidak masuk akal, sesuatu yang janggal.
Bebaskan Negara dari Orang-orang Hipokrit!
Salam,
-IT-







