Kuliah Budi Pekerti Juli 4, 2008
Posted by irvan132 in Keluh Kesah.Tags: budi pekerti, etika
7 comments
Banyak sekali pelajaran yang dapat kita petik dari isu-isu yang sedang atau sudah terjadi. Kalau kita sedikit cerdas, justru dengan semakin banyak isu, makin banyak pula “sesuatu” yang dapat kita manfaatkan. Kali ini, saya ingin membahas isu-isu tentang kerusuhan pasca pemilihan kepala daerah (Pilkada).
Kerusuhan pasca pemilihan kepala daerah sepertinya sudah lazim terjadi ketika salah satu pesta demokrasi selesai digulirkan. Tidak tahu kenapa, kerusuhan tampaknya pasti akan terjadi. Baik itu karena kecurangan penghitungan suara, kampanye hitam (black campaign), dll. Seolah-olah, itu menjadi sebuah trigger untuk melakukan kerusuhan. Memang menyakitkan, apabila kalah karena dicurangi.
Kalau dilihat lebih dalam, sistem itu tidak ada yang benar-benar 100% mendekati ideal. Akan tetapi, cobalah kembali untuk melihat diri sendiri. Jangan selalu menyalahkan sistem. Tidak ada gunanya jika suatu sistem sudah mendekati ideal, tetapi orang-orang di dalam sistem tersebut jauh dari ideal. Kalau sudah seperti ini, yang terjadi hanya kesenjangan yang berlebihan.
Jika dikaitkan dengan masalah kerusuhan pasca pemilihan kepala daerah, ternyata tidak semuanya karena kesalahan sistem. Ada satu faktor lagi yang ikut berperan, yaitu manusia itu sendiri. Ketika sistem sudah dijalankan dengan maksimal, ternyata kerusuhan masih ada saja. Ini yang aneh. Sepertinya, ada suatu skenario bahwa kerusuhan harus ada.
Menurut saya, jalan keluar masalah ini sangat sederhana. Ketika mengetahui hasil dan kalah, seharusnya sikap mau menerima kekalahan yang harus ditonjolkan. Nah, ini yang masih sulit di masyarakat kita. Kata-kata seperti kalah dan gagal masih menjadi sesuatu yang sangat memalukan. Kasarnya, seperti aib. Seharusnya tidak seperti itu. Kalah dan gagal bukan berarti selesai. Itu hanya sebuah tanda bahwa belum saatnya melakukan sesuatu.
Sikap mau menerima kekalahan itu bisa mengurangi kerusuhan. Nahasnya, sikap seperti itu sudah jarang dimiliki oleh masyarakat. Untuk membudayakan sikap tersebut, baik sekali jika ada pelajaran tentang budi pekerti, bahkan kuliah budi pekerti. Berilah porsi besar di pelajaran atau kuliah tersebut untuk membentuk mental yang baik, jangan sekenanya saja. Menurut saya, masyarakat kita tidak hanya dipersiapkan untuk menang saja, tetapi juga untuk kalah. Dengan begitu, saya yakin kerusuhan akan berkurang nantinya.
Salam,
-IT-







