jump to navigation

Jalan-jalan Di Jakarta (Part 2) Juni 30, 2007

Posted by irvan132 in Hedon.
6 comments

Sudah lama saya tidak bercerita tentang “indahnya” kota Jakarta. :p Ini karena akhir-akhir ini akses ke sana sangat terbatas. Mengapa terbatas ? Ini karena teman saya yang punya “akses” ke sana sedang ujian. Wah, untuk masalah ini saya tidak bisa memaksakan diri. Nah, untungnya weekend kali dia bisa diajak jalan-jalan ke luar. Hmm, akhirnya momen yang ditunggu itu datang juga (ha ha ha). πŸ˜€

Tujuan weekend tadi malam adalah X2. X2 merupakan tempat nge-lounge orang-orang Jakarta. Tempat itu terletak di area parkir Plaza Senayan. Lebih tepatnya di area parkir lantai 4, P4. Saya ke sana bersama Wildan dan Firman. Mereka saya ajak agar mereka bisa punya cerita bila sudah di Bandung nanti. :p Saya masuk ke sana gratis. Teman saya memberikan tiket GL (Guest List) pada saya. Saat mau masuk ke sana, pemeriksaan sangat ketat. Sampai-sampai, saya harus menunjukkan KTP untuk memastikan bahwa umur saya sudah 21 tahun. Pakaian masuk standar, kemeja dan sepatu. By the way, saya berangkat ke sana jam 11 malam.

Saat di dalam X2, tempat ini sangat ramai. Tampaknya semua orang berkumpul di satu tempat, di sana. Wah, saya terkejut melihat pemandangan ini. Benar-benar ramai. πŸ˜€ Di dalam X2, terdapat 2 lantai. Tiap lantai ada 2 ruangan lagi. Di lantai satu, tempatnya benar-benar futuristik. Permainan sinar laser sangat menyilaukan mata. Musik yang dimainkan sangat mengguncang dada. Lantainya pun ikut bergetar. Sangat seru. Semua orang sangat menikmati suasana tadi malam. πŸ˜€

Saya dan teman-teman lebih banyak nge-lounge di lantai 2. Di sini, lagu yang dimainkan beraliran R’nB. Semua orang tumpah ruah jadi satu menikmati dentuman musik. Pada saat beat lagu kencang, ada juga wanita yang naik ke atas meja untuk berdansa. Wah, langsung saja orang-orang di dalam berteriak histeris (ha ha ha). Makin malam, makin seru. Disk Jockey (DJ) benar-benar bisa memainkan irama musik dengan sempurna. Di sana saya juga meilhat artis-artis ibukota. Mereka adalah Bertrand Antolin, Indra Bruggman, Tyo Nugros & Alexandra, serta Putri Patricia. Hmm, TERNYATA. πŸ˜€

Pokoknya suasana semalam benar-benar asyik. Saya dan teman-teman sangat enjoy. Malahan, Firman minta diajak lagi kapan-kapan (ha ha ha). Untuk tiket GL, saya mau berterima kasih pada Afifa. Thanks, Fa. πŸ˜€ Terakhir, salam kenal buat Farah (the angel in disguise). Oh iya, saya mem-posting tulisan ini melalui wi-fi gratis di Festival Komputer Indonesia, di Gedung JCC Senayan.

Salam,

-IT-

Iklan

Bajaj, Berisik ! Juni 29, 2007

Posted by irvan132 in Keluh Kesah.
5 comments

Hari ini agak menyebalkan bagi saya. Hal ini karena kehadiran bajaj. Cerita bermula saat saya dan teman-teman ingin berangkat ke kantor. Seperti biasa, saya berangkat ke kantor dengan berjalan kaki. Selain irit, biar lebih sehat saja (ah, alasan saja ini). πŸ˜€ Pada saat melewati Rumah Susun di daerah Kebon Kacang, saya mendengar suara berisik sekali dari belakang. Eh, benar dugaan saya. Ternyata, bajaj sedang melintas di samping saya. Wah, suara knalpotnya sangat berisik. Benar-benar membuat telinga saya sakit. 😦

bajaj.jpg

Saya tidak tahu bagaimana pabrik bajaj membuat standar untuk pengaturan knalpot mereka. Apakah knalpot bajaj memang diatur seperti itu ? Ribut, bising, dan gaduh. Hmm, masih tanda tanya untuk saya. Walaupun merupakan salah satu angkutan transportasi, seharusnya knalpot bajaj tidak bising seperti itu. Jika saja knalpot “berisik” memang default bajaj dari pabrik, hendaknya supir bajaj berusaha untuk mengurangi suara itu. Apapun caranya. Jangan lagi membuat alasan kalau itu memang sudah dari sananya. πŸ˜› Alasan seperti itu sudah tidak zaman lagi (ha ha ha).

Saya juga yakin kalau bajaj masih dibutuhkan di Ibukota. Bajaj mampu menembus kemacetan di jalan-jalan di Jakarta. Dan juga, bajaj sangat gesit bila berjalan di gang-gang sempit. Yang perlu diperbaiki dari bajaj sekarang adalah knalpot dan asap yang ditimbulkan. Kedua masalah itu sangat menggangu sekali. Walaupun sekarang sudah ada bajaj model baru yang lebih “cerah” penampilannya. Semoga saja para supir bajaj menyadari hal ini. Dan, jangan (LAGI) menjadi wacana mereka saja.

Salam,

-IT-

Romantisme Jakarta Juni 28, 2007

Posted by irvan132 in Keluh Kesah.
3 comments

Ha ha ha. Tadi pagi benar-benar romantis. Kenapa romantis ? Karena saya dan Firman berpayung berdua seperti pasangan yang sedang kasmaran saat hujan deras tadi pagi. πŸ˜€ Benar saja, tadi pagi Jakarta diterpa hujan yang sangat deras. Alhamdulillah. Suhu kota ini menjadi sejuk sore ini. Rasanya saya menginginkan suasana Jakarta seperti ini terus setiap hari. Benar-benar nyaman. πŸ™‚

Karena hujan tadi pagi, saya datang terlambat ke kantor. Saya datang jam setengah 9 pagi. Berarti, saya telat setengah jam. Wah, saat tiba di kantor, saya sangat malu walaupun tidak orang yang peduli dengan kedatangan saya. Akan tetapi, tidak apa-apa. Lebih baik datang terlambat daripada tidak datang sama sekali. πŸ˜› Malahan, ada juga karyawan kantor yang baru masuk jam 9 pagi. Wuih, dia terlambat lebih parah itu. By the way, saya berangkat ke kantor memakai sandal biasa. Sepatu, saya bawa menggunakan kantong plastik.

Walaupun terlambat masuk kantor, karyawan kantor tidak ditegur secara langsung. Akan tetapi, hasil “perbuatan” mereka itu akan tercatat di dalam absen elektronik. Saya juga tidak tahu apa sanksi yang akan diberikan perusahaan kepada karyawan yang sering terlambat. Makanya, jangan sering terlambat ! Selain itu, kita harus selalu sedia payung sebelum hujan. πŸ˜€ Sudah dulu ah, saya ingin menikmati suasana sore Jakarta yang romatis ini (ha ha ha).

Salam,

-IT-

Mencari Tempat Kos di Daerah Thamrin Juni 27, 2007

Posted by irvan132 in Tempat.
398 comments

Saya ingin berbagi tips tentang mencari tempat kos di Jakarta, tepatnya di daerah Jalan MH. Thamrin. Info ini mungkin berguna bagi para pekerja yang kantornya di daerah Thamrin maupun para para pencari kerja yang menginginkan kerja di daerah Thamrin. πŸ˜€ Saya sendiri bukan kedua-keduanya, saya hanya mahasiswa yang sedang KP (Kerja Praktik) di perusahaan yang berada di daerah Thamrin. Setidaknya, saya mengetahui seluk-beluk daerah tersebut. πŸ˜›

Saya sekarang sedang nge-kos di daerah Kebon Kacang. Kebon Kacang terletak tepat di belakang Plaza Indonesia. Daerahnya lumayan luas dan tidak kumuh. Setahu saya, di daerah Kebon Kacang memiliki banyak sekali terdapat jalan. Sampai-sampai, ada jalan Kebon Kacang XXXIX (39). Saya juga tidak tahu apakah masih ada jalan Kebon Kacang XXXX (40) dan seterusnya. πŸ˜› Angka jalan ditulis menggunakan angka romawi. Kebon Kacang ini terletak di Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Sangat dekat dengan Bunderan HI, Jakarta.

Di daerah ini, memang merupakan tempat kos-kosan. Kalau saya analogikan, tempat ini mirip seperti Cisitu Lama, Bandung, dalam hal kos-kosan. Tempat kos yang ditawarkan berharga sekitar 500 ribu – 1,5 juta rupiah per bulan. Fasilitasnya adalah listrik & air (standar), tempat tidur, lemari pakaian, cuci & setrika pakaian, dan 1 buah meja. Jadi, para pencari kos hanya perlu membawa pakaian saja untuk nge-kos. Sangat simple. πŸ˜€ Harga kos-kosan saya sendiri adalah 500 ribu untuk 1 orang per kamar dan 700 ribu rupiah jika kamar tersebut diisi oleh 2 orang. Tentu saja dengan tambahan kasur busa. Tempat kos-kosan saya khusus untuk pria. πŸ˜€ Kamar mandi ada 2 buah untuk 10 anak kos. Jangan sering bangun pagi terlambat, karena akan terjadi antrian dan kita bisa terlambat ke kantor. πŸ˜› Mayoritas penghuni kos tempat saya adalah pegawai kantor. By the way, ukuran kamar kos saya adalah 3×3 meter dan ada di jalan Kebon Kacang XXXII (32).

Jika mencari tempat kos dengan fasilitas AC dan kamar mandi di dalam, harganya antara 750 ribu – 1,5 juta rupiah per bulan. Jenisnya bisa untuk pria atau wanita saja, tetapi ada juga yang untuk kedua-duanya (campur). πŸ˜› Biasanya kos-kosan seperti ini memiliki 2 lantai atau lebih. Kos-kosan seperti ini biasanya mudah untuk dikenali karena tempatnya memang terkesan eksklusif, bukan seperti rumah-rumah biasa. πŸ˜€

Untuk makan, di daerah ini ada banyak makanan yang bisa kita pilih. Contohnya adalah Nasi Padang, Sate Kambing, Nasi Uduk, Nasi Timbel, Soto Ayam, Roti Bakar, Aneka Jus Buah, Ketoprak, Batagor, Nasi Goreng, Mie Goreng, dll. Dan yang paling enak tentu saja Nasi Uduk Babe Saman. πŸ˜€ Makanan-makanan tersebut dijual dengan harga standar makanan di Jakarta, sekitar 6 ribu – 20 ribu rupiah.

Itu saja informasi dari saya, semoga bermanfaat. Selamat mencari tempat kos. πŸ˜€

Salam,

-IT-

Hari Anti Narkoba Internasional Juni 26, 2007

Posted by irvan132 in Berita.
7 comments

Hari ini, tanggal 26 Juni, merupakan Hari Anti Narkotika Internasional. Sebagai generasi muda, kita harus terus memerangi peredaran barang haram ini. πŸ˜€ Tak perlu saya bahas panjang lebar di sini, semua orang pasti tahu tujuan peringatan hari ini.

Tadi pagi, saat berjalan ke kantor, saya melihat aksi para Polwan dalam memperingati Hari Anti Narkoba ini. Mereka membagikan setangkai bunga kepada para pengguna kendaraan bermotor. Saya melihat mereka di simpang jalan Plaza Sarinah, Jalan MH. Thamrin. Sepertinya aksi peringatan ini juga akan dilakukan di daerah Bunderan HI. Kabarnya, para artis ibukota juga akan turut ambil bagian dalam aksi ini. πŸ˜›

Semalam, saat mendengar radio, diberitakan bahwa pada jam 10 pagi sampai jam 2 siang, pengendara kendaraan bermotor diharapkan untuk menyalakan lampu kendaraan sebagai wujud solidaritas peringatan hari ini. Menurut saya, cara yang paling penting untuk memperkecil peredaran narkoba adalah menghindari rokok. Karena rokok merupakan awal dari pemakaian narkoba. Jadi, sebelum narkoba, rokok dulu harus kita perangi. πŸ˜€

Itu saja dulu untuk pagi ini. πŸ˜› Saya ingin mengucapkan “Selamat Hari Anti Narkotika Internasional 2007”.

Salam,

-IT-

Di Mana Smart Card Itu Juni 25, 2007

Posted by irvan132 in Kampus.
10 comments

Kali ini saya hanya ingin mengingatkan kepada semua civitas akademika di ITB. Apakah teman-teman se-ITB, khususnya angkatan 2004, ingat tentang rencana pembuatan Smart Card pada saat kita sidang pertama masuk ke ITB ? Hmm, mungkin sebagian besar dari kita sudah lupa. Atau malah tidak ingat sama sekali karena pada saat sidang tersebut tampak euphoria yang sangat meriah. πŸ˜€ Termasuk saya pada waktu itu. πŸ˜›

Saya tidak tahu ini merupakan usul siapa pada waktu itu. Jika berhasil, ini merupakan suatu terobosan besar yang dihasilkan oleh ITB. Akan tetapi, kenyataan di lapangan berkata lain. Proyek pembuatan Smart Card ini sampai sekarang tidak pernah terdengar lagi. Bahkan, mungkin belum selesai juga ketika sebagian mahasiswa ITB angkatan 2004 sudah lulus nantinya. Wah, bagaimana ini ? Selagi masih mahasiswa, saya akan bangga memiliki Smart Card ini. πŸ˜€

Dalam uji coba pada tahun 2004 yang lalu, Smart Card yang dijanjikan benar-benar memukau. Kalau tidak salah, waktu itu terjadi teleconference antara Pak Kusmayanto (a.k.a KK) dengan Pak Susilo Bambang Yudhoyono (a.k.a SBY). Pokoknya, fitur-fitur yang ditawarkan oleh alat ini sungguh futuristik. Untuk kemajuan besar seperti ini kenapa ITB bisa β€œmelupakan” hal ini. Sebenarnya apa saja kendala yang ada ? Kenapa proyek ini sekarang tidak terdengar lagi ? Apakah Pak Kus sudah terlalu sibuk sebagai Menristek sehingga kampus ini seolah terlupakan ? Atau malah Pak Kus sudah terlalu menikmati kegiatan bersepeda sehingga sangat lelah untuk memikirkan hal ini ? Hmm, saya juga tidak mengerti. Saya sudah tidak tahu harus bertanya kepada siapa lagi.

Saya tidak mungkin bertanya kepada Rektor ITB sekarang. Teman-teman se-ITB tahu benar bagaimana sikap Bapak yang satu ini. πŸ˜€ Aturan-aturan yang mengekang kreavitas mahasiswa saja yang bakal beliau setujui. Tentang kegiatan kemahasiswaan, hanya yang menguntungkan Rektorat saja yang akan mendapat ACC-nya. Sudahlah, kita semua lelah dengan kebijakan-kebijakan baru. Saya juga teringat dengan pendapat teman saya yang seangkatan tentang kondisi ITB saat ini. Dia berpendapat bahwa di ITB itu dibuka dengan suatu wacana dan ditutup dengan wacana baru. Wah, pendapat ini sebenarnya menyatakan bahwa para mahasiswa sudah lelah dengan kondisi ini. Semoga saja tidak berlarut-larut. CUKUP. Kembali ke topik utama, di mana Smart Card itu ?

Salam,

-IT-

Terima Kasih Juni 24, 2007

Posted by irvan132 in Keluh Kesah.
2 comments

Setelah ditelepon orang tua saya tadi pagi, saya berpikir. Saya berpikir bahwa keluarga, terutama orang tua, adalah segalanya bagi saya. Bagaimana tidak, keluarga merupakan tempat terdekat bagi saya untuk berbagi. Maklum, saya belum mempunyai orang yang asyik untuk diajak berbagi (he he he). Jadi, keluarga adalah sesuatu yang sangat penting bagi saya dan juga bagi kita semua. πŸ˜›

Yang ingin saya bahas adalah tentang ucapan terima kasih kepada orang tua. Sebagai anak rantau (jauh dari orang tua), saya jarang sekali mengobrol dengan mereka. Padahal, mereka adalah tempat terakhir yang dapat menolong saya. Dalam satu bulan, mungkin saya hanya mengobrol dengan mereka sebanyak 3-4 kali selama 5 menit. Itu pun melalui telepon. Dan yang lebih parah, mereka yang menelepon saya. 😦 Bukan saya, yang seharusnya menanyakan kabar mereka. Hmm, di mana bakti saya sebagai anak ?

Yang lebih menyedihkan adalah saya sangat jarang mengucapkan terima kasih kepada mereka. Kadang-kadang, masalah yang kita hadapi tidak bisa kita pecahkan sendiri. Dengan meminta bantuan kepada orang tua, InsyaAllah masalah yang kita hadapi dapat selesai. Itu sudah terjadi pada saya. πŸ˜€ Akan tetapi, saya jarang sekali mengucapkan terima kasih kepada mereka. Ucapan yang sudah sering saya sampaikan kepada teman-teman yang sudah menolong saya. Mengapa kepada mereka saya sulit sekali mengucapkan terima kasih ? Pertanyaan selanjutnya adalah selama jauh dari orang tua, sudah berapa kali anda mengucapkan terima kasih ? Wah, saya sendiri malu untuk menjawabnya. πŸ™‚

Baiklah, saya akan menyudahi tulisan ini. Saya akan menghubungi orang tua saya dan mengucapkan terima kasih atas semuanya. Apapun itu. Pokoknya, saya akan berterima kasih kepada mereka. Bagi anda yang membaca tulisan ini, terutama yang sudah tinggal jauh dari orang tua, segera hubungi orang tua. Bicaralah kepada mereka bahwa anda sangat rindu kepada mereka. Bagi anda yang sudah tidak memiliki orang tua (maaf), anda sebaiknya meluangkan waktu untuk berdoa yang ditujukan kepada orang tua anda. πŸ™‚

Salam,

-IT-

Radio IT Juni 23, 2007

Posted by irvan132 in Ide.
8 comments

Hari ini saya tidak pergi ke mana-mana. Hanya berdiam diri saja di rumah. 😦 Ini karena teman-teman saya balik ke Bandung untuk mengikuti acara pelantikan kru-kru baru ARC pada kaderisasi 2007. Saya tidak ikut pulang karena masalah klasik, yaitu masalah ekonomi. πŸ˜€ Karena hanya bersantai di rumah, radio merupakan teman setia bagi saya. Hari ini, saya sudah mendengar radio selama 8 jam, dari pagi sampai sore. Di sela-sela mendengar radio, saya sempat melamun. Lamunan ini berisi tentang pertanyaan saya bahwa di Indonesia belum ada radio yang membahas total masalah IT. Hmm, langsung saja saya tulis ide saya ini. πŸ˜› Siapa tahu ada yang membaca dan langsung membuat siaran radio ini (ha ha ha).

Berbicara tentang radio, sampai sekarang saya belum menemukan radio yang secara full membahas masalah teknologi informasi (IT = Information Technology). Radio-radio yang ada sekarang ini, hanya membahas masalah pergaulan dan masalah sosial. Masalah IT masih jarang dibahas. Jangankan di radio, di televisi pun masalah IT masih sedikit sekali. Jika ada radio yang membahas masalah IT, saya yakin informasi tersebut bisa sampai ke masyarakat di daerah-daerah pelosok. Bagaimana tidak, setiap orang di desa pasti memiliki radio sebagai sarana informasi. Televisi hanya ada di Balai Desa atau pun di rumah-rumah para pejabat desa. Menonton televisi akan dilakukan jika ada acara-acara tertentu saja. Akan tetapi, mendengar radio dapat dilakukan setiap hari. Dari sini, informasi IT dapat sampai kepada mereka.

Isi dari radio IT adalah hal-hal yang berhubungan dengan internet. Apapun itu, mulai dari hiburan, olahraga, berita, kesenian, dan lain-lain. Setelah itu, radio ini juga sebagai ajang untuk berbagi pengalaman dan kemampuan di kalangan pencinta IT. Dengan demikian, orang-orang yang masih asing dengan IT bisa lebih tertarik dengan masalah IT, dan tujuan yang paling utama adalah mereka dapat belajar IT sambil mendengarkan radio. Pokoknya, ASYIK ! πŸ˜›

Dalam tahap pengembangan, radio IT ini dapat didengarkan di daerah mana saja. Misalnya, base station radio berada di Jakarta, orang di Bandung pun dapat mendengarkan radio ini. Malahan, orang yang ada di Pulau Sumatera dan Kalimantan, bisa mendengar dan berinteraksi dengan radio ini. Saya juga kurang mengerti teknologi apa yang digunakan. Akan tetapi, teknologi jaringan ini sudah dilakukan oleh radio yang ada sekarang, seperti Tri Jaya FM. Dengan begitu, orang yang mendengar semakin banyak dan informasi yang tersebar akan semakin luas. Harapan saya semoga saja ada pihak-pihak yang kreatif yang memikirkan hal ini. Karena masyarakat sudah banyak menyerap hal-hal yang kurang bermanfaat dari siaran televisi. Saya yakin radio ini dapat booming di kalangan pencinta radio. HIDUP RADIO IT ! πŸ˜€

Salam,

-IT-

Lantai 4 dan 13 Juni 22, 2007

Posted by irvan132 in Tempat.
15 comments

Mungkin hal ini udah sering kita dengar. Akan tetapi, saya hanya ingin mengetahui sebabnya karena apa. Yah, hanya sekedar ingin tahu saja. πŸ˜€

Seperti judul di atas, saya masih heran mengapa gedung-gedung pencakar langit di Jakarta tidak menuliskan angka 4 dan angka 13 pada tombol lift mereka. Secara fisik, lantai 4 dan 13 itu ada jika kita menghitung dari bawah. Sebagai informasi saja, di gedung Menara Thamrin, tempat saya melakukan KP, tombol angka 4 tidak ada. Tombol angka 4 diganti dengan 3A. Malahan, saya tidak menemukan tombol angka 13 pada lift gedung. Hal ini juga terjadi pada gedung Grand Indonesia yang hampir selesai dibangun. Pada gedung yang memiliki 8 lantai ini, tombol angka 4 juga diganti dengan tombol angka 3A. Saya masih bingung dengan hal ini. Apakah memang ada perjanjian khusus di antara para pembuat gedung tinggi untuk meniadakan lantai 4 tersebut ? Hmm, saya juga tidak tahu. πŸ™‚

Kalau lantai 13 ditiadakan, ini memang sering saya dengar. Kabarnya (tidak tahu dari mana, πŸ˜€ ), para penyewa gedung tidak mau menyewa lantai ini. Hal ini karena mitos bahwa lantai tersebut akan membawa kesialan bagi penghuninya. Kita sudah tahu bersama bahwa angka 13 identik dengan angka sial dan hal-hal mistis. Malah, sekarang sudah ada filem Indonesia yang berjudul Lantai 13 (he he he). Ini bukan promosi. Saya juga belum menonton filem tersebut.

Hmm, ada-ada saja mitos seperti ini. Anda boleh percaya, boleh juga tidak. Bila anda naik ke dalam lift salah satu gedung tinggi, coba amati lantai mana yang tidak ada pada tombol lift. Jangan-jangan, selain lantai 4 dan 13, ada lagi lantai yang tidak ada. Misteri. πŸ™‚

Roti Bakar Edi Raden Patah Juni 21, 2007

Posted by irvan132 in Tempat.
9 comments

Ada tempat “nongkrong” yang asyik lagi. Daerahnya di sekitar Blok M. Tepatnya, di Jalan Raden Patah, Jakarta Selatan. Saat saya lihat layar handphone saya, tertulis Universitas AL-Azhar dari penunjuk daerah. Hmm, saya pikir tempat ini terletak di belakang kampus tersebut. Saya diajak teman saya “nongkrong” di sini. Sekalian, untuk melepas stres (ha ha ha, seperti biasa). Nama tempatnya sendiri, saya tidak tahu persis. Yang penting adalah suasana. πŸ˜€

Tempat ini berada tepat di pinggir jalan. Yang berjualan di sana sangat banyak. Mulai dari siomay Bandung, batagor, nasi goreng, roti bakar, seafood, soto betawi, dll. Sepertinya semua makanan tersedia. πŸ˜› Karena rindu dengan roti bakar, saya memesan roti bakar, roti bakar BURJU (tabur keju). Ditambah dengan minuman ovaltine dingin biar sehat. Saat pesanan datang, saya langsung makan. Hmm, enak. Roti berisi cokelat (tentunya bukan cokelat yang kiloan) dan ditaburi keju, benar-benar empuk di lidah. Sedap. πŸ˜€ Rotinya ada 6 potongan kecil. Porsi yang pas untuk dimakan oleh satu orang. Di sana, suasana lumayan nyaman. Banyak yang datang, tentu saja para anak-anak gaul Jakarta (ha ha ha). Akan tetapi, orang kantor juga tidak sedikit. Orang tua dan muda berbaur jadi satu. Saya pikir tempat ini mirip dengan Kafe Madtari di Bandung. Bedanya, kafe tersebut dipenuhi oleh anak muda saja. Jarang sekali ditemukan orang tua “nongkrong” di Kafe Madtari.

Untuk harganya, cukup terjangkau. Pesanan saya seharga 12 ribu rupiah, roti bakar dan ovaltine. Saya juga lihat bahwa harga batagor 9 ribu, nasi goreng 10 ribu (bervariasi), dan aneka minuman seharga 5 ribu rupiah. Lagipula suasana di sana enak untuk bersantai. Banyak “pemandangan” bagus (ha ha ha). Sebenarnya di daerah Tebet sana, ada tempat “nongkrong” yang tidak kalah asyik. Semalam, saya hanya melintas. Dari mobil, saya melihat Kafe Burger & Grill dan beberapa distro pakaian. Di sini lumayan juga, tetapi lain kali saja dicoba (sudah malam). Buat anda yang ingin bersantai dengan biaya terjangkau, tempat “nongkrong” di Jalan Raden Patah dan di daerah Tebet sangat tepat untuk dikunjungi. πŸ˜€

Salam,

-IT-