jump to navigation

Jalan-jalan di Jakarta Juni 16, 2007

Posted by irvan132 in Tempat.
trackback

Tadi malam, saya baru pulang dari jalan-jalan.😛 Kali ini bukan hedon. Saya hanya ingin melepas lelah setelah pulang kantor. Perlu diingat bahwa jangan terlalu sering bekerja (workaholic). Karena itu tidak baik. Dengan kata lain, perbuatan yang kurang maupun yang berlebihan tidaklah baik. Apapun itu. Tujuan saya kali ini adalah Blitz Megaplex, Jakarta. Saya memilih tempat ini karena ini yang paling dekat dari kos-kosan saya. Saya nge-kos di daerah Kebon Kacang, Jakarta Pusat. Untuk mencapai Blitz, saya hanya perlu berjalan kaki saja. Tempatnya dekat.

dsc00561.jpg

Setelah makan sate ayam di pinggir jalan (ha ha ha, maklum anak kos), saya Wildan dan Firman memutuskan untuk hang out ke Blitz. Ini merupakan pengalaman pertama kali. Saya juga ingin tahu bagaimana suasana nongkrong di sana. Blitz Megaplex terletak di lantai 8 Grand Indonesia. Saat masuk, ternyata masih banyak toko yang kosong. Malahan, masih ada tukang yang bekerja di dalamnya. Aroma cat dan kapur tembok masih terasa. Kalau saya lihat, pembangunan gedung ini masih sekitar 80 %. Saya langsung naik escalator saja untuk ke atas. Suasana agak sepi, saya tidak tahu apakah karena gedung yang sangat luas atau karena pengunjung yang sedikit berkurang. Kami tetap jalan-jalan keliling gedung. Sampai akhirnya, tidak ada lagi escalator, kami naik lift saja. Langsung menekan tombol angka 8 menuju ke Blitz. Blitz terletak di lantai teratas Grand Indonesia.

Hmm, suasana berubah menjadi ramai. Orang yang lalu lalang terlihat ramai. Pertama kali masuk, suasana benar-benar nyaman (khas-nya Blitz,😀 ). Dengan AC yang dingin dan arsitektur yang mewah, tempat ini sangat enak untuk hang out. Filem-filem yang ditayangkan semuanya up to date. Yang membuat saya betah adalah adanya tempat duduk untuk menunggu. Sofa yang empuk. Hal yang jarang saya temui di pusat perbelanjaan lain. Dengan adanya sofa ini, pengunjung tidak selamanya datang dan nonton. Akan tetapi, ada suasana santai juga. Itu yang saya dapat di sana. Seperti Blitz yang ada di Bandung, studio filem juga ada di lantai atas. Karena tidak ingin nonton filem, saya tidak melihat-lihat lantai atas. Di lantai ini juga terdapat rental X-Box untuk umum dengan spesifikasi khusus untuk para gamer. Saya tidak mencoba, hanya melihat dari luar saja (ha ha ha). Terakhir, saya langsung menuju ke kafe yang ada di Blitz untuk melepas lelah seharian di kantor. Saya memesan dessert dan teman-teman memesan minuman. Dengan kaca transparan, saya melihat pemandangan daerah kos-kosan saja. Hmm, tampak kurang bagus memang pemandangannya.😀 Akan tetapi, ruangannya sungguh dingin dan nyaman. Enak untuk bersantai dengan harga sekitar 20 ribu bervariasi (standar). Setelah jam 10.30 malam, saya pulang. Senin depan saatnya Nomat (Nonton Hemat). Filem yang ingin ditonton menyusul di depan saja. Yang penting menonton dulu orang yang akan nonton. Ha ha ha.

Sore ini, saya dijemput teman-teman dari Jakarta. Mereka semua kuliah di STAN. Dari sana, saya langsung jalan-jalan menuju Plaza EX. Hmm, ternyata benar. Ini merupakan salah satu tempat “tongkrongan” anak-anak gaul Jakarta (AGJ). Saat di sana, saya ketemu dengan Didit, anak Teknik Komputer 2004. Wah, saya jadi tidak enak untuk menyapa, karena dia bersama pacarnya. Tetapi, tidak apa-apa, dia langsung saya sapa. Ya sudah, ngobrol-ngobrol di jalan tidak sampai 5 menit. Setelah dari EX, saya langsung ke Pondok Indah Mal (PIM). Saat saya ke sana tahun 2005, PIM 2 belum selesai dibangun. Akan tetapi, sekarang bangunan sudah sangat megah. Bahkan, PIM dan PIM 2 sudah menyambung menjadi satu, sama seperti Plaza EX dengan Plaza Indonesia. Di PIM tadi, saya harus bertemu dengan artis. Itu sudah menjadi tradisi. Harus bertemu artis kalau sudah jalan-jalan di mal. Eh ternyata benar, tadi ketemu Indra Birowo dan keluarga serta Nadine (mantan Putri Indonesia 2005). Ha ha ha, melihat mereka saja sudah syukur. Saya pulang dari sana melewati Perumahan Pondok Indah. Wah, megah perumahaan elit. Ada anekdot lucu bahwa orang baru bisa disebut kaya jika sudah memiliki rumah di sini.😀 Saya juga setuju dengan anekdot itu. Semua rumah sangat mewah. Malam ini, diajak ke daerah Kemang oleh teman-teman. Seperti biasa, hang out. Ya sudah, saya pergi dulu ya. Nanti, saya akan cerita-cerita lagi. Oh iya, sebagai informasi saja, saya lagi memakai internet di kampus STAN, di Plasma (Plaza Mahasiswa).

Salam,

-IT-

Komentar»

1. nanda - September 15, 2010

ooo,,, ya udah
ati2 gan

2. andre - September 15, 2010

met jalan2
,,,

3. Iwan - Februari 19, 2011

Jakarta unik..!
Di kampung tidung.

4. Iwan - Februari 19, 2011

Mau coba !

5. rent application - Juni 12, 2014

all the time i used tto read smaller content that also clear their motive, and that
is also happening wth this paragraph which I am reading now.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: