jump to navigation

Copet Sana-Sini ! Juli 6, 2007

Posted by irvan132 in Berita.
8 comments

Kasus pencopetan terjadi kapan saja dan di mana saja. Sebagai contoh kasus, seorang karyawan Lintasarta, anak EL ITB angkatan 2002, mengalami nasib sial. Dia mengalami pencopetan handphone bermerek Sony Ericsson K 750i tadi pagi dalam perjalanan menuju ke kantor. Contoh lain, teman saya Baskara (EL 04), mengalami hal serupa. Akan tetapi, pencopetan saat itu terjadi pada sore hari, saat hendak pulang ke rumah. Makin marak saja aksi para pencopet ini. 😦

Modus pencopetan sekarang bermacam-macam. Karyawan Lintasarta tadi, dicopet saat ada orang yang berkata bahwa celananya terlipat. Tentu saja, dia melihat ke bawah, melihat celananya. Wah, ternyata di situlah terjadi pencopetan. Handphone miliknya lenyap. Ternyata itu merupakan trik untuk mengalihkan perhatian korban, kemudian pelaku melakukan operasi. Salahnya, karyawan ini meletakkan handphone tersebut di pinggang, memakai soft case tambahan. Hmm, menurut saya hal itu sangat mengundang perhatian para pencopet. 😀 Sebaiknya, anda berpikir dua kali meletakkan handphone di pinggang saat naik Kopaja. By the way, pencopetan ini terjadi di Kopaja 19 jurusan Blok M – Tanah Abang saat karyawan tersebut mau turun dari bus.

Lain lagi dengan cerita teman saya, Baskara. Dia mengalami pencopetan di dalam Trans Jakarta (Busway). Seperti biasa, di sore hari, angkutan yang satu ini penuh sesak. Semua orang kantor rata-rata menggunakan Busway untuk pulang ke rumah. Di tengah kerumunan orang, sangat sulit untuk bergerak, apalagi mau memeriksa barang-barang berharga. Karena kondisi ini, Baskara kehilangan telepon genggamnya. Saran dari dia adalah sebaiknya tas diletakkan di bagian depan jika Busway penuh sesak. Jangan disandang. Hal ini mencegah orang lain membuka tas kita. Untuk lebih aman, belilah “gembok” kecil untuk mengunci tas anda. 😀

Yang lebih parah adalah kasus pencopetan yang menimpan sepupu perempuan saya. Dia dicopet saat mau turun dari Metro Mini 66 di Kuningan. Cara untuk mengalihkan perhatian korban adalah pelaku seolah-olah mengusir semut di lengan sepupu saya itu. Spontan saja sepupu saya marah diperlakukan begitu. Nah, pada saat turun dari bus, telepon genggam Nokia N-70 sudah hilang dari tasnya. Kalo menurut saya, selain kasus kriminal, pelecehan seksual telah terjadi di sana. 😦

Saya hanya bisa berpesan agar pembaca berhati-hati. Pencopetan bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Waspadalah ! 😀

Salam,

-IT-