jump to navigation

Kereta Api Pakuan Express Juli 10, 2007

Posted by irvan132 in Berita.
17 comments

Kali saya akan menceritakan pengalaman saya pertama kali naik kereta api Pakuan Express. Sabtu lalu, saya naik kereta ini dari Bogor menuju Jakarta. Sebenarnya, saya hampir terlambat naik. Saya baru tiba di stasiun Bogor tepat saat pengumuman bahwa kereta ini akan segera berangkat. Langsung saja, saya buru-buru membeli tiket daripada harus menunggu kereta berikutnya. Ya sudah, setelah beli tiket, saya segera mengejar kereta. Saya takut pintu kereta ditutup. 😛 By the way, saya berangkat dari Bogor kemarin pukul 15.30 WIB.

Di dalam kereta, suasana cukup padat. Semua kursi sudah terisi penuh. Orang-orang yang berdiri pun cukup ramai, tetapi mereka tidak menghalangi jalan. Setahu saya, kereta ini merupakan kereta “sumbangan” Pemerintah Jepang kepada Indonesia. Dan uniknya, kereta jenis ini sudah menjadi barang “kadaluarsa” di Jepang sana. Akan tetapi, mereka memberikan kepada Indonesia sebagai bantuan sarana transportasi. Hal ini mirip dengan pemberian bantuan bus-bus Jepang kepada Indonesia. Siapa yang cerdas di sini ? 😀

Harga tiket kereta ini sebesar 13.000 rupiah. Fasilitasnya adalah kursi (sofa) yang cukup nyaman dan Air Conditioner (AC). Bila penumpang sesuai dengan kapasitas kursi, suhu udara di dalam kereta sangat dingin. Di dalam 1 gerbong, terdapat 8 buah kursi yang disusun berhadapan. Empat kursi berkapasitas 4 orang dan empat kursi yang lain mampu menampung 7 orang. Tak lupa pula disediakan pegangan tangan untuk penumpang yang berdiri.

pakuan.jpg

Karena terburu-buru, saya naik kereta dari gerbong belakang. Di sana, penumpang sangat padat. Triknya adalah carilah kursi ke gerbong depan, gerbong di belakang kepala kereta. Di sana biasanya banyak terdapat kursi kosong. Hal ini karena tipe orang Indonesia malas untuk menjelajah, hanya ingin mencari yang terdekat. 😛 Dengan cara ini, saya bisa dapat tempat duduk. Kereta ini juga tidak pernah berhenti pada stasiun-stasiun kecil. Stasiun yang disinggahi dari Bogor adalah Stasiun Gondangdia, Stasiun Gambir, dan terakhir Stasiun Jakarta Kota. Semua stasiun sudah berada di Jakarta. Lalu, pedagang asongan tidak diperbolehkan berdagang di dalam kereta ini.

Nah, di dalam kereta kemarin, saya bertemu aktor era 80-an. Dia adalah Herman “Ngantuk”. Saya terkejut melihat beliau. Dengan memakai kaos dan celana pendek, dia santai naik kereta. Tampaknya dia bersama istrinya. Sekarang, dia sudah harus berjalan menggunakan tongkat. Mungkin, beliau sudah termakan usia sehingga sulit untuk berdiri. Foto di atas saya ambil dari Multiply seseorang, di SINI. Thanks. 😀 Itu saja tentang perjalanan saya kemarin, semoga bermanfaat.

Salam,

-IT-