jump to navigation

Kereta Api Pakuan Express Juli 10, 2007

Posted by irvan132 in Berita.
trackback

Kali saya akan menceritakan pengalaman saya pertama kali naik kereta api Pakuan Express. Sabtu lalu, saya naik kereta ini dari Bogor menuju Jakarta. Sebenarnya, saya hampir terlambat naik. Saya baru tiba di stasiun Bogor tepat saat pengumuman bahwa kereta ini akan segera berangkat. Langsung saja, saya buru-buru membeli tiket daripada harus menunggu kereta berikutnya. Ya sudah, setelah beli tiket, saya segera mengejar kereta. Saya takut pintu kereta ditutup.๐Ÿ˜› By the way, saya berangkat dari Bogor kemarin pukul 15.30 WIB.

Di dalam kereta, suasana cukup padat. Semua kursi sudah terisi penuh. Orang-orang yang berdiri pun cukup ramai, tetapi mereka tidak menghalangi jalan. Setahu saya, kereta ini merupakan kereta “sumbangan” Pemerintah Jepang kepada Indonesia. Dan uniknya, kereta jenis ini sudah menjadi barang “kadaluarsa” di Jepang sana. Akan tetapi, mereka memberikan kepada Indonesia sebagai bantuan sarana transportasi. Hal ini mirip dengan pemberian bantuan bus-bus Jepang kepada Indonesia. Siapa yang cerdas di sini ?๐Ÿ˜€

Harga tiket kereta ini sebesar 13.000 rupiah. Fasilitasnya adalah kursi (sofa) yang cukup nyaman dan Air Conditioner (AC). Bila penumpang sesuai dengan kapasitas kursi, suhu udara di dalam kereta sangat dingin. Di dalam 1 gerbong, terdapat 8 buah kursi yang disusun berhadapan. Empat kursi berkapasitas 4 orang dan empat kursi yang lain mampu menampung 7 orang. Tak lupa pula disediakan pegangan tangan untuk penumpang yang berdiri.

pakuan.jpg

Karena terburu-buru, saya naik kereta dari gerbong belakang. Di sana, penumpang sangat padat. Triknya adalah carilah kursi ke gerbong depan, gerbong di belakang kepala kereta. Di sana biasanya banyak terdapat kursi kosong. Hal ini karena tipe orang Indonesia malas untuk menjelajah, hanya ingin mencari yang terdekat.๐Ÿ˜› Dengan cara ini, saya bisa dapat tempat duduk. Kereta ini juga tidak pernah berhenti pada stasiun-stasiun kecil. Stasiun yang disinggahi dari Bogor adalah Stasiun Gondangdia, Stasiun Gambir, dan terakhir Stasiun Jakarta Kota. Semua stasiun sudah berada di Jakarta. Lalu, pedagang asongan tidak diperbolehkan berdagang di dalam kereta ini.

Nah, di dalam kereta kemarin, saya bertemu aktor era 80-an. Dia adalah Herman “Ngantuk”. Saya terkejut melihat beliau. Dengan memakai kaos dan celana pendek, dia santai naik kereta. Tampaknya dia bersama istrinya. Sekarang, dia sudah harus berjalan menggunakan tongkat. Mungkin, beliau sudah termakan usia sehingga sulit untuk berdiri. Foto di atas saya ambil dari Multiply seseorang, di SINI. Thanks.๐Ÿ˜€ Itu saja tentang perjalanan saya kemarin, semoga bermanfaat.

Salam,

-IT-

Komentar»

1. arif - Juli 11, 2007

ah bob. tumben postinganmu commentnya sepi. sini dah tak kasih comment, he he he

2. irvan132 - Juli 11, 2007

@ arif
yang penting informasinya nyampe, Mas. bukan commentnya.๐Ÿ˜€ sok tau banget ya.

-IT-

3. franky - Juli 11, 2007

tapi ngomong2 keretanya nyaman ngga? padahal jepang itu membuang lho bukan memberi bantuan…karena di negaranya udah ada lagi yg lebih canggih…hehehehe

4. irvan132 - Juli 11, 2007

@ franky
nyaman kok mas. kalo standar indonesia udah termasuk nyaman banget. iya ya, Jepang emang pinter. buang “sampah” ke Indonesia.๐Ÿ˜ฆ

-IT-

5. arif - Juli 11, 2007

itu orang jepangnya yang pinter apa orang indonesianya yang goblok๐Ÿ˜€

6. paijo goblok - Agustus 27, 2007

Mas,sampeyan naik kereta api apa kereta listrik???

7. irvan132 - Agustus 27, 2007

@ paijo
kereta api pake listrik mas. hehehe

-IT-

8. kevin-krl - Agustus 30, 2007

Itu pakuan hibah, seri 6000. Kali pertama dibuat tahun 1968, dihibahkan ke Indonesia melalui Dephub.

Setahu saya, karcisnya cuma 11 ribu atau 6 ribu kalau yang semi ekspres. Itu berarti rangkaian 6151-6156F yang 6 gerbong, sekarang buat line Bekasi.

Ada kok yang lebih bagus, seperti seri 8000 (1972), 8500 (1986), 1000 (1992), atau 5000 (1972). KRL bekas Jepang ini sering mogok dan kebanyakan nganggur di depo bogor atau bukit duri, tapi tetep aja dibeli.

Yang bego orang Indonesia atau orang Jepang yang kepinteran? Apalagi di negara aslinya itu KRL kelas 2 (setara layanan ekonomi) karena “boros listrik” dan “sudah terlalu uzur”.๐Ÿ˜€

9. deethalsya - Agustus 30, 2007

dugh.. kereta bekas Jepang yah???!!๐Ÿ˜€

10. iman_n - Desember 1, 2007

Lumayan….bisa naek kereta jepun cing! tp dasar Indonesia, tetep aja jorok makenya….๐Ÿ˜ฆ

11. iman_n - Desember 1, 2007

Mas, copas foto keretanya ya? Sy mo pake buat ilustrasi tulisan di blog sy….boleh khan? boleh ya?

12. Irvan - Desember 1, 2007

@ iman_n
silahkan diambil. saya juga mengambil foto tersebut dari multiply seseorang, tapi saya lupa sumbernya.
maaf tidak bisa menyebutkan sumber fotonya.๐Ÿ™‚

-IT-

13. setyo - Februari 14, 2008

AWAS!!!! KA Sri Tanjung Lepuyangan – Banyuwangi rawan copet dan maling.

14. ipasha96 - Juni 3, 2009

Hmm kalau dibilang itu kereta kadaluarsa sepertinya gak betul juga sih…karena di Tokyo kereta yang sejenis masih digunakan kok, cuma gak ngerti seri apa.

Pengalaman saya ketika ke Jepang tahun lalu, begitu menaiki kereta dari Tokyo menuju Kawasaki..seakan sedang menaiki Pakuan Ekspress๐Ÿ˜€ Karena memang sama persis keretanya hingga warna kain pembungkus kursinya heheheheh mungkin yang agak sedikit beda, yang di Jepang ketika berjalan keretanya tidak terlalu terasa bergoyang-goyang seperti saudaranya yang beroperasi di lintasan Jakarta – Bogor๐Ÿ˜€

15. hazim - Juni 22, 2009

babi orang tokyo ..korang pon same ..sape melawan kena rogol ingat ya!!!!

16. Kebaya Encim Grosir - Tips Memilih Baju Kebaya - Januari 25, 2015

[…] Kereta Api Pakuan Express | Irvan Tambunan | The Blog โ€“ Kereta Api Pakuan Express Juli 10, 2007 Posted by irvan132 in Berita. trackback. Kali saya akan menceritakan pengalaman saya pertama kali naik kereta api Pakuan Express… […]

17. Grosir Kebaya Encim Bandung - Tips Memilih Baju Kebaya - Januari 27, 2015

[…] Kereta Api Pakuan Express | Irvan Tambunan | The Blog โ€“ Kereta Api Pakuan Express Juli 10, 2007 Posted by irvan132 in Berita. trackback. Kali saya akan menceritakan pengalaman saya pertama kali naik kereta api Pakuan Express… […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: