jump to navigation

Alasan Makan dengan Pelan Juli 17, 2007

Posted by irvan132 in Kehidupan.
trackback

Kadang-kadang, dalam makan, kita sering terburu-buru. Hal ini disebabkan oleh banyak alasan. Mungkin karena takut terlambat, sedang dalam perjalanan, dan terlebih lagi ada restoran yang khusus menjual makanan cepat saji (fast food). Bukan hanya cara penyajian saja yang cepat, kita juga bisa makan dengan cepat. Ini sering terjadi dalam kehidupan kita.😦

makanan-sehat.jpg

Kita anda membaca Slow Food Manifesto, anda tidak hanya akan menemukan cara untuk sehat, tetapi juga gaya hidup sehat. Saya sangat menyarankan anda membacanya.😛 Terlepas anda mau mengikuti gaya hidup sehat atau tidak, terdapat beberapa alasan yang harus anda pertimbangkan tentang makan dengan pelan. Berikut ini alasannya :

Menurunkan berat badan. Menurut penelitian, saat makan dengan pelan, kita mengonsumsi beberapa kalori. Faktanya, cukup untuk mengurangi 10 kilogram dalam setahun tanpa melakukan sesuatu apapun. Otak memerlukan waktu 20 menit untuk menyadari bahwa kita sudah kenyang. Makan dengan pelan, menyadari bahwa kita sudah kenyang, dan kita dapat berhenti makan tepat waktu. Jadi, untuk mengurangi berat badan, kita harus makan dengan pelan.

Menikmati makanan. Ini merupakan alasan yang sangat masuk akal. Saya teringat dengan kejadian yang dialami teman saya. Karena makan dengan cepat, dia sempat tersedak saat makan. Wah, tentu hal ini sangat menyiksa. Suasana makan pun terasa tidak enak lagi. Dengan makan pelan, kita dapat merasakan nikmatnya rasa makanan yang kita santap.

Pencernaan yang baik. Jika kita makan dengan pelan, kita dapat mengunyah makanan secara sempurna. Saya teringat pelajaran di SD bahwa kita harus mengunyah makanan sebanyak 32 kali sebelum ditelan. Ini dapat membuat pencernaan kita menjadi lancar. Karena sudah dikunyah dengan sempurna di dalam mulut, usus halus tidak perlu bersusah payah menguraikan makanan lagi untuk menyerap sari-sari makanan. Dengan ini, pencernaan menjadi lebih baik.

Mengurangi stres. Saat makan dengan pelan, otomatis konsentrasi hanya tertuju pada makanan. Kita tidak akan berpikir pada masalah yang sedang dihadapai. Dengan demikian, masalah yang dapat membuat kita stres akan hilang sementara. Ada beberapa orang yang percaya bahwa salah satu cara mengurangi stres adalah dengan makan. Menurut saya, hal ini ada benarnya juga.😛

Melawan terhadap fast food dan fast life. Gaya hidup instan membuat kita sering untuk memakan makanan cepat saji. Sebut saja restoran fast food yang terkenal seperti McDonald’s. Hal ini membuat hidup kita menjadi tidak sehat, penuh dengan stres, dan tidak menyenangkan. Saya menyarankan kepada anda agar tidak sering mengunjungi restoran tersebut. Sebisa mungkin untuk dihindari. Makanlah di restoran yang sehat, atau lebih baik masaklah makanan anda sendiri. Selain lebih sehat, memasak dapat memberikan kesenangan kepada kita.😀

Semoga tulisan ini bermanfaat. Kendalikan kecepatan makan anda. Tulisan ini saya terjemahkan secara bebas dari SINI.

Salam,

-IT-

Komentar»

1. Thamrin - Juli 17, 2007

Kadang susah untuk mencari waktu yang benar-benar pas agar bisa menikmati makanan. Paling-paling hari Sabtu atau Minggu atau jika sedang cuti/libur….
Kasihan anak-anak yang sedang sekolah, kadang mereka harus makan pagi terburu-buru.

2. arie - Juli 17, 2007

sebenernya lebih sering karena kebiasaan aja.. bukan alasan2 lain..

3. sezsy - Juli 17, 2007

serius bikin kurus????
mulai sekarang maaaakkaaaannnnyyyaaaa peeeellllaaaaannnn-peeellllaaaannnn aaaaahhhhhhhhh…..

4. ario dipoyono - Juli 17, 2007

yang jelas untuk gaya militer yang telah di terapkan turun-menurut (termasuk yang diterapkan ibu saya kepada saya) itu ga berlaku. Dan untuk yang menghargai waktu makan pelan sama aja membuang uang.

5. aribowo - Juli 17, 2007

wah nice tips neeh, layak untuk dicoba dan mulai dibiasakan

6. irvan132 - Juli 17, 2007

@ Thamrin
diatur-atur aja mas waktunya. biasakan si anak bangun pagi-pagi.

@ arie
ga ngerti gw komentar lo…😦

@ sezsy
boleh dicobain mbak.

@ aryo dipoyono
bisa iya, bisa ga. tergantung itu.

@ aribowo
silahkan mas.

-IT-

7. fisto - Juli 17, 2007

wah berarti gak berlaku buat saya ya…saya klo makan cepet tapi tetep kurus kerontang gini…

8. mathematicse - Juli 17, 2007

Wah kata orang, orang yang makannya cepet, kerjanya juga cepet. Kalau yang lambat, bekerjanya juga lambat. Mana yang bener nih?

Btw, dengan memasak makanan sendiri, selain lebih sehat juga lebih hemat. Hehehe….😀

9. arif - Juli 18, 2007

20 menit untuk menyadari perut kita sudah kenyang? ternyata manusia lebih bodoh dari yang kukira. hahaha😀

10. arie - Juli 18, 2007

gini bob..

u said “Hal ini disebabkan oleh banyak alasan. Mungkin karena takut terlambat, sedang dalam perjalanan, dan terlebih lagi ada restoran yang khusus menjual makanan cepat saji (fast food).”

klo pun aq maem cepet (gak pelan, maksudnya..) , aq gak punya alasan untuk itu.. lebih karena kebiasaan maem cepet aj..

gt.. :p

11. irvan132 - Juli 18, 2007

@ fisto
masalah gen juga itu.😀

@ mathematicse
lebih hemat, pasti tuh.

@ arif
ga bodoh-bodoh amat lah. hihihi

@ arie
oh gitu. cobain lah, makannya pelan-pelan.

-IT-

12. Neo Forty-Nine - Juli 18, 2007

Selamat makan

Tapi saya makannya ga pelan pelan amir

13. Hendy Irawan - Juli 23, 2007

Makan Pelan Mengunyah itu *Sangat* Penting!

14. irvan132 - Juli 24, 2007

@ hendry
setuju itu. 32 kunyahan ya.😀

-IT-

15. Makan Pelan + Mengunyah itu *Sangat* Penting! - Hendy Irawan - Agustus 11, 2007

[…] Artikel Irvan Tambunan ini sangat bagus: Menurunkan berat badan. Menurut penelitian, saat makan dengan pelan, kita mengonsumsi […]

16. Domba Garut! - Agustus 13, 2007

Thanks for this entry. Menarik dan informatif bgt..
Seneng dah bisa mampir kesini, salam hangat dari afrika barat


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: