jump to navigation

Shuttle Bus di ITB Juli 30, 2007

Posted by irvan132 in Ide.
12 comments

Berhubung dengan semakin sempitnya lahan parkir di ITB, saya ingin menyumbang ide (LAGI) untuk setidaknya mengurangi jumlah permasalahan di kampus ini. Saya juga bingung dengan sempitnya tempat parkir ini. Makin hari, makin sempit saja. Sampai-sampai, sebagai pejalan kaki, saya terhambat karena begitu banyak kendaraan bermotor yang parkir. Hmm, apa boleh buat ? Akhirnya, saya mengalah dengan mencari jalan lain untuk masuk ke kampus.

Begini, saya juga memiliki ide agar ITB membuat sebuah shuttle bus untuk mengurangi kepadatan kendaraan bermotor di kampus. Shuttle bus ini beroperasi pada saat jam-jam sibuk kampus, seperti jam 07.00 pagi, jam 12.00 siang, dan jam 15.00 sore. Bus ini tidak dioperasikan di dalam kampus. Namun, di sekitar lingkungan kampus. Rute bus ini adalah Jalan Ganeca, melintasi Jalan Dago, masuk ke Jalan Dayang Sumbi, dan melewati jalan di depan Kebon Binatang ITB. Begitu saja seterusnya. Yang boleh naik bus ini tentu saja hanya civitas akademika ITB. Dengan menunjukkan KTM (Kartu Tanda Mahasiswa) atau tanda pengenal lain bahwa dia merupakan civitas akademika ITB, boleh menggunakan sarana ini. Sebagai tempat pemberhentian bus, buat saja halte sederhana di setiap jalan-jalan yang menjadi rute bus. Tidak perlu sebagus shelter Busway. Sederhana saja, yang penting layak digunakan.

shuttle-bus.jpg

Manfaat yang diberikan dengan adanya sarana ini adalah mengurangi keluar masuknya kendaraan bermotor di kampus. Coba kita pikir bersama, berapa banyak uang yang harus dikeluarkan oleh mahasiswa sebagai uang parkir saja bila dia ingin pergi ke tempat fotokopi di Pasar Balubur saat dia parkir di pintu belakang ? Ini tidak satu atau dua kali saja, bisa saja 3-4 kali bolak-balik ke kampus. Mungkin jumlahnya sekitar 2000 rupiah untuk satu orang. Akan tetapi, jumlahnya akan besar jika mahasiwa yang keluar masuk kampus ada 100 orang sehari. Mungkin ini bisa mengurangi pendapatan tukang parkir di ITB sendiri, tetapi dapat mengurangi kemacetan lalu lintas di gerbang belakang ITB saat jam makan siang. Kalau tidak percaya, anda boleh buktikan sendiri bagaimana keadaan lalu lintas di gerbang belakang ITB pada saat jam makan siang. Saya yakin macet sekali, istilahnya padat merayap. Tidak hanya kendaraan dari ITB, banyak juga kendaraan dari Sabuga yang keluar masuk. Belum lagi, angkot-angkot yang parkir untuk menunggu penumpang.

di-bus.jpg

Saya berharap, jika ITB ada kemauan untuk membuat sebuah shuttle bus, masalah kemacetan di sekitar ITB bisa dikurangi. Lalu, pengeluaran mahasiswa dapat ditekan untuk keperluan yang lain, untuk beli kertas HVS atau tinta printer misalnya. 😀 Semoga saja terlaksana nanti.

Sumber foto : INI dan INI.

Salam,

-IT-