jump to navigation

Orang Kaya Mengejar Pendidikan Agustus 8, 2007

Posted by irvan132 in Uncategorized.
7 comments

Semalam, saya dan teman-teman ARC jalan-jalan ke Kafe Warung Indung. Kami ke sana sekitar jam 23.00 WIB sehabis makan aneka steak di Suis Butcher. Saya mengetahui kafe ini setelah membaca tulisan Mas Yulian tentang Warung Indung. Ya sudah, kami memutuskan untuk mencobanya. Ternyata memang benar. Suasana kafe ini sangat artistik. Ruangan dipenuhi dengan berbagai lukisan. Sofa yang disediakan tergolong sangat nyaman. Enak sekali untuk bersantai.

Di sana, banyak sekali yang kami bicarakan. Salah satu topik pembicaraan yang menarik adalah orang kaya mengejar pendidikan. Teman saya, Saiful, mengatakan bahwa orang kaya sudah “sadar” pentingnya pendidikan sekarang ini. Dia bercerita jika zaman sudah berubah. Orang kaya tidak lagi bersikap acuh tak acuh (cuek) dengan pendidikan. Dahulu, orang kaya tidak concern. Mereka malas belajar karena menurut mereka kekayaan sudah ada. Tidak peduli kekayaan itu milik orang tua. Yang penting, tidak perlu lagi pendidikan karena sudah mapan. Hal ini menyebabkan mereka malas untuk belajar. Hasilnya, orang kaya tidak terlalu berambisi untuk masuk ke perguruan tinggi yang berkualitas. Mereka berpikir bahwa yang terpenting bisa kuliah. Tidak peduli tempat kuliah di mana. Zaman ini orang biasa adalah orang pintar.

buku.jpg

Nah, sekarang keadaan sudah berbeda 180 derajat. Akhir-akhir ini, orang kaya sudah peduli dengan pendidikan mereka. Sekarang orang-orang pintar adalah orang kaya. Mereka menganggap pendidikan sebagai tolak ukur seseorang. Di satu sisi, ini sangat baik. Orang akan makin sadar dengan pendidikan. Di sisi lain, di sana muncul persaingan untuk merebut pendidikan. Orang kaya akan berbuat apa saja untuk mencapai pendidikan yang tinggi. Hal ini karena mereka ditunjang dengan fasilitas lengkap. Akan tetapi, ini akan menghalangi orang biasa yang juga ingin menikmati pendidikan. Di sana akan terjadi perbedaan (gap) yang cukup besar.

Maksud saya adalah pendidikan lama-lama hanya untuk orang kaya saja. Dengan makin gencarnya orang kaya mengejar pendidikan, orang pintar yang tidak punya modal bisa tersisihkan. Ini berbahaya. Ini seperti zaman penjajahan dahulu dimana hanya orang-orang kaya atau pejabat tinggi yang bisa bersekolah (pendidikan). Jangan sampai ini terjadi. Semua orang harus menerima pendidikan. Pendidikan itu hak setiap orang.

Sumber foto : INI

Salam,

-IT-