jump to navigation

Tata Cara Pembuatan Paspor Agustus 16, 2007

Posted by irvan132 in Berita.
248 comments

Saya ingin berbagi cerita tentang proses bagaimana saya membuat paspor. Paspor merupakan salah satu dokumen yang penting yang harus dimiliki jika anda ingin mengunjungi negara lain. Tanpa paspor, anda tidak akan bisa berkunjung ke negara lain. Paspor berfungsi sebagai identitas diri seseorang di negara lain. Jadi, jangan harap negara lain mau mengakui KTP (Kartu Tanda Penduduk) sebagai bukti identitas. Yang berlaku adalah paspor.

Saya baru saja membuat paspor untuk keperluan perjalanan ke luar negeri. Tempat membuat paspor adalah Kantor Imigrasi Bandar Lampung. Saya membuat paspor di Lampung karena KTP saya adalah KTP Lampung. Saya tidak tahu apakah bisa membuat paspor di daerah yang berbeda dengan daerah KTP. Ada beberapa syarat yang diperlukan untuk membuat paspor, antara lain KTP asli dan fotokopi, Kartu Keluarga (KK) asli dan fotokopi, Akte Kelahiran asli dan fotokopi, Materai senilai 6000 rupiah, Surat Keterangan Pergantian Nama, Paspor Lama (bagi yang sudah pernah memiliki paspor lama), Surat Keterangan Sudah menikah, dan surat keterangan lain. Karena saya baru membuat paspor, saya hanya perlu menyerahkan empat syarat pertama. Akte Kelahiran saya ganti dengan Surat Ijazah SMA karena Akte Kelahiran saya hilang.

Untuk membuat paspor, kita harus “membeli” map yang berisi surat permohonan pembuatan paspor. Saya katakan “membeli” karena sudah jelas ada tulisan di depan map bahwa surat ini dapat diambil secara cuma-cuma (gratis), tetapi saya harus membayar 10 ribu rupiah untuk mendapatkan map tersebut. Ya sudah, saya bayar saja. Setelah mengisi data dengan lengkap dalam surat permohonan paspor tersebut, jangan lupa sertakan syarat yang telah disebutkan di atas dan serahkan ke loket Kantor Imigrasi. Setelah menyerahkan berkas ke loket, petugas akan menyuruh kita datang lagi. Saya menyerahkan berkas Hari Senin dan disuruh kembali pada Hari Kamis. Pada kedatangan kedua ini, dilakukan foto diri biometrik dan pengambilan sidik jari. Sidik jari yang diambil tidak hanya jari jempol saja, tetapi 10 jari tangan sekaligus.

Setelah pengambilan foto dan sidik jari, data diri akan dikirim dahulu ke Jakarta untuk diproses. Kemudian, saya membayar biaya pembuatan paspor di loket dan melakukan wawancara dengan petugas. Normalnya, saya harus datang lagi pada Hari Selasa untuk penandatangan paspor. Di sini saya “bermain”. Ternyata, teman saya sewaktu SMA ada yang berkerja di Kantor Imigrasi Bandar Lampung ini. Dia mengatakan bahwa saya tidak perlu menunggu sampai Hari Selasa untuk melakukan tanda tangan. Setelah berfoto dan pengambilan sidik jari jam 13.00 WIB, ternyata berkas paspor saya sudah jadi jam 17.00 WIB. Lalu, saya ditelepon teman saya tadi agar datang ke kantor untuk melakukan tanda tangan sore itu juga. Saya mengucapkan terima kasih kepada dia. Untuk pengambilan paspor Hari Selasa nanti, saya diwakilkan oleh orang tua saja. Hari Selasa (21 Agustus 2007), saya sudah berada di Bandung untuk kuliah. Jadi, saya minta teman saya ini untuk “mempercepat” proses pembuatan paspor. Di sinilah pentingnya arti seorang teman. Untung saja, saya memiliki banyak teman. Hidup menjadi mudah. 😀

kop-paspor.jpg

Untuk masalah biaya, ternyata pembuatan paspor tidak terlalu mahal. Saya menghabiskan uang sekitar 270 ribu rupiah. Buku paspor 48 halaman seharga 200 ribu, sidik jari 15 ribu, dan foto diri biometrik 55 ribu rupiah. Ternyata ada 2 jenis paspor, yaitu paspor 48 halaman dan paspor 24 halaman. Perbedaannya adalah paspor 48 halaman dibuat untuk umum dan paspor 24 halaman dibuat untuk Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Saya juga tidak tahu apa saja isi paspor. Paspor saya baru jadi nanti, Hari Selasa.

Itu saja pengalaman saya membuat paspor. Semoga bermanfaat. Terakhir, saya sudah siap jalan-jalan ke luar negeri (ha ha ha).

Salam,

-IT-