jump to navigation

Nasib Pedagang Pagi September 18, 2007

Posted by irvan132 in Kehidupan.
trackback

Bulan Ramadhan memang bulan yang penuh berkah. Tidak hanya bagi orang muslim, tetapi semua manusia juga merasakan bahwa bulan ini memang bulan yang membawa berkah. Berbicara tentang berkah, atau lebih suka saya sebut rezeki, saya berpikir bagaimana nasib pedagang yang mencari rezeki pada pagi hari. Saya ambil contoh adalah pedagang nasi uduk, walaupun banyak juga yang berdagang nasi uduk pada malam hari. Lebih khusus adalah pedangang nasi uduk di depan Bimbel SSC Sumur Bandung dan di daerah Pasar Simpang Dago.

Kalau hari biasa (bukan Bulan Puasa), saya yakin mereka mendapat rezeki dari orang-orang yang ingin sarapan pagi. Tentu saja, pasti hasilnya sangat sebanding karena mereka menjual suatu produk yang sangat dicari banyak orang pada pagi hari. Akan tetapi, bagaimana nasib mereka mencari rezeki pada bulan puasa ini? Berhubung pagi hari orang-orang banyak yang melakukan ibadah puasa. Tentu saja, keuntungan mereka akan turun secara drastis, atau bahkan tidak mendapat untung sama sekali.

nasi-uduk.jpg

Saat saya jalan ke kampus tadi, jam 7 pagi, saya tidak menemukan satu pun pedagang nasi uduk. Dari kejadian itu timbul pemikiran ini. Dari mana mereka mencari rezeki? Saya sendiri tidak tahu dari mana. Apakah mereka memiliki usaha sampingan selain berdagang nasi uduk? Masih belum jelas. Yang pasti, saya masih percaya jika rezeki itu di tangan Yang Maha Kuasa. Jadi, tidak mungkin salah alamat. Kita diwajibkan untuk berusaha dalam mencari rezeki. Semoga saja bulan puasa ini memberikan rezeki “lebih” kepada mereka dengan cara yang lain. Dan, saya berharap mereka masih berdagang nasi uduk setelah Bulan Ramadhan ini berakhir.

Sebenarnya, saya juga masih kagum sekaligus heran dengan para pengemis/gelandangan. Saya ambil contoh gelandang yang tidak punya rumah. Walaupun susah makan dan tidak punya tempat tinggal, mereka masih bias survive dengan keadaan. Benar-benar luar biasa. Suatu keadaan yang belum tentu bisa saya lalui. Apakah ini sebuah prestasi atau sesuatu yang lain? Saya juga tidak tahu. Akhir kata, itulah kehidupan.

Sumber foto : INI

Salam,

-IT-

Komentar»

1. mrbambang - September 18, 2007

Rejeki kan sudah diatur sama Alloh…

2. ajissi - September 18, 2007

bro mungkin mereka jualan cendol sore hari…
semoga aja mereka mendapat berkah dari bulan suci ini…

3. beQyu - September 18, 2007

— maap nih ga permisi dl… cm mo ikut eksis😀 —
banyak kok yg ky gitu kk.. org2 yg jualan nasi uduk, batagor, lumpia, dll.. banyak yg beralih profesi jadi pedagang kolak atau es buah…
klo ga percaya… liat aja gerobaknya… tulisannya batagor tp jualannya kolak candil…
ya… kita doakan sj.. smoga barokah apa yg mereka usahakan…

4. arif - September 19, 2007

kalo gelandangan mungkin iya. tapi kata siapa semua pengemis hidup susah? ada satu desa -yang saya lupa di mana- yang rumahnya mewah-mewah. mayoritas penduduknya jadi pengemis! cek aja pengemis di salman. berapa omset mereka dalam sehari.

5. ayahshiva - September 19, 2007

kali aja mereka berjualan yang lain di sore hari

6. irvan132 - September 19, 2007

@ mrbambang
setuju banget saya ama mister.🙂

@ ajisi
mungkin juga ya. atau jualan es kelapa muda. makyuuss.

@ beqyu
masuk akal ini. ga usah izin kok, langsung komen. hihihi

@ arif
yang bener lo? desa mana itu? hebat yah pengemis bisa kaya.

@ ayahshiva
iya yah.

-IT-

7. deethalsya - September 19, 2007

yup..
emang ada tuh 1 desa yg smuanya jd pengemis (di ibukota) tp di kampungnya dia itu ‘juragan’ loh.. kaya bener, rumahnya aja gede!!
aneeeh bangeet… xp
*tapi dt jg lupa nama desanya apaan*
dulu pernah liat di metro tv…

8. Pacaran Islami - September 19, 2007

mungkin dagangnya waktu sahur
atau secara sembunyi-sembunyi?

9. martinbudi - September 27, 2007

wah gw dulu sering tuh sarapan pagi di ssc
sebelum bimbel..😛

mungkin dia dagang pas sahur cuy


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: