jump to navigation

Penyimpangan Kaum Pendidik September 24, 2007

Posted by irvan132 in Keluh Kesah.
trackback

Sebenarnya, saya bukan orang yang memiliki kompetensi untuk membicarakan pendidikan. Saya sama sekali tidak berpengalaman di dalam dunia pendidikan. Saya hanya seorang mahasiswa biasa yang sehari-hari mengikuti alur pendidikan di dalam kampus. Jadi, setidaknya saya bisa melihat pendidikan dari sudut pandang saya sebagai seorang mahasiswa, yaitu orang yang sangat memerlukan pendidikan.

Kali ini saya akan membahas tentang penyimpangan para kaum pendidik. Penyimpangan yang membuat nilai pendidikan itu menjadi hilang. Sehingga pendidikan seolah menjadi hantu yang sangat ditakuti. Bahasan ini mencakup tentang hukuman yang diberikan oleh guru-guru SD terhadap siswa-siswi mereka.

Saya sangat kecewa melihat ulah sebagian pendidik yang bertindak “terlalu” kasar terhadap anak didik yang melakukan kesalahan. Mereka seolah-olah sebagai diktator yang langsung menjatuhkan hukuman kepada siswa yang salah. Hukuman yang didapat para siswa pun tidak tanggung-tanggung, malah terkesan berlebihan. Contoh hukuman itu adalah ditampar, dipukul dengan penggaris kayu, dan hukuman lain yang tidak kalah “sadis”.

Apakah ini yang disebut sebagai pendidikan? Kalau ya, pendidikan yang seperti apa? Kalau menurut saya, pendidikan itu tidak perlu keras, apalagi untuk sekelas anak-anak SD yang masih labil dalam bertindak. Yang harus ditekankan adalah transfer ilmu yang berjalan antara siswa dengan pendidik agar tujuan pendidikan itu tercapai. Metoda yang seharusnya dilakukan adalah metoda yang bersifat menyenangkan (fun) sehingga siswa tertarik untuk mengembangkan kreasi mereka dalam pendidikan.

Kembali lagi kepada penyimpangan yang dilakukan kaum pendidik, masih banyak penyimpangan yang terjadi. Bukan saja guru yang “kasar”, guru-guru yang cabul pun tidak jarang ditemukan di dalam pendidikan kita. Guru tipe seperti ini malah lebih berbahaya. Bukan hanya luka fisik, luka batin juga dapat terjadi karena guru-guru seperti ini. Satu kata saja dari saya, IRONIS. Guru yang seharusnya digugu dan dititu, malah melakukan sesuatu yang sangat tidak pantas dicontohkan kepada para siswanya.

Semoga kasus-kasus seperti itu tidak terjadi lagi di dalam dunia pendidikan Indonesia. Setidaknya dapat berkurang karena bukan seperti itu pendidikan yang baik untuk anak-anak sekarang. Kekerasan fisik sudah tidak zaman sekarang ini.

Sumber foto : INI

Salam,

-IT-

Komentar»

1. ray rizaldy - September 26, 2007

amin…

“Metoda yang seharusnya dilakukan adalah metoda yang bersifat menyenangkan (fun) sehingga siswa tertarik untuk mengembangkan kreasi mereka dalam pendidikan.”

bagian ini masih dipake sampe mahasiswa ternyata, hasil puter otak biar kaderisasi (atau nama aliasnya) bisa dilegalkan…

yang dikader diajak main aneh2
hahaha

btw, lama tak jumpa mr.bob

2. ayahshiva - September 26, 2007

mungkin hal itu bisa terjadi karena para pendidik terutama untuk tingkat dasar merasa apa yang mereka dapet dari menjadi pendidik tidak cukup untuk hidupnya, makanya mereka menjadi ‘kejam’ seperti itu

3. BaRT - Oktober 6, 2007

Mengajar itu -mungkin- gampang …. Mendidik itu yang susah.

Sudah saatnya para pendidik kita mengubah pola agar mereka lebih terdidik ….🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: