jump to navigation

Akting Anggota DPR Oktober 30, 2007

Posted by irvan132 in Berita, Keluh Kesah.
13 comments

Sekilas melihat berita di televisi, topik-topik yang sedang hangat diberitakan adalah masalah anggota DPR. Khususnya, masalah tentang dana renovasi rumah dinas anggota dewan di daerah Kalibata, Jakarta Selatan. Rencana biaya renovasi mencapai sekitar 350 miliar rupiah. Akan tetapi, Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR menyatakan bahwa belum ada rencana membuat anggaran untuk renovasi rumah dinas tersebut.

Anggota dewan yang menempati kompleks perumahan tersebut mengaku bahwa kondisi rumah sudah tidak layak. Mereka mengeluhkan banyaknya atap yang bocor hingga saluran pembuangan yang macet. Oleh karena itu, diperlukan dana untuk melakukan renovasi rumah. Sebagai informasi, perumahan dinas itu dibangun pada tahun 1980-an.

Ketua DPR sendiri, Agung Laksono, belum mengetahui perihal anggaran sebesar 350 miliar rupiah untuk merenovasi Kompleks Perumahan Dinas Anggota DPR tersebut. Beliau menyatakan bahwa setiap bulan harus dikeluarkan dana perawatan yang jumlahnya semakin besar. Dengan melihat kondisi perumahan tersebut sekarang, beliau menyarankan agar rumah tersebut direnovasi.

Sebagai rakyat kecil, saya berpendapat kalau anggota dewan terlalu banyak menuntut. Mereka meminta terlalu banyak. Tidak sesuai dengan kapasitas mereka sebagai penyampai amanat rakyat. Seharusnya, mereka berkonsentrasi untuk memikirkan nasib rakyat kecil. Bagaimana tidak, nasib para anggota dewan sudah dipikirkan oleh pemerintah. Kalau mereka juga ikut berpikir bagaiman nasib mereka, berarti nasib mereka dipikirkan 2 kali (double). Di sisi lain, nasib rakyat kecil tidak ada yang peduli. Siapa lagi yang mempedulikan nasib rakyat, jika anggota dewan saja sungguh egois. Tentu saja, hal ini sungguh ironis. Negara ini bersifat demokrasi, tetapi nikmatnya demokrasi tidak dicap oleh rakyat kecil. Rakyat hanya seorang budak demokrasi.

Kembali ke masalah dana renovasi rumah dinas di atas. Saya yakin, untuk masalah atap rumah bocor dan saluran pembuangan tersebut, para anggota dewan masih sanggup memperbaiki rumah tersebut dari kantong mereka sendiri. Jadi, tidak perlu anggaran dana yang besar untuk mengatasi masalah “kecil” seperti ini. Dari berita juga disebutkan bahwa sedikit anggota dewan yang tinggal di sana. Mereka lebih memilih tinggal di apartemen dan rumah-rumah pribadi yang mewah. Saya juga masih ragu jika anggota dewan bersedia tinggal di sana bila kompleks itu diperbaiki. Hal ini mungkin saja masalah gengsi untuk menempati rumah dinas.

Sudahlah, saya hanya sebagai penonton di sini. Aktor-aktor utama adalah para anggota DPR. Kita lihat saja nanti, apakah mereka berakting sesuai skenario yang mengutamakan kepentingan rakyat. Atau malah berakting dengan banyak improvisasi yang bertujuan untuk mencari “kekayaan” dengan masa waktu yang hanya 2 tahun lagi ini. Silakan tonton akting para penyampai amanat rakyat! 🙂

Salam,

-IT-