jump to navigation

Premanisme di Tempat Parkir Desember 10, 2007

Posted by irvan132 in Kampus.
trackback

Kalau sudah berbicara tentang prinsip, sulit menentukan mana yang benar atau salah. Hal ini karena prinsip cenderung mengacu terhadap kepercayaan. Sehingga, prinsip sangat bersifat personal. Biasanya prinsip sudah tertanam dan bersifat mutlak bagi pemiliknya. Sedikit sekali hal-hal yang dapat menggoyahkan prinsip seseorang. Saya tidak akan membahas masalah itu. Akan tetapi, saya memperlihatkan salah satu prinsip teman saya dalam menyikapi lahan parkir di kampus.

Sekarang, kendaraan mahasiswa ITB tidak boleh lagi masuk ke kampus jika sudah melewati jam kantor (office hour). Akibat kebijakan ini, di malam hari, kendaraan mahasiswa harus parkir di luar kampus jika mahasiswa harus datang ke kampus. Sebenarnya, kebijakan ini sudah cukup lama diberlakukan untuk mahasiswa.

Yang menjadi permasalahan adalah mahasiswa harus membayar “lebih” kepada pihak-pihak lain yang bukan pengelola kampus. Nah, teman saya memiliki prinsip, boleh dikatakan juga sebagai pemikiran pribadi, bahwa dia tidak mau mengeluarkan uang sepeser pun untuk membayar parkir. Uang parkir sendiri berkisar antara 500 – 1.000 rupiah setiap kali parkir. Dia berpendapat bahwa lahan parkir tersebut ilegal karena petugas parkir itu telah mencari keuntungan di tempat yang tidak semestinya. Dia menganggap bahwa hal memberikan uang parkir itu merupakan tindakan premanisme perparkiran. Dia mengatakan bahwa lebih baik membayar pajak lebih kepada pemerintah daripada membayar ke petugas parkir itu. Kalau lahan parkir di mal dan pusat perbelanjaan, itu jelas. Semua ada surat izin dari pemerintah daerah. Sedangkan lahan parkir ini, tidak jelas surat izinnya dari mana.

Wah, mendengar itu, saya hanya bisa tersenyum. Mengapa dia bisa berpikir sejauh itu tentang masalah parkir. Padahal, uang yang harus dikeluarkan sangat sedikit, walaupun bisa menjadi banyak jika setiap hari dikumpulkan. Saya tidak berkata-kata apa-apa waktu dia berbicara itu. Untuk saya, uang parkir itu hanya sebagai penghormatan saya terhadap petugas parkir itu. Walaupun, belum tentu petugas parkir melaksanakan tugasnya dengan baik dalam menjaga kendaraan saya.

Ya, apapun itu, masing-masing orang memiliki prinsip yang berbeda-beda. Di sini, saya hanya ingin memberitahu anda bahwa ada orang yang berpikir sejauh itu hanya sekadar lahan parkir. Namanya juga prinsip.🙂

Salam,

-IT-

Komentar»

1. danasatriya - Desember 10, 2007

walah

Wah, mendengar itu, saya hanya bisa tersenyum.

wekekeke,jadi merinding euy mbayanginnya..:mrgreen:

at least,dengan sejumlah uang tersebut,jadi ada sedikit jaminan kemanan atas kendaraan..

2. bootleg - Desember 10, 2007

ya ya ya..
itu kan yang di sabuga?
emg sih jijay juga denger orang2 tsb minta “mas nambah 2000”
sebenernya sebel juga, soalnya dulu ga diminta tuh, sebelum pengelola parkir diganti.. udah ga ada mas-mas yang ramah dan baik hati..
tapi ah yah sudah lah… toh mereka minta baik2, ga preman2 amat..
lagian udah malem, kepepet juga sih wkt itu bbrp kali..

3. hugy78 - Desember 10, 2007

ya namanya juga cari duit yang penting aman aja deh, lebih baik kehilangan 1000 – 3000 daripada kehilangan 1 sepeda motor

4. Irvan - Desember 11, 2007

@ dana
rawan emang kalo parkir di belakang. ati-ati kasus sudah menimpa temen kita.🙂

@ bootleg
di sabuga ada, yang tepat di gerbang belakang juga ada. ga karuan pokoknya. sering bertingkah malah si tukang parkir.

@ hugy78
hihihi, iya bener. tapi, kadang2 malah ada tulisan segala bentuk kehilangan merupakan tanggung jawab pemilik kendaraan. tukang parkir ngapain ya? bingung.🙂

-IT-

5. prasso - Desember 11, 2007

Kalo teman anda yang ga mau mbayar parkir itu orang kaya, berarti dia orang yang pelit🙂
Van, saya mo nge-link blog ini di blog “TF” ya

6. hugy78 - Desember 11, 2007

tukang parkir ya narik uang parkir bro.. knapa kok bingung… peace🙂

7. irvan132 - Desember 11, 2007

@ prasso
hehehe, pelit ama males ngasih susah dibedain.
silakan di link aja. btw, alamat blog TF apa ya? penasaran.🙂

@ hugy 78
hihihi, bener juga. yang jelas mah ngatur parkiran.😀

-IT-

8. prasso - Desember 11, 2007

penasaran??? klik aja http://prasso.wordpress.com

9. Nanta - Desember 11, 2007

Ah…
Diposting juga nih..
Bayar upeti
wakakaka…

10. Nanta - Desember 11, 2007

bob foto antena nya taruh dimana??
bagi lah

11. iwansulistyo - Desember 15, 2007

Mas, Irvan.
Memang, sudah menjadi “hukum besi” dalam implementasi suatu kebijakan, bahwa “tidak semua” yang memiliki kepentingan bakal dipuaskan. Pasti ada segelintir stakeholder yang “berteriak”. Anda mungkin kalangan yang berteriak.

Kalo menurut saya, itu karena “tukang parkir” ingin memenuhi kebutuhan pokok mereka. Ya, wajar saja. Hitung2 anda menyantuni mereka yang tengah menganggur. Itu toh jauh lebih baik dari kita melihat mereka cenderung ke aksi-radikal atau “kriminal” kan?

Mereka hanya segelintir dari (menurut Bank Dunia) 49% penduduk miskin Indonesia.

Yang penting, jalin hubungan harmonis saja dengan mereka, biar kepentingan kita tuk nuntut ilmu lancar, dan mereka pun bisa kenyang makan duit halal, atas keringat sendiri.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: