jump to navigation

Inikah Reality Show? Desember 25, 2007

Posted by irvan132 in Keluh Kesah.
27 comments

Menurut pendapat saya, reality show merupakan acara yang bersifat spontan dan tidak direncanakan sebelumnya (tanpa skenario). Jadi, semua orang yang terlibat, baik pemain dan penonton, tidak mengetahui apa yang akan terjadi di dalam sebuah adegan. Namun, jika pemain sudah diarahkan oleh sutradara berdasarkan skenario, itu bukan reality show lagi. Itu hanya adegan yang mengambarkan realita, dan tidak lebih dari acara sinetron yang biasa kita lihat di layar kaca.

Salah satu yang menjadi perhatian saya adalah acara Playboy Kabel yang sering ditayangkan di SCTV. Tujuan acara ini adalah menguji kesetiaan pasangan yang sedang berpacaran. Konsepnya adalah salah satu pasangan (biasanya pria) akan diuji kesetiaannya dengan cara digoda oleh wanita lain (penggoda). Biasanya si penggoda sudah melakukan “pendekatan” terlebih dahulu terhadap si pria. Di akhir acara, selalu saja para pria tergoda oleh si penggoda sehingga hubungan dengan pacarnya berhenti sampai di situ (putus).

Melihat ini, saya ada cerita menarik. Salah satu teman saya bercerita bahwa salah satu temannya pernah ditawari oleh tim dari Playboy Kabel untuk berperan sebagai playboy. Yang ditawari merupakan orang Jakarta. Lucu juga mendengarnya. Berarti, si calon playboy sama sekali tidak berpacaran dengan si korban. Bahkan, tidak mengenal si korban sama sekali. Wah, lucu sekali. Model penipuan apa lagi ini? Mau sampai kapan? Saya tidak tahu apakah acara Playboy Kabel merupakan acara reality show. Jika bukan bertipe reality show, tidak apa-apa. Akan tetapi jika bertipe reality show, sebaiknya stop saja. Kasihan penonton.

Modus yang sama terjadi dengan acara-acara perjodohan di televisi. Contohnya acara seperti Kontak Jodoh dan sebagainya. Saya heran saja ketika salah satu calon pasangan sedang berjalan sambil pendekatan, tiba-tiba ada salah satu calon (si pria) yang mencoba “merebut” si wanita dari calon pasangan lain. Setelah itu, si wanita kemudian disuruh memilih ingin kembali berjalan dengan siapa. Sungguh, acara seperti ini sangat mudah terbaca alurnya oleh penonton yang cukup “smart”. Karena memang, alurnya hanya itu-itu saja. Ironis. 😦

Kira-kira, apakah masih ada acara yang sedikit “cerdas” di Indonesia ini di tengah gencarnya sinetron-sinetron kelas teri? Kalau masih ada, saya sangat berterima kasih. 😀

Salam,

-IT-