jump to navigation

Cara Memilih Kampus Januari 24, 2008

Posted by irvan132 in Kampus.
Tags:
trackback

Dulu, saya sempat bingung untuk meneruskan pendidikan saya ke mana setelah lulus dari SMA nanti. Waktu itu, saya masih belum memahami tentang apa itu universitas, institut, sekolah tinggi, dll. Saya tidak mengetahui perbedaan istilah itu. Ketika memilih kampus ini sebagai tujuan, jujur saja, saya hanya ikut “arus” saat itu. Saya hanya terpengaruh oleh teman-teman yang lain.😦

Baiklah, berikut ini adalah cara untuk memilih kampus berdasarkan pengalaman saya sebagai mahasiswa (tingkat akhir). Tentu saja, cara ini sangat bersifat subyektif.

  1. Akreditasi. Status akreditasi ini berfungsi untuk menunjukan mutu dan kemampuan suatu kampus dalam menyelenggarakan suatu program studi. Ingat, program studi dan bukan kampus secara keseluruhan. Jadi, jangan salah kaprah dengan status akreditasi. Yang memiliki akreditasi adalah program studi atau jurusan yang ada di dalam kampus tersebut. Di kampus saya, program studi Teknik Elektro sudah memakai sistem akreditasi keluaran ABET.
  2. Riset. Selain sebagai tempat belajar mengajar, kampus merupakan tempat melakukan riset. Ingat, Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kampus yang baik tercermin dari hasil riset mereka lakukan. Hasil riset dapat berupa jurnal, paper, atau makalah yang dipublikasikan secara luas. Riset juga menentukan kualitas dosen yang mengajar di kampus tersebut.
  3. Reputasi. Masalah reputasi tergantung dari pandangan masyarakat luas. Apakah itu dari kualitas lulusannya, masalah intern/ekstern kampus, maupun sorotan media terhadap kampus tersebut. Untuk masalah kualitas lulusan, dapat dinilai dari tanggapan perusahaan/orang/lembaga yang memakai jasa lulusan tersebut. Untuk masalah kampus intern/ekstern, lebih kepada fasilitas kampus dan hubungan kampus dengan institusi terkait yang lain. Untuk masalah sorotan media, kasus seperti pornografi dan kekerasan di kampus dapat dijadikan sebagai pertimbangan dalam memilih kampus tersebut.
  4. Kualitas Diri. Kalau menurut saya, faktor ini cukup penting. Di sini, saya mengatakan bahwa apakah kampus tersebut membuat anda menjadi lebih dewasa atau tidak nantinya. Setidaknya, ketika masuk ke dalam kampus, anda memiliki suatu idealisme tersendiri yang bisa anda wujudkan. Contoh kecil adalah ketika anda sudah “mulai” memikirkan kondisi dunia di sekitar anda. Baik itu tentang masalah sosial, politik, ekonomi, dll yang terjadi di sekitar anda. Titik baliknya adalah ketika anda sudah bisa berbicara dan mengungkapkan pendapat anda di depan umum.

Memang, memilih kampus tidak bisa dipikirkan sekali atau dua kali saja. Butuh pemikiran yang matang untuk memilih kampus yang sesuai dengan kriteria yang diingikan. Sebenarnya, masih banyak sekali faktor yang dapat dijadikan parameter dalam memilih kampus. Itu dapat anda tambahkan sendiri ketika memilih. Saya hanya menegaskan bahwa anda jangan salah memilih kampus. Karena itu dapat mempengaruhi masa depan anda. Semoga sukses!

Salam,

-IT-

Komentar»

1. Luthfi - Januari 24, 2008

ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe ipebe

2. Luthfi - Januari 24, 2008

afaik Tri Dharma Perguruan Tinggi juga berkaitan dengan implementasi riset di masyarakat
cmiiw miaw miawwwwww

3. irvan132 - Januari 24, 2008

@ luthfi
hahaha, huruf P diganti T aja.😀
bener, isi tri dharma perguruan tinggi tuh: pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.

-IT-

4. ridwan - Januari 25, 2008

itu kalo kampusnya di dalam negeri. kalo yang mau ke luar negeri gimana bos?:mrgreen:

5. IMW - Januari 25, 2008

Jangan lupakan bagi yang berkantong pas-pasan, cari kampus yg memberikan kemungkinan beasiswa/potongan bagi mahasiswa yang berprestasi (baik melalui jalur asisten dsb). Sehingga biaya kuliah bisa lebih ringan. Sukur-sukur malah terus disekolahkan sampai jenjang lebih tinggi.

6. eMina - Januari 25, 2008

yah, kampus yang bagus juga mahal, mas😦
jadinya gimana tu?
yang pinter tapi kantong nya kere gimana ya, kasian juga

7. Atmo4th - Januari 25, 2008

6 bulan di kampus, saya merasa belum tambah ‘pintar’,, kalau mas irvan mengalami hal yang sama?

8. deniar - Januari 25, 2008

abis diganti pe diganti te, terus be juga diganti te… jadi deh ITT (Institut Teknologi Telkom) he he he itu kampusku

9. irvan132 - Januari 25, 2008

@ ridwan
wah, untuk luar negeri gw ga tau bos. gw lagi konsen buat pendidikan di indonesia aja buat rebuilding indonesia.😀

@ IMW
hehe. bener juga. seharusnya “jalan belakang” atau “jalan samping” tidak hanya untuk orang2 kaya aja. semestinya juga ada untuk orang2 kurang mampu.

@ eMina
balik lagi, ilmu itu emang mahal.😛

@ atmo4th
kalo saya udah tingkat akhir merasa belom bisa apa-apa nih. ironis ya.😦

@ deniar
hehe. menarik juga.

-IT-

10. kuthux - Februari 5, 2008

@eMina biasanya sih kalo kampus bagus n berkualiatas, disana banyak banget beasiswa2 yang tersedia.

nambahin bwt yang nyari kampus, Survey dulu ke kampus yang km pengenin, jangan sampe menyesal dikemudian hari,lihat dulu fasilitas2 yang ada, orang2nya kaya apa, lokasinya enak bwt belajar ga..

11. Aga - Maret 14, 2008

sorry oot,jadi secara spesifik apa beda institut sama perguruan tinggi ? apa mengenai program studi ato penjurusan bidang ilmu tertentu (kurikulum)? thx

12. irvan132 - Maret 14, 2008

@ aga
kalo institut lebih mengacu pada bidang tertentu aja, contoh teknologi (ITB), pertanian (IPB), ama kesenian (IKJ). kalo perguruan tinggi/universitas bidangnya bisa banyak, ada teknologi, sosial, kesehatan, politik, hukum, dll.
tapi, sekarang pengertian itu udah bias karena makin berkembang. liat aja, institut pun punya jurusan seni. hehehe

-IT-


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: