jump to navigation

Jargon Negara Tetangga Februari 20, 2008

Posted by irvan132 in Keluh Kesah.
Tags:
trackback

Kalau pendidikan di negeri kita masih mengandalkan jargon

Wajib Belajar 9 Tahun

sebagai salah satu motivasi menyukseskan pendidikan nasional, ternyata Negeri Jiran, Malaysia, sudah lebih revolusioner lagi di dunia pendidikan mereka. Mereka sudah mengandalkan jargon

Satu Keluarga, Satu Sarjana

di negeri mereka.

Apakah masih mau berdebat tentang konsep pendidikan kita? Jelas, di dalam konteks ini, ada “sesuatu” yang salah. Akan tetapi, saya juga tidak tahu di mana salahnya. Tindakan saya setelah mengetahui jargon tersebut adalah belajar dengan sebaik-baiknya. Tidak ada cara lain.

Kalau negara kita hanya mewajibkan wajib belajar 9 tahun (SD dan SMP), Malaysia secara de facto sudah mewajibkan wajib belajar 16 tahun (SD, SMP, SMA, Universitas). Sudah saatnya bekerja lebih keras.😀

Salam,

-IT-

Komentar»

1. ojat - Februari 20, 2008

ketinggalan lagi ya kita😀 kita harus berubah *halah*

2. reditya - Februari 20, 2008

di indonesia, ada beberapa keluarga yang anggota keluarganya mungkin udah doktor semua (atau malah ada yang jadi profesor)…

tapi ada juga *lebih banyak* keluarga yang bahkan boro2 doktor, SMP/SMA aja susah…

ironis -_-

3. ikram - Februari 20, 2008

belajar itu bukannya wajib dari buaian hingga ke liang lahat?

4. irvan132 - Februari 21, 2008

@ ojat
bangsa kita boleh ketinggalan, tapi kalo personal jangan sampe.😀

@ reditya
nah, gw mulai dari keluarga gw sendiri. hehe. gw mencoba menjadi sarjana ini.😛

@ ikram
bener banget. tulisan ini cuma pengen ngingetin lagi kalo pendidikan itu penting.🙂

-IT-

5. dobelden - Februari 21, 2008

mantep emang tuh

6. kabarihari - Februari 21, 2008

Sepertinya bisa nyekolahin anak 9tahun buat sebagian rakyat Indonesia tu udah mantabs banget, mungkin itu pula yang di amini pemerintah. Jadi ya sudah wajib blajarnya 9tahun saja😀

*pemerintah yang realistis dengan kondisi perekonomian rakyatnya atau emang sengaja ngga pengen rakyatnya pada pinter ya?

7. ridwan yang selalu males login - Februari 21, 2008

kena scam dosen KU lo, bos. wkwkwkwk😛

8. ardianto yang tampan dan baik hati - Februari 21, 2008

Kapan Indonesia bisa begitu yah?😕

9. Irvan - Februari 21, 2008

@ dobelden
saatnya ngejer mereka.😀

@ kabarihari
sayang banget. padahal potensi bangsa Indonesia ga cuma sampe di situ. saatnya ganti jargon bangsa kita.😛

@ ridwan
hahaha, biar ga gw doang yang kena scam si bapak.

@ ardianto
saat kita semua sudah bener2 sadar kalo pendidikan emang penting. hahaha (sok banget).😛

-IT-

10. Donny Reza - Februari 23, 2008

Sebuah jargon, secara tidak disadari, sebetulnya seringkali berpengaruh juga pada ‘langkah’ atau arah hidup kita…Jargon Indonesia memang kurang menggugah, ditambah mental Indonesia yang belum kuat😀

11. deniar - Februari 23, 2008

Harusnya kalau kita udah gak 9 tahun lagi, naek jadi 12 tahun…

12. irvan132 - Februari 23, 2008

@ donny
masalah mental memang, bukan mental juara nih. hahaha

@ deniar
nah, kalo itu langkah yang revolusioner menurut gw.🙂

-IT-

13. wanhart - Maret 13, 2008
14. iwe - Mei 28, 2008

sapa bilang Indo belum mikirin “satu keluarga, satu sarjana”?
mungkin belum tengok program Baznas nih ……..
udah ada tuh mas!

15. irvan132 - Mei 29, 2008

@ iwe
bener banget. makasih infonya. http://www.penapendidikan.com/219/ kalo diliat dari tanggalnya, kayaknya masih baru ya. semoga aja sukses.🙂

-IT-


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: