jump to navigation

Bukan Juara Dunia Biasa Maret 31, 2008

Posted by irvan132 in Keluh Kesah.
Tags: ,
14 comments

Bangga merupakan sesuatu yang memang sudah seharusnya saya berikan kepada ketiga teman saya ini. Bagaimana tidak, mereka sudah mengharumkan nama bangsa Indonesia di dunia internasional, khususnya bidang IC Design. Mereka adalah juara dunia lomba LSI Design Contest 2008 di Okinawa, Jepang baru-baru ini. Memang sudah agak lama berita ini (basbang), tetapi yang penting adalah mengapa mereka saya sebut bukan juara dunia biasa. πŸ™‚

Ternyata, ketiga teman saya ini tidak hanya “cemerlang” secara akademis, tetapi juga semuanya memiliki blog. Iya, blog. Dengan punya blog, mereka sudah belajar menulis sesuatu, setidaknya untuk diri mereka sendiri. Saya salut. Di tengah kesibukan belajar, mereka masih sempat menulis blog. Saya salah sekarang. Saya pikir orang-orang bertipe “geek” seperti mereka tidak bisa menulis. Kenyataan berkata lain. Saya menyimpulkan bahwa orang pintar juga menulis blog. Dan lagi-lagi, ini membuktikan bahwa blogger bukan penipu. Haha.

Hari ini, saya baru bisa berfoto bersama mereka bertiga. Lumayan bisa berfoto dengan orang-orang yang sudah menjadi incaran perusahaan-perusahaan di Silicon Valley. Keterangan foto: (dari kiri ke kanan) Oky, Andry, Bagus, dan saya.

cimg3907.jpg

Tidak hanya minum Tolak Anginβ„’, orang pintar pun punya blog. πŸ˜› Untuk anda yang merasa pintar, sudah saatnya memulai blogging.

Salam,

-IT-

Membudayakan Riset di Kampus Maret 29, 2008

Posted by irvan132 in Kampus.
Tags: ,
9 comments

Ternyata contek-mencontek masih menjadi persoalan yang sampai saat ini belum ada jalan keluarnya. Jangankan mencari solusi, mencari kesamaan pendapat tentang apakah mencontek itu merupakan perbuatan yang baik/buruk saja masih sulit. Tentang baik atau buruk, semua orang berpendapat. Seperti biasa, ada yang pro dan kontra. Akan tetapi, yang akan saya bahas di sini adalah bagaimana cara melupakan mencontek dengan membudayakan riset di kalangan mahasiswa.

Sudah kita ketahui bersama bahwa mencontek sudah menjadi budaya di kalangan mahasiswa sekarang. Terlepas baik/buruk, semua orang rata-rata pernah mencontek. Walaupun, ada juga mahasiswa yang tidak pernah mencontek selama kuliah. Salut untuk mereka yang tidak mencontek. πŸ˜›

Sepertinya budaya mencontek ini muncul baru-baru ini saja. Maksud saya adalah bahwa dahulu masih ada rasa malu untuk mencontek. Akan tetapi, sekarang keadaan terbalik. Malah malu ketika tidak mencontek. Ironis. Kalau menurut saya, banyak faktor yang menyebabkan hal ini. Salah satunya adalah sistem. Saya menyebutkan di atas bahwa mencontek sudah menjadi budaya. Dan, budaya itu diciptakan oleh sistem yang ada. Tak berlebihan jika saya menyebutnya sebagai kesalahan sistem. Sebaik apapun seseorang itu, jika dia masuk ke sebuah sistem yang “rusak”, kemungkinan besar orang tadi akan “rusak” pula.

Kemungkinan-kemungkinan seperti itu yang harus diminimalisasi. Seperti halnya mencontek, dia bisa hadir karena ada kemungkinan ke arah itu. Secara logika, kalau kemungkinan-kemungkinan seperti itu bisa dikurangi, budaya mencontek bisa terkikis dan sistem “rusak” bisa diperbaiki. Salah satu upaya yang ingin saya usulkan untuk jurusan saya adalah menumbuhkan dan membudayakan riset. Riset di sini jelas. Ada masalah, hipotesis, pengujian, analisis, kesimpulan awal, analisis, kesimpulan akhir. Tidak lupa, hasil riset bisa dijadikan paper yang berguna.

Keuntungan riset banyak sekali. Saya tidak mampu menyebutnya satu persatu. πŸ˜› Yang menurut saya penting adalah pembelajaran ilmu, studi kasus, dan menulis secara rutin. Jika melakukan riset, harus ada dasar-dasar ilmu yang menunjang. Ini meningkatkan budaya belajar. Proses pembelajaran akan terjadi. Riset tanpa ilmu adalah BOHONG. Berikutnya, mengenai studi kasus. Studi kasus membentuk mahasiswa lebih peduli terhadap permasalahan yang terjadi di lingkungannya. Dengan riset, mahasiswa akan memecahkan masalah-masalah yang sedang terjadi. Jadi, ilmu yang didapat bukan sekadar teori. Ada aplikasi yang berguna terhadap masyarakat. Yang terakhir adalah belajar menulis. Riset yang baik adalah riset yang terdokumentasi dengan baik. Dengan adanya dokumentasi, mahasiswa dilatih untuk menulis. Di samping itu, dokumentasi merupakan alat utama untuk mengetahui sejauh mana riset yang dilakukan dan peningkatan apa saja yang bisa dilakukan dari riset sebelumnya.

Langkah konkritnya adalah ketika dosen menargetkan setiap mahasiswanya mengeluarkan satu paper tentang riset terhadap salah satu mata kuliah setiap semester. Tidak semua mata kuliah yang diambil mahasiswa harus mengeluarkan paper. Akan tetapi, jurusan membuat kebijakan khusus ada mata kuliah tertentu yang mewajibkan mahasiswa mengeluarkan paper. Tentu saja mata kuliah yang aplikasinya sedang ramai digunakan saat itu. Dengan demikian, setidaknya di dalam 1 semester, ada 1 paper yang dikeluarkan mahasiswa. Tidak hanya mahasiswa yang akan melupakan budaya mencontek, tetapi sistem (mahasiswa, dosen, dan pembuat kebijakan) juga akan selalu up to date mengenai perkembangan ilmu baru. Dinamis.

Sebenarnya, masih banyak cara lain untuk “melupakan” budaya contek-mencontek. Pendekatannya banyak sekali. Kebetulan saja saya mengambil tema riset karena menurut saya riset itu menyenangkan. It’s fun, Guys! Saya baru menyadari itu sekarang. Ini disebabkan karena para dosen saya kebanyakan memberikan Ujian Tengah Semester (UTS) tentang riset yang sesuai dengan materi kuliah. Mungkin kedepannya, UTS tertulis sudah tidak relevan lagi dengan kebutuhan masa depan. Kemampuan seorang mahasiswa diukur berdasarkan hasil riset mereka. πŸ˜€

Selamat Datang Riset!

Salam,

-IT-

Rumah di Dunia Maya Maret 26, 2008

Posted by irvan132 in Keluh Kesah.
Tags: ,
12 comments

Saya sering sekali mendengar pertanyaan seperti di bawah ini:

  • Kamu punya Friendster (FS)?
  • Alamat blog kamu apa?
  • Sudah join sama Facebook?
  • Aktif di forum apa saja kalau sedang online?

Kemungkinan besar, anda juga sudah pernah mendengar pertanyaan-pertanyaan seperti itu. Atau malahan anda sering dilontari pertanyaan semacam itu. Wajar saja, sekarang ini, rata-rata orang sudah familiar dengan layanan-layanan online tersebut. Orang beramai-ramai bergabung dan berinteraksi satu sama lain di dalamnya.

Tidak berlebihan kalau saya sebut layanan-layanan di atas merupakan rumah kita di dunia maya. Dahulu, rumah jenis ini hanya terbatas pada email dan website pribadi. Seseorang dikatakan sudah “melek” internet jika dia sudah fasih di dalam berkirim email. Seiring perkembangan teknologi, rumah di dunia maya sudah lebih bervariasi. Layanan blog dan social networking (jejaring sosial) sudah memenuhi konten-konten di internet.

Tidak hanya jenis rumah di dunia yang berkembang, fungsi rumah itu pun mengalami pergeseran. Kalau layanan email, berfungsi sebagai identitas diri ketika sedang berkomunikasi di internet. Kalau blog dan jejaring sosial, lebih bertujuan sebagai ajang aktualisasi diri. Memiliki identitas saja tidak cukup, perlu ada ajang aktualisasi diri yang menyatakan bahwa anda itu benar-benar ada. You really exist. Hal ini lumrah, karena itu merupakan bagian dari fitrah manusia yang membutuhkan manusia lain (makhluk sosial).

Oleh sebab itu, memiliki rumah di dunia maya sudah menjadi keharusan. Setidaknya, dunia maya bisa dijadikan komplemen/pelengkap dunia nyata bahwa anda itu benar-benar ada ketika kita tidak bisa berkomunikasi secara verbal karena keterbatasan antara ruang dan waktu. Tidak ada kata terlambat untuk memulai membuat rumah di internet sekarang. Mulai saja dulu dari yang sederhana, seperti 5 W (what, who, where, when, why) + 1 H (how) tentang diri anda. Setelah semua fondasi terbangun dengan kokoh, bangunlah rumah anda itu dengan kreatifitas dan cita rasa anda masing-masing. πŸ˜€

Salam,

-IT-

Era Pemblokan Dimulai Maret 24, 2008

Posted by irvan132 in Teknologi.
Tags: ,
19 comments

Setelah sekian lama, akhirnya era ini bakal terjadi juga. Situs-situs porno akan diblok untuk internet di Indonesia pada bulan April nanti. Ini merupakan salah satu kebijakan pemerintah yang bertujuan meminimalisasi penyalahgunaan internet. Secara teknis, pemblokan situs-situs ini akan terjadi di dalam 3 layer. Layer pertama adalah pemblokan dari pengguna internet itu sendiri. Jadi, pemerintah akan menyediakan software khusus yang dapat di-download dan diinstal di komputer pengguna. Layer kedua adalah pemblokan dari institusi-institusi di Indonesia. Maksudnya adalah seorang administrator jaringan dapat memblok dari gateway mereka masing-masing. Terakhir, adalah layer ketiga. Di sini pemblokan dilakukan di level Internet Service Provider (ISP). Sepertinya filter akan dipasang di jaringan Indonesia Internet eXchange (IIX).

Kalau menurut saya, ini upaya yang cukup selektif untuk menyikapi perkembangan internet saat ini, khususnya di Indonesia. Sangat selektif karena pemerintah tidak melakukan blok besar-besaran terhadap konten di internet. Kita mengetahui bersama bahwa konten di internet tidak ada batasnya. Konten-konten porno hanya sebagian kecil saja. Masih banyak sebenarnya konten-konten yang “lebih” mematikan daripada situs-situs “biru” yang sekarang berkembang. Contoh saja, konten-konten yang bersentuhan langsung dengan SARA banyak sekali. Mungkin konten seperti itu tidak termasuk di dalam kategori porno, tetapi dampak akibatnya bisa sama mematikan dengan situs-situs dewasa. πŸ™‚

Tidak hanya konten-konten yang berbau SARA saja, konten seperti cracking, carding, file sharing, dll juga bisa berdampak buruk jika digunakan untuk hal-hal yang dilarang. Dan lagi-lagi, itu merupakan bagian dari dunia internet yang sangat luas itu. Semua orang bisa berpartisipasi menyediakan konten apa saja di internet. Yang dapat membatasi ini hanyalah konten itu sendiri. Analoginya kira-kira seperti ini, tidak mungkin ada orang yang membeli, jika barangnya tidak ada (nihil) di pasaran. Anggap saja, barang yang saya maksud di sini adalah konten. Nah, jika konten tidak tersedia, maka orang pasti tidak ada keinginan memiliki (membeli).

Kembali ke topik tulisan. Saya sangat setuju adanya pemblokan terhadap situs-situs porno karena jelas banyak bahayanya dibandingkan manfaatnya. πŸ˜€ Akan tetapi, saya sangat tidak setuju terhadap pembatasan konten-konten di intenet. Maksudnya adalah ketika ada kelanjutan pemblokan terhadap konten selain porno yang “dilarang” pihak-pihak tertentu. Entah karena hal-hal tertentu atau kebijakan satu pihak belaka. Ini yang bermasalah. Kalau internet sudah dikuasai satu orang saja, nilai objektifitas akan turun drastis. Tidak akan ada lagi yang namanya kontrol sosial. Sama seperti media massa yang “masih” dikuasai oleh sebagian orang saja. Pasti ada saja tekanan sana-sini di dalamnya. Bagaimana tidak, information is the power. Orang yang kuat adalah orang yang mengetahui informasi. Oleh sebab itu, semoga saja tidak terjadi pemblokan berkelanjutan di internet Indonesia. Kalau situs-situs “biru” boleh saja, tetapi tidak untuk informasi underground lainnya. Karena biasanya informasi dari komunitas underground sangat objektif untuk dipelajari dan dianalisis. πŸ˜€

Salam,

-IT-

Filosofi Lambang Gajah Duduk Maret 20, 2008

Posted by irvan132 in Humor.
Tags: ,
24 comments

Hampir 4 tahun saya kuliah di kampus “Gajah Duduk”, saya baru mengetahui bahwa ada filosofi lucu tentang lambang ITB. Tentang lambang itu sendiri, saya tidak terlalu fanatik. Menurut saya, lambang adalah lambang. Dia merupakan simbol saja, sebuah identitas lebih tepatnya. Dengan lambang, sebuah institusi memiliki identitas yang unik agar dikenali orang lain.

Saya tidak mengetahui persis sejarah perkembangan lambang kampus saya ini. Ada yang berkata bahwa lambang ITB mengalami beberapa perubahan. Yang saya tahu, lambang ini penting untuk dicantumkan sebagai cover laporan praktikum, tugas akhir, maupun dokumen kampus yang resmi lainnya. Itu saja. πŸ˜€

Kembali lagi ke topik tulisan. Filosofi lucu apa yang ada di lambang ITB? Untuk itu, kita lihat saja lambang di bawah ini.

lambang-itb.jpg

Berikut ini filosofi lucu dari gambar tersebut.

Huruf I. Singkatan dari Institut. Huruf I berbentuk lingkaran besar (titik) di atasnya. Bagian itu menjelaskan bahwa ketika masuk ke kampus ITB, sebagian mahasiswa memiliki tingkat intelejensia (kecerdasan) tinggi. Maklum.

Huruf T. Singkatan dari Teknologi. Huruf T berbentuk layang-layang. Bagian ini menjelaskan bahwa selama berada di kampus ITB (kuliah), sebagian mahasiswa memiliki tubuh yang kurus. Faktor ini disebabkan oleh “banyaknya” sesuatu yang harus dipelajari dan dikembangkan selama di kampus.

Huruf B. Singkatan dari Bandung. Huruf B berbentuk seperti biasa. Bagian ini menjelaskan bahwa ketika sudah keluar dari ITB, sebagian mahasiswa memiliki perut yang buncit. Bukan busung lapar, tetapi karena sudah memiliki pekerjaan yang “enak” di luar.

Wah, narsis lagi? Hehe, tidak. Ini hanya lelucon kampus. Sekedar hiburan saja. Hitung-hitung sebagai intermesso di saat senggang. Kalau untuk saya, lebih sebagai motivasi saja. Ingat, di dalam tulisan tersebut saya banyak menggunakan kata sebagian. Karena sebagian, berarti ada sebagian lagi yang tidak termasuk di dalamnya. πŸ˜›

Salam,

-IT-

Siapkan Dulu, Baru Print! Maret 18, 2008

Posted by irvan132 in Keluh Kesah.
Tags: ,
4 comments

Hari ini ada deadline untuk mengumpulkan salah satu laporan praktikum. Isi laporan praktikum adalah simulasi di Matlab menggunakan gambar. Agar hasilnya lebih mudah diamati, gambar tersebut harus berwarna. Karena saya tidak memiliki printer berwarna, maka laporan harus di-print di jasa tempat print kampus.

Setiba di sana, ternyata sudah banyak mahasiswa yang sedang mengantri untuk menge-print sesuatu. Ya sudah, saya mengikuti antrian. Ternyata, antrian ini sangat lama. Tidak seperti biasanya. Karena sudah hampir deadline, saya mencoba melihat apa yang terjadi yang menyebabkan lamanya antrian ini. Setelah dilihat, saya jadi tahu letak masalahnya. Masalahnya adalah ada seorang mahasiswa meng-edit salah satu halaman yang akan di-print. Pantas saja semuanya jadi lama.

Kesal juga rasanya. Tak seharusnya melakukan edit dokumen di tempat print seperti itu. Seharusnya dokumen harus dipersiapkan terlebih dahulu sebelum di-print. Kalau sudah siap, baru datang ke jasa tempat print untuk menge-print dokumen. Editing dokumen boleh-boleh saja. Akan tetapi, kalau sudah lebih dari 10 menit, itu sama saja menghambat orang lain yang sudah siap. Untuk pelanggan, kejadian seperti ini sangat menjengkelkan. Untuk produsen, tentu saja pendapatan mereka akan berkurang karena konsumen yang dilayani lebih sedikit.

Untuk menghindari hal-hal semacam ini, sebaiknya jasa tempat print membuat aturan yang menyatakan bahwa dokumen yang akan di-print sebaiknya sudah siap dan proses edit-editan sebaiknya tidak boleh lama-lama. Kalau peraturan seperti itu sudah dibuat tetapi masih ada orang yang meng-edit dokumen kelamaan, maka sebaiknya orang itu “disuruh” meng-edit di rumah saja. πŸ˜›

Kejadian ini sangat mengganggu untuk seorang mahasiswa deadliner. πŸ˜€

Salam,

-IT-

Blog David Beckham Maret 15, 2008

Posted by irvan132 in Sepak Bola.
Tags: ,
9 comments

Setelah membaca berita di website Perez Hilton yang INI, saya baru mengetahui bahwa David Beckham juga memiliki blog. Alamat blognya sendiri adalah http://www.davidbeckham.com/blog.php. Jika masuk ke dalamnya, posting pertama tertanggal 13 Juli 2007. Isi blog sendiri kebanyakan menceritakan pengalaman-pengalaman David Beckham di dalam karier sepakbola profesionalnya. Di samping itu, ada juga cerita tentang kehidupan sosialnya.

Sebenarnya, blog ini merupakan bagian dari website official David Beckham dengan alamat http://www.davidbeckham.com/. Di dalamnya ada banyak link-link tentang beliau selain blog, seperti News, Football/Soccer, Lifestyle, TV, The David Beckham Academy, Ambassador/Charity, dan Partners.

Karena selebritis yang memiliki blog, tentu saja orang memiliki rasa ingin tahu yang kuat bahwa apakah memang benar-benar dia yang menulis setiap postingan di dalamnya. Untuk menjawab ini, saya tidak tahu. Yang jelas, salah satu legenda sepak bola dunia, David Beckham, memiliki blog pribadi terlepas apakah dia yang menulis atau tidak. πŸ™‚

Siapa lagi ya pesepakbola yang memiliki blog pribadi?

Salam,

-IT-

Bill Gates dan Bayern Munchen Maret 14, 2008

Posted by irvan132 in Berita.
Tags: ,
12 comments

Saya baru membaca berita. Ada 2 berita yang menarik menurut saya, yaitu tentang Bill Gates dan Bayern Munchen. Ada apa ini? πŸ˜› Ternyata, keduanya bakal mengunjungi Indonesia bulan Mei nanti.

Di awal bulan Mei, Bill Gates akan berkunjung ke Indonesia. Om Bill datang terkait dengan upaya pengembangan teknologi informasi di Indoneosia. Ini merupakan respon ajakan dari Bapak Presiden yang mengirim surat kepada beliau bulan September 2007. Saya tidak tahu apakah yang akan dilakukan Microsoft bersama pemerintah. Yang jelas, pasti ada deal-deal tertentu mengenai teknologi informasi. πŸ˜› Harapan saya semoga harga Windows Vista turun 50% dari harga standar. Hehe.

Sebenarnya, ini peluang besar untuk perkembangan teknologi informasi di Indonesia. Terlepas dari berapa keuntungan yang akan didapat Microsoft, Indonesia harus memanfaatkan ini. Kita jangan terlalu idealis dan anti vendor tertentu demi kemajuan teknologi informasi. Biarkan saja mereka (para vendor) masuk. Dengan mereka masuk dan membentuk kerja sama, itu juga akan membawa dampak positif kepada kita. Lebih baik banyak vendor yang masuk, daripada “mengusir” mereka karena alasan gengsi tidak ingin berbasis vendor tertentu dan tidak ada keuntungan kepada kita.

Kalau alasan gengsi, ini sangat bodoh. Gengsi hanya menyebabkan “makan hati”. Kalau alasan tidak ada keuntungan, ini bisa diakali. Perjanjian awal harus dimaksimalkan agar tidak “kecolongan” dan aturan-aturan (regulasi) harus jelas agar tidak “dipermainkan”. Di situ intinya. Kalau perjanjian dan regulasi “jelas”, maka tidak ada pihak yang dirugikan. Malah, keduanya saling diuntungkan. Jangan sampai kejadian seperti di salah satu kampus terjadi. Vendor-vendor datang ke kampus untuk membuat pusat riset mereka. Akan tetapi, mereka ditolak karena alasan seperti telah disebutkan di atas. Itu namanya mematikan peluang kemajuan yang sudah di depan mata. Kalau di kampus ada pusat riset dari vendor telekomunikasi dan teknologi informasi, tentu saja kampus itu bakal mendapat keuntungan. Itu pasti. πŸ™‚

Di bidang lain, sepak bola tepatnya, Indonesia juga bakal kedatangan salah satu klub besar asal Eropa yaitu Bayern Munchen. Mereka akan tour dunia sekaligus liburan setelah kompetisi. Salah satu tujuan tour mereka adalah Indonesia dan Bali. Mereka akan bertanding melawan Tim Nasional Indonesia. Ini bertujuan untuk memperkenalkan Bayern Munchen di kawasan Asia Tenggara. Tentu saja, sisi bisnis berperan kuat di sini. πŸ˜€ Rencananya, pertandingan akan digelar tanggal 21 Mei 2008. Akan tetapi, Bayern Munchen tidak akan membawa bintang-bintang mereka seperti Klose, Riberry, Luca Toni karena mereka melakukan persiapan menuju Euro 2008.

Semoga saja Bill Gates dan Bayern Munchen membawa dampak positif terhadap kemajuan teknologi dan sepak bola di Indonesia. Satu lagi, Steve Jobs dan Juventus juga mengikuti jejak mereka untuk datang berkunjung ke Indonesia. πŸ˜€

Salam,

-IT-

Kopi di Kampus Maret 13, 2008

Posted by irvan132 in Ide.
Tags: ,
12 comments

Saya yakin bahwa sebagian besar mahasiswa di Indonesia tidak sarapan pagi ketika ada jadwal kelas pagi. Banyak sekali faktor yang menjadi penyebabnya, antara lain karena malas, kebiasaan tidak sarapan, terlambat bangun pagi, udara masih dingin, dan lain sebagainya. Padahal, banyak ahli kesehatan yang mengatakan bahwa sarapan pagi sangat penting. Sarapan pagi sebagai sumber nutrisi setelah tubuh tidak makan selama kurang lebih 8 jam (waktu tidur). Jadi, untuk memulai aktivitas di pagi hari, hendaknya kita sarapan pagi terlebih dahulu.

Berhubung sedang membahas sarapan, saya punya ide bagaimana membuat orang setidaknya mengisi perut mereka sebelum kuliah. Hal ini dilakukan dengan adanya usaha toko di dekat kampus yang menyediakan kopi dan donat sebagai sarapan. Toko itu menyediakan kopi ukuran gelas besar (cup) tertutup dan donat. Intinya, untuk sarapan, mahasiswa tinggal membeli kopi dan donat. Yang ditekankan di sini adalah masalah praktis dan mudah dibawa-bawa.

Sebenarnya, penjual kopi dan donat di kampus ITB sudah ada. Untuk kopi, toko Circle K sudah menjualnya, tetapi lokasi yang agak jauh menjadi halangan. Untuk donat, biasanya ada mahasiswa yang menjual, tetapi kualitasnya agak kurang walaupun harganya murah. πŸ˜€ Dengan toko ini, kedua kekurangan tadi dapat dihilangkan dengan biaya yang sesuai.

Ide ini juga saya dapat dari filem-filem Amerika dimana di sana (kantor maupun kampus) tersedia toko yang menyediakan sarapan seperti kopi, donat, burger, dsb. Toko seperti ini bisa menjadi alat agar membuat mahasiswa sarapan pagi sebelum kuliah. Berbekal praktis, mudah dijangkau, dan cepat, maka toko ini dapat menjadi “usaha” yang menarik di kampus. Semoga.

Salam,

-IT-

Telepon Murah Di Atas Kaki Sendiri Maret 12, 2008

Posted by irvan132 in Teknologi.
Tags: ,
7 comments

=====================================================================

Judul: VoIP: Cikal Bakal Telkom Rakyat (Panduan Lengkap Setting VoIP)

Pengarang: Onno W. Purbo

Penerbit: Infokomputer (PT Prima Infosarana Media) Kelompok Gramedia, Jakarta 2007

Tebal: XII + 268 halaman

Terbit: Januari 2007

=====================================================================

VoIP sebagai suatu sistem telekomunikasi yang murah dan berdampak besar terhadap masyarakat menjadi topik utama buku ini. VoIP, menurut Onno W. Purbo merupakan sebuah solusi untuk telekomunikasi murah untuk rakyat agar tidak lagi terbebani dengan tarif telepon yang mahal sekarang ini. Beliau melihat bahwa Indonesia sudah mampu berdiri di atas kaki sendiri di dalam hal telekomunikasi tanpa perlu bergantung penuh terhadap operator.

Tujuan penulisan buku ini sendiri sederhana, yaitu memberikan bekal kepada pembaca agar dapat membuat sendiri jaringan “Telkom rakyat”. Sesuai tujuannya itu, maka di dalam buku ini berisi tentang teknik-teknik dan tutorial untuk membuat jaringan telekomunikasi murah tersebut. Teknik-teknik apa saja yang digunakan dibahas secara mendalam agar pembaca langsung dapat menerapkannya sembari membaca buku. Tutorial didukung dengan link-link penting di internet untuk mendukung isi buku agar pembaca lebih jelas.

Tidak hanya masalah teknis saja yang dibahas, masalah non teknis juga dibahas. Isu-isu penting seperti regulasi dan peraturan yang menjadi perdebatan mengenai keberadaan VoIP selama ini dikupas tuntas di dalam buku ini. Selama ini, rakyat dibuat bingung dengan adanya layanan ini. Tidak sedikit yang bertanya-tanya apakah layanan VoIP legal di Indonesia. Apalagi setelah ada kasus penangkapan salah seorang lulusan ITB yang membisniskan VoIP. Kasus ini sempat menjadi pemberitaan hangat di media massa. Seolah-olah orang yang berbisnis di bidang VoIP merupakan penjahat yang harus ditangkap karena menjalankan bisnis yang ilegal. Di dalam buku ini, Onno memaparkan secara detil layanan VoIP seperti apa yang dianggap legal dan tidak perlu meminta izin pemerintah ketika seseorang ingin mengembangkan layanan ini.

Software yang digunakan di dalam buku ini bersifat open source dan free. Salah satu software yang digunakan adalah Asterisk. Asterisk merupakan salah satu software IP PBX jenis SIP Proxy terbaik di internet. Fitur yang ada di Asterisk sangat banyak sehingga memungkinkan pembaca mendirikan jaringan “Telkom” sendiri. Hal ini sangat membantu banyak operator telekomunikasi di perkantoran untuk memilih Asterisk sebagai IP PBX.

Sebelum melakukan instalasi perangkat untuk membangun suatu jaringan, diperlukan perencanaan untuk menentukan layanan VoIP seperti apa yang akan dibuat. Perencanaan yang harus dilakukan meliputi kebutuhan perangkat keras, banyaknya jumlah panggilan yang mampu dilayani oleh server, harga perangkat keras, dan kebutuhan bandwidth VoIP. Karena dibangun untuk kepentingan rakyat, seharusnya pembuatan jaringan ini menelan biaya yang murah. Objek di sini jelas, yaitu rakyat. Tidak ada gunanya membangun sebuah layanan mahal, sedangkan rakyat membutuhkan solusi untuk berkomunikasi dengan murah.

Buku ini juga menjelaskan beberapa pilihan di dalam suatu layanan VoIP. Jenis layanan VoIP ada 2 macam, yaitu menggunakan perangkat lunak (softphone) atau menggunakan perangkat keras (IP phone). Kedua jenis layanan memiliki spesifikasi yang berbeda untuk diterapkan di dalam jaringan. Untuk layanan softphone, biasanya lebih banyak menggunakan komputer sebagai media komunikasi. Sedangkan layanan IP phone, menggunakan jenis telepon analog untuk berkomunikasi. Secara fungsi kedua layanan ini sama, yang membedakan hanya teknik-teknik mengoperasikannya.

Salah satu kelebihan buku ini adalah gambar-gambar yang digunakan sebagai panduan, semuanya berwarna. Tentu saja, hal ini sangat membantu memperjelas tutorial yang diberikan dan memberikan kesan menarik kepada pembaca. Gambar-gambar disajikan secara berurutan sesuai dengan langkah-langkah tutorial yang diberikan. Dengan demikian, jika ada masalah di dalam penerapan isi buku, pembaca dapat dengan mudah menyelesaikan masalah karena hal itu tidak sesuai dengan gambar di buku.

Buku ini sebagian besar berisi tentang teknik-teknik dan tutorial membangun jaringan VoIP di sistem operasi Linux. Akan tetapi, untuk pengguna sistem operasi Windows tidak perlu khawatir karena di dalamnya juga tersedia bagaimana cara membangun jaringan VoIP di sistem operasi itu. Orang yang melakukan porting Asterisk 1.0.10 dari Linux ke Windows adalah Patrick Deruel (patapata@asteriskwin32.com). Dengan demikian, hal ini memungkinkan pengguna Windows untuk menjalankan Asterisk. Software porting itu bernama Asteriskwin32. Yang perlu dicatat dan dipahami bahwa Asteriskwin32 berbasis kepada Asterisk 1.0.10. Jadi, terdapat banyak hal yang berbeda jauh dengan Asterisk versi terbaru.

Bagian terakhir buku yang sangat menarik adalah konsep Electronic Numbering (ENUM). ENUM merupakan salah satu bagian dari Next Generation Network (NGN). ENUM adalah sebuah mekanisme pemetaan nomor telepon Telkom yang kita kenal agar dapat dikenali di dunia VoIP menggunakan nomor telepon VoIP. Prinsip kerja ENUM mirip dengan konsep Domain Name System (DNS) karena ENUM menggantungkan dirinya kepada DNS. Yang perlu dimengerti bahwa server ENUM berbeda dengan server SIP yang digunakan, walaupun dapat disatukan. Untuk masa depan, ENUM dapat memetakan nomor telepon Telkom ke alamat IP.

Buku ini sangat cocok untuk siapa saja yang ingin mempelajari apa itu layanan VoIP. Untuk para praktisi teknologi informasi, buku ini dapat dijadikan pedoman untuk membangun suatu jaringan VoIP yang murah. Bahasanya jelas dan mudah dimengerti. Ditambah lagi dengan gambar-gambar yang menarik. Tidak lupa pula bahwa di dalam buku terdapat CD yang berisi kumpulan software yang digunakan. Buku ini juga perlu dimiliki oleh mahasiswa tingkat akhir yang mengambil topik tugas akhir tentang VoIP.

Salam,

-IT-

Disclaimer: Ini merupakan salah satu tugas kuliah saya tentang bagaimana teknik meresensi buku. Masih banyak kekurangan di dalamnya dan perlu belajar banyak agar hasil resensinya lebih baik. πŸ˜€