jump to navigation

Guru atau Engineer? Juli 14, 2008

Posted by irvan132 in Keluh Kesah.
Tags: ,
trackback
  • Gaji pokok (base salary) sama
  • Tunjangan sama
  • Fasilitas yang diberikan sama

Ketika saya bertanya kepada teman-teman saya (jurusan teknik), ternyata 4 dari 5 orang lebih memilih engineer sebagai profesi pilihan. Saya tidak tahu apa sebabnya. Padahal, semuanya sama.

Usut punya usut, ternyata profesi sebagai guru masih dianggap sebelah mata oleh mereka. Kata “guru” seakan memiliki makna peyorasi.😦 Pendapat mereka berbeda-beda, ada karena minat, masa depan profesi (karier), dll. Seharusnya, pilihan ini juga diberikan kepada teman-teman dari jurusan science, biar seimbang. Apakah hasilnya berubah?

Kalau hasilnya tetap sama (tidak memilih guru sebagai profesi), dengan sangat menyesal saya katakan bahwa masa depan guru masih di sekitar “itu-itu” saja. Akan tetapi, jika hasilnya berubah, saya optimis profesi sebagai guru bakal menjanjikan dan bisa menjadi pilihan “pertama”.

Semoga saja.

Catatan: Guru, bukan Dosen

Salam,

-IT-

Komentar»

1. lala - Juli 15, 2008

bukan cuma masalah pandangan aja kynyah sih… tp pada harapan dan passion mreka untuk masa depan…. no one can blame those kan..

2. brahmasta - Juli 15, 2008

Ada kok orang-orang yang suka mengajar, dan ingin menjadi guru. Tapi karena tidak ada 3 poin yang disebutkan di atas tadi, jadinya beralih.

3. Petra Barus - Juli 15, 2008

kepengen juga jadi dosen

4. ray rizaldy - Juli 15, 2008

beberapa masih mengganggap guru itu sebagai pilihan terakhir. kalo kata om daku, orang yang udah gak masuk2 mana2 (universitas, ptn dll) baru masuk ke ikip..
jadinya yang jadi guru tuh, bukan orang yang pinter.
sekarang masih gak ya?

5. takochan - Juli 15, 2008

Yang saya dengar sekarang program akta 4 dihapuskan, otomatis hanya lulusan bidang keguruan (fkip dan sejenisnya) saja yang bisa jadi guru. Entah berita ini benar atau tidak. Tapi kalau ya, sudah peminat sedikit, kesempatan juga berkurang (khusus untuk yang berminat jadi guru tp dari jurusan non-keguruan)…

6. Koko - Juli 15, 2008

Saya jadi engineer karena saya orangnya introvert😀

7. baguspewe - Juli 15, 2008

Kalo orang pengen jadi engineer, mereka bakal milih jurusan teknik pas kuliah.🙂
Kalo orang pengen jadi dokter, mereka bakal milih jurusan kedokteran pas kuliah.🙂
Tapi saya pikir, banyak lho orang yang mau jadi guru. Guru kan, pahlawan tanpa tanda jasa!😀

8. damarberlari - Juli 15, 2008

beuh,, 4 dari 5 yang kelima yang beda sendiri sapa tuh bob?

9. martin - Juli 15, 2008

* Gaji pokok (base salary) sama
* Tunjangan sama
* Fasilitas yang diberikan sama

guru apa ni…. ok juga

10. irvan132 - Juli 15, 2008

@ lala
hehe, mungkin belom ada guru yang “wah” hidupnya.😀

@ brahmasta
berarti kalo bener2 sama, guru bisa bersaing. semoga.

@ petra
tuh kan, bukan milih guru.😛

@ ray
wah, serem juga kalo yang jadi guru bukan orang yang pinter.😦

@ takochan
hmm, makin sedih deh kalo udah gini.

@ koko
hehe, introvert atau ekstrovert, sekali engineer tetap engineer.🙂

@ bagus
semoga aja masih banyak yang minat jadi guru.

@ damar
ada bos. temen kita juga. hihi

@ martin
hehe, guru di masa depan kayaknya. haha.

-IT-

11. ulan - Juli 15, 2008

saya selalu milih jadi murid aja

12. Saut - Juli 15, 2008

menjadi guru lebih susah dibanding menjadi engineer. butuh passion dan kesabaran terhadap murid😀

itu yang susah lae😀 makanya banyak yang ingin jadi engineer selain alasan yg lae bilang di atas

13. aRuL - Juli 15, 2008

tapi emang kalo mau jadi gurukan emang ada sekolahnya seperti keguruan gitu…🙂
saya rasa itu sudah pilihan sejak masuk ke teknik untuk menjadi engineer..
pertanyaan itu mungkin selayakny ditanyakan sebelum masuk ke kuliah🙂

14. Ridwan - Juli 16, 2008

gw sempet kepikiran jadi guru fisika di sma gw pas awal2 kuliah,, tapi tunggu kaya dulu n uang muter sendiri (jadi pengusaha lah caranya).

ada guru di sma gw yang ga digaji (bukan guru ipa tapi) soalnya tajir abis, dia emang dedikasi bgt ke pendidikan n kata tmn ngajarnya asyik.

15. irvan132 - Juli 16, 2008

@ ulan
murid yang cerdas tentunya.

@ saut
soalnya yang bilang susah engineer juga. hihi

@ arul
nah, bener pas udah lulus SMA pertanyaan ini dilempar. liat reaksinya.

@ ridwan
hehe, soalnya suaminya udah kaya sih. tapi, salut ama dedikasinya.🙂

-IT-

16. Randy HW - Juli 17, 2008

ohoho.. ngomong2 soal jadi guru setelah kaya..
ada tuh dosen SBM, alumni EL…
(denger dari temen) pas ngajar kuliah dia bilang
jadi dosen cuma utk memuaskan diri aja.. katanya duitnya udah cukup,,
(padahal jadi dosen di SBM juga nambah duit :p)

17. dana - Juli 19, 2008

btw,,
ni curhat dirimu yang mau jadi guru?

18. Ria - Juli 19, 2008

Skr saya memilih keduanya🙂 status sebagai IT engineer dan begitu di tawarkan mengajar langsung disikat. Bukan apa2, mengajar itu memiliki arti tersendiri kepada saya, bukan materi tapi lebih kepada pengabdian.dan unik nya ketika kerjaan dikantor semakin membuat stress dan bikin otak panas, mengajar itu ampuh sebagai relaksasi nya😀 dan jujur suatu saat saya mau tuh benar2 full untuk mengajar. sangat mengasyikkan….

salam kenal😉

19. uwiuw - Agustus 19, 2008

wah kacau juga yah kalau pekerjaan guru dinilai sebelah mata. tapi mau bagaimana lagi beginilah realitasnya. Mungkin saat gaji guru sebesar anggota dpr maka saat itu orang pun berlomba jadi guru.🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: