jump to navigation

Zakat dan Antrean September 16, 2008

Posted by irvan132 in Berita.
Tags: ,
trackback

Jika melihat kasus yang terjadi kemarin, tentang korban yang meninggal akibat berebut zakat di Pasuruan, kita pasti akan berpikir bahwa zakat memang penting. Untuk orang yang mengeluarkan zakat (muzakki), zakat bersifat wajib untuk membersihkan harta yang diperoleh. Sedangkan untuk orang yang menerima zakat (mustahiq), zakat dapat membantu “memperpanjang” hidup mereka.

Akan tetapi, kasus kematian di saat mengantre pembagian zakat tidak perlu terjadi. Niat baik seorang muzakki harus dihargai dan antusias seorang mustahiq tidak boleh dipandang sebelah mata. Tidak ada yang salah di antara keduanya. Hanya saja, cara membaginya saja belum tepat. Kita sendiri mengetahui karakter masyarakat Indonesia. Masyarakat kita selalu ingin cepat, mudah, dan murah. Semua orang ingin didahulukan. Nah, hal ini sangat bertentangan dengan sesuatu yang bernama antrean.

Definisi antrean untuk Indonesia sendiri berbeda dari definisi antrean biasa. Antrean di Indonesia indentik dengan berdesak-desakan, rapat, dan bising. Karena memang antrean sangat “berat”, orang yang tidak kuat tentu saja akan menjadi korban dari antrean itu. Entah itu terinjak, terjepit, bahkan sampai meninggal di dalam antrean seperti kasus di atas.

Yang harus dilakukan hanya kesadaran masyarakat bahwa antrean bukan untuk memperlambat, justru untuk mempercepat. Selain itu, sistem harus benar (waktu pelayanan kurang dari waktu kedatangan orang). Dengan demikian, tidak ada yang namanya antrean. Akan tetapi, jika orang yang datang sudah ramai, solusinya kembali kepada yang pertama yaitu kesadaran. Tanpa itu, saya yakin antrean di Indonesia pasti akan memakan korban.😦

Ironis.

Salam,

-IT-

Komentar»

1. FajarF - September 16, 2008

di kampung nya si moncos katanya
21 orang jeh..

2. Brahmasta - September 16, 2008

Kalau udah urusan memperpanjang hidup begitu, pasti jadi kebawa emosi ya. Jadi nggak mau ngantri, desak-desakan.
Kayaknya itu yang lebih penting untuk dilihat. Kita harus bisa membantu sesama kita untuk sejahtera.

3. vizon - September 16, 2008

walau bagaimanapun, kita harus berterima kasih kepada h. syaikhon dan para korban. karena, dg peristiwa yg menimpa mereka inilah, kita semakin tersadarkan akan pentingnya zakat dilakukan dg ikhlas dan profesional…🙂

4. baguspewe - September 16, 2008

apa musti dibikin antrian kayak di Dufan untuk setiap antrian?

5. erfan - September 16, 2008

jadi heran ma tu orang, seharusnya klo dia mau ikhlas n ga butuh publisitas, seharusnya dia nganterin aja atu2 ke orang2 yang jadi target dia.kan kasian ngeliatnya..

gambaran ironisme bangsa indonesia, ketika disini pada kebingungan nyari benwit, di banyak wilayah indonesia malah masi banyak yg bingung hari ini mau makan apa…

btw, salam kenal yah

6. zainuddin - September 16, 2008

Memberikan zakat kepada orang-2 yang membutuhkan adalah niat yang baik. Sepertinya niat baik saja belum cukup.
Harus tahu juga ilmunya bagaimana cara mendistribusikannya. Mungkin ini yang dimaksud kaffah.

7. irvan132 - September 16, 2008

@ fajar
oh iya, wah turut berduka gw kalo gitu.

@ brahmasta
iya, jadi semua orang ingin cepet, ingin duluan. ya sudah, yang ada cuma chaos.

@ vicon
sebenernya ada perbedaan distribusi antara zakat dan infaq/sodaqah. kalo zakat, lebih baik disalurkan melalui BAZIS. kalo yang diberikan secara langsung itu infaq/sodaqah.

@ baguspewe
boleh aja. yang penting jangan sampe ada banyak orang yang mengelilingi orang yang memberi. harus ada jarak yang berbeda antara orang yang mengantre dengan orang yang memberi. jaraknya tidak boleh sama.😀

@ erfan
yang saya tahu, zakat yang dibagi cuma 30 ribu rupiah saja. nah yang aneh, bahwa ada orang dari luar kota yang rela mengantre. kalo dipikir, ongkos ke tempat antrean saja bisa lebih dari nilai zakat itu sendiri. sepertinya mindset kita adalah “lebih enak dapet uang yang gratis, daripada uang yang harus diperoleh dengan susah payah”. ini buruk.

@ zainuddin
mungkin saja. apapun namanya, sistem distribusi harus seaman mungkin.🙂

-IT-

8. Wildan - September 17, 2008

Jika memberi dengan tangan kanan, jangan sampai tangan kiri mengetahuinya..

Yah..cuma Allah yang tahu niat seseorang. Wallahu alam..

9. ray rizaldy - September 17, 2008

berita ini sampe ke negeri seberang gak ya?
klo mereka baca, mereka (mungkin) bakal ngomong :
noh, gw bilang juga apa. Indon etah (pake bahasa lokal mereka tentu)

10. irvan132 - September 18, 2008

@ wildan
iya bener. maka gw kurang setuju kalo si pemberi zakat dijadikan tersangka.

@ ray
udah sampe ray, malah dijadiin headline ama media sana. sedih emang.

-IT-

11. Mazista - September 22, 2008

Seperti yang sudah banyak diketahui bahwa perbuatan baik itu tidak menjadikan pelaku menjadi ria maka ketika tangan kanan memberi maka tangan kiri jangan sampai mengetahui, sehingga mestinya tidak ada pengumuman pembagian zakat yang membuat orang berbondong bondong datang mengantri zakat. PEMBERI ZAKAT SEHARUSNYA DATANG KERUMAH MEREKA YANG BERHAK ATAS ZAKAT DAN LANGSUNG MEMBERIKAN KEPADA MEREKA. Jumlahnya sebaiknya tidak mampu membuat ekonomi yang diberi zakat terangkat. Jadi jika nilai zakat anda cukup membeli satu rombong bakso sebaiknya diberikan pada satu orang agar orang tersebut bisa menjadi tukang bakso dan mampu memperbaiki ekonominya.

12. takochan - Oktober 5, 2008

bukan cuma soal antre, tapi apa mental kita yang kena? Coba ada berita bagi-bagi sembako gratis/THR ato apalah, pasti banyak yang berduyun2 kesana, walau berita itu belum tentu benar.

Saya justru lebih miris ketika mendengar berita macam ini. Jauh2 datang, berdesak2an, panas2an “hanya demi sepaket parcel lebaran dari para pembesar”.

13. arylangga - Oktober 28, 2008

saya memberikan anda 1 free ticket untuk seminar leadership, jika anda ingin datang silahkan registrasi, jika tidak teruskan pesan ini , silahkan liat pesan asli di blog : arylangga.blogspot.com

14. pengabdi - Mei 11, 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: