jump to navigation

Ngambing Di Depot Tanjung Februari 28, 2009

Posted by irvan132 in Tempat.
Tags: ,
12 comments

Ini merupakan posting saya yang pertama kali mengenai kuliner di Jakarta. Sebenarnya sudah lama ingin menulis tentang kuliner di daerah ibukota, hanya saja baru diberi kesempatan sekarang. πŸ™‚

Kali ini, saya mencoba salah satu makanan khas Arab yaitu kambing bakar. Kalau kambing bakar sudah biasa, tetapi yang istimewa dari kambing bakar ini adalah menggunakan madu ketika dibakar. Oleh karena itu, namanya adalah kambing bakar madu.

kambing-bakar-madu

Kambing bakar madu ini merupakan salah satu menu dari restoran Depot Tanjung. Restoran ini terletak di daerah Tebet, tepatnya di Jalan Tebet Utara I Jakarta. Letaknya ada di pinggir jalan. Restorannya tidak terlalu besar dan didominasi oleh warna kuning.

Rasa kambing bakarnya memang mantap. Memang sesuai seperti apa yang ditulis oleh orang-orang yang pernah makan di sana. Madunya terasa tipis di lipatan daging kambing sehingga membuat tidak eneg ketika disantap. Saya juga melihat ada serbuk putih di dagingnya, tetapi saya tidak tahu itu apa (kokain?). πŸ˜› Yang jelas, kambing bakar ini top. Sangat lembut, mudah diiris.

makan-bro

Yang kurang menurut saya adalah proses pembakaran yang cukup sebentar. Sehingga, kambing harus dimakan sesegera mungkin agar masih hangat.

Harga kambing bakar madu ini sekitar 32 ribu rupiah saja. Daftar lengkap menu lain di Depot Tanjung bisa anda lihat di gambar di bawah ini.

daftar-harga-depot-tanjung

Itu saja laporannya. Semoga anda juga bisa menikmati kambing bakar madu ini. πŸ˜€

Salam,

-IT-

Perbedaan Engineer Formal dan Casual Februari 17, 2009

Posted by irvan132 in Kehidupan.
Tags: ,
8 comments

Kehidupan kantor memang penuh dinamika. Dinamika ini tidak sama antara kantor satu dengan kantor yang lain. Ada hal yang menarik dan juga unik yang terjadi di kantor saya tentang cara berpakaian seseorang.

Kantor saya ini merupakan kantor salah satu vendor telekomunikasi yang cukup terkenal. Kebanyakan pegawainya adalah seorang engineer. Karena tulisan ini membahas tentang cara berpakaian, saya yakin anda sudah tahu karakter berpakaian seorang engineer. Kalau boleh saya wakili pendapat anda bahwa cara berpakaian engineer adalah senyaman mungkin (casual). Prioritas utama seorang engineer adalah yang penting pekerjaan saya selesai. Pakaian menjadi point yang kesekian. Oleh sebab itu, sebagian besar engineer “hanya” memakai T-shirt dan celana jeans ketika bekerja. πŸ™‚

Nah, karena suasana casual sudah merupakan ciri khas kantor, maka engineer dengan pakaian formal (kemeja lengan panjang, celana bahan, sepatu pesta) menjadi agak termarjinalkan. Maksud kata termarjinal di sini adalah mereka kerap mendapat selentingan/gurauan dari engineer casual tadi. Salah satu selentingan itu adalah “Wawancara di mana tadi?” atau “Kapan resign dari sini?”. Seolah-olah engineer formal ini melakukan proses “loncat” dari perusahaan A ke perusahaan B. Sungguh unik dan ini terjadi di kantor saya. πŸ˜€

Kesimpulan saya adalah dengan pakaian formal kita dapat melakukan 2 pekerjaan sekaligus yaitu bekerja dan interview face-to-face, sedangkan dengan pakaian casual tidak. Jadi, keputusan di tangan anda. πŸ˜›

Salam,

-IT-