jump to navigation

Firefox Punya Rasa Malu Agustus 26, 2009

Posted by irvan132 in Teknologi.
Tags: ,
20 comments

Tidak hanya manusia yang memiliki rasa malu, software pun punya. Contohnya adalah Firefox. Dari gambar di bawah ini, Firefox mengaku kalau dia malu karena tidak bisa menampilkan kembali jendela dan tab yang sudah saya buka. 😛

Firefox is embarrassing

Masalah ini muncul ketika komputer saya dalam keadaan stand-by sehingga muncul halaman autentikasi di Windows. Karena saya terburu-buru, komputer langsung saya matikan tanpa login terlebih dahulu untuk mematikan aplikasi yang masih berjalan. Ketika komputer saya nyalakan dan jalankan Firefox, muncul perasaan malu ini. 😀

Ada-ada saja, Firefox!

Salam,

-IT-

Keandalan Seorang Engineer Agustus 16, 2009

Posted by irvan132 in Kehidupan.
Tags: ,
16 comments

Menjadi engineer itu sebuah pilihan. Engineer merupakan salah satu dari sekian banyak profesi di dunia ini. Akan tetapi, mengapa engineer? Ada 2 jawaban untuk menjawab pertanyaan ini. Untuk jawaban klise adalah karena sesuai dengan bidang ilmu yang ditekuni. Untuk jawaban prestige adalah karena engineer merupakan passion.

Dalam tulisan ini, saya akan membahas seandal apakah anda sebagai seorang engineer. Selain faktor teknis, seperti tingkat pendidikan, level expertise, sampai banyaknya sertifikasi teknis yang dimiliki, kehandalan seorang engineer dapat diukur dari faktor non-teknis. Berikut ini faktor-faktor non-teknis yang saya jadikan acuan untuk menilai engineer:

  • Keluhan

Keluhan muncul akibat banyak faktor. Baik itu karena kesalahan manusia (human error), kerusakan sistem, ataupun kecelakan (sengaja atau tidak). Intinya, keluhan muncul akibat adanya perbuatan (aksi). Dengan melihat cara seseorang engineer menghadapi keluhan, kita dapat menilai mereka. Keluhan akan selalu muncul, dan celakanya banyak keluhan muncul ketika engineer tidak siap. Tentu saja, engineer yang baik akan mampu menghadapi keluhan yang datang setiap saat.

  • Tekanan

Tekanan merupakan ekstensi dari keluhan. Keluhan yang datang dari pelanggan bisa menjadi tekanan bila belum dapat diselesaikan. Tekanan biasanya muncul dari 2 arah, yaitu tekanan dari luar dan tekanan dari dalam. Keduanya sama beratnya. Tekanan dari luar berasal dari pelanggan. Pelanggan adalah raja dan kebutuhan raja harus selalu dipenuhi. Dia tidak mau tahu bagaimana caranya, yang terpenting kebutuhan itu terpenuhi. Tekanan dari dalam berasal dari perusahaan dan nama baik engineer. Kalau gagal, nama perusahaan akan tercoreng dan nama engineer akan buruk. Ini sangat tendensius karena dengan kata lain gagal itu bukan sebuah pilihan. 🙂

  • Deadline

Batas akhir adalah musuh setiap engineer. Serajin apapun seorang engineer, suatu saat akan menemui deadline. Deadline tidak untuk dihindari, tetapi untuk dikerjakan. Bagi engineer yang handal, deadline bukan momok tetapi merupakan salah satu cara untuk berkreasi. Hal ini karena biasanya deadline membuat engineer berpikir di luar kotak (thingking out of the box) untuk menyelesaikan sebuah masalah. Sikap ini hanya dimiliki oleh seorang engineer andal.

Ketiga faktor di atas tidak bisa didapatkan dari bangku-bangku sekolah maupun tempat-tempat training. Faktor-faktor ini hanya ada di dunia industri. Jadi, dengan masuk ke dunia industri dan merasakan faktor-faktor di atas, ke-engineer-an anda dapat teruji.

Apakah anda termasuk engineer yang andal?

Salam,

IT

Kualitas Produktivitas Agustus 14, 2009

Posted by irvan132 in Kehidupan, Keluh Kesah.
17 comments

Saya mendapat teguran karena melebihi batas toleransi waktu masuk kantor. Saya mengakui kalau terlambat masuk ke kantor itu merupakan larangan. Kantor manapun di dunia ini, jarang memberikan toleransi terhadap keterlambatan. Akan tetapi, saya memiliki alasan yang cukup logis untuk sekadar mencari “pembenaran” terhadap keterlambatan saya ini. 😀

habitat_wall_clock

Pembenaran pertama adalah produktivitas. Apa yang produktivitas hasilkan sampai-sampai mampu membenarkan keterlambatan? Sederhana sekali, produktivitas itu berhubungan erat menghasilkan sesuatu. Bukan hanya sesuatu, tetapi Sesuatu. Walaupun terlambat, saya merasa produktivitas saya di atas rata-rata. Ini artinya, saya mampu menghasilkan dengan waktu yang sudah berkurang jika diukur secara kuantitatif. Apakah ini buruk? Sepertinya tidak.

Faktor lain untuk menguatkan pembenaran ini adalah waktu produktivitas menjadi berbeda. Sebagai contoh, dalam waktu 1 jam, saya mampu menghasilkan “sesuatu”. Mungkin ini berbeda dengan orang lain yang menghasilkan sesuatu dalam waktu 1 jam. Nah, ini yang dinamakan kualitas. Tidak hanya kualitas produksi, tetapi kualitas menyelesaikan masalah.

Jadi, jika ada orang yang menyela anda ketika anda terlambat, katakan saja kepadanya tentang kualitas produktivitas. Lalu, tambahkan dengan sebuah kalimat berikut: “Satu jam saya lebih produktif dari anda, satu jam saya lebih berkualitas dari anda”. Saya jamin orang tadi akan langsung merenung dan mencerna kata-kata anda.

Gambar: INI

Salam,

-IT-