jump to navigation

All Night Long Juli 27, 2008

Posted by irvan132 in Hedon.
Tags: , ,
10 comments

Kembali lagi menuju kebiasaan lama, yaitu olahraga malam. Sudah lama saya tidak jalan bersama teman-teman. Kalau hanya makan dan mengobrol sudah biasa. Akan tetapi, kali ini jalan bersama mereka untuk bersenang-senang, sekalian saja perayaan kelulusan.

Kalau sudah berhubungan dengan kata “senang-senang”, semuanya pasti antusias dan semangat. Benar saja, hal ini ditandai dengan tidak ada yang terlambat sama sekali. πŸ™‚ Ya sudah, langsung menuju ke tempat yang telah disepakati.

Ternyata, di dalam sana suasana sangat ramai. Meriah. Kebetulan juga ada acara promosi salah satu produk rokok. Lantunan musik juga mendebarkan, bukan R&B tetapi Techno Progressive. Makin ramai. πŸ˜€

Berikut ini screenshot lain suasana kemarin:

Salam,

-IT-

Syukuran Khas Teknik Komputer April 22, 2008

Posted by irvan132 in Hedon.
Tags: , ,
17 comments

Teman memang selalu menghadirkan kenangan. Jika ada kesulitan, merekalah tempat paling dekat untuk meminta pertolongan. Apalagi, jika sedang ada kegembiraan, mereka juga yang memberikan senyum paling special untuk merayakannya. Di samping itu, teman merupakan orang yang paling mengerti apa saja yang terjadi di dalam diri kita. πŸ™‚

Di tengah kesibukan kampus, rasanya tidak berkesan jika belum menghabiskan waktu bersama teman-teman seperjuangan. Kalau istilah himpunanβ„’, masih belum kompak. Akan tetapi, tadi malam, semuanya kompak. Sebagian besar teman-teman seperjuangan di kampus datang dan menghabiskan waktu bersama. Ini dalam rangka syukuran teman-teman yang berulang tahun, termasuk saya. Suasana ramai. Sangat menghibur. Ini merupakan acara kumpul-kumpul pertama anak-anak Teknik Komputer ITB 2004. Yang jelas, suasana benar-benar kekeluargaan. Berikut ini snapshot yang terjadi semalam:

Di Acara Kartini Kampus.

Lokasi Syukuran.

Menunggu Makanan.

Berpose Ceria.

Donatur.

Didit, Musisi.

Suap-suapan.

Membabi buta.

Generasi Emas.

Narsis.

Pulang.

Terima kasih teman-teman yang sudah datang di acara kemarin. We already know that we are solid. Just believe it!

Komputer Geetoo Locch! πŸ˜›

Salam,

-IT-

Lounge di Embassy Bandung November 25, 2007

Posted by irvan132 in Hedon.
12 comments

Setelah vakum hampir 6 bulan di dunia germerlap (dugem), saya mencari hiburan di tempat yang satu ini. Karena ada sepupu saya dari Jakarta, saya diminta menemani mereka ke sana. Hanya untuk bersenang-senang saja. Setelah 2 jam di dalam, saya merasa lelah. Yah, saya anggap sebagai olahraga malam saja. πŸ˜›

Kali ini, acara yang digelar adalah promosi produk-produk Ultimate-DJ-Gear (UDG). Suasana sangat ramai. Apalagi sales promotion girl (SPG) “turun” mempromosikan produk tersebut di lantai dansa. Hmm, suasana makin hot.

Sudah dulu, saya mau istirahat. Ngantuk berat! 😦

Tulisan lain tentang Embassy di Bandung dapat anda baca di SINI.

Salam,

-IT-

Gaul Hemat di Mal Pondok Indah September 15, 2007

Posted by irvan132 in Hedon.
10 comments

Sebenarnya cerita ini sudah lama ingin saya tulis. Bagaimana tidak, cerita ini terjadi saat saya melakukan kerja praktik (KP) di Jakarta dulu. Akan tetapi, saya baru ingat sekarang bahwa cerita ini mungkin bermanfaat untuk anda yang ingin bergaul dengan cara yang hemat. Bergaul dengan cara hemat, mungkinkah hal itu bisa dilakukan? Bergaul atau “nongkrong”, apalagi di mal, pastilah memerlukan biaya yang cukup besar. Mungkin benar, tetapi tidak selalu. Agar lebih jelas, silakan baca terus tulisan ini.

Tentu saja, hal ini tidak berlaku untuk semua mal. Mal yang saya maksud adalah Mal Pondok Indah, atau yang lebih dikenal dengan PIM, di daerah Pondok Indah (Jakarta Selatan). Bagi anda yang belum tahu, setidaknya anda pasti sudah pernah mendengar. Kalau belum pernah mendengar juga, anda sangat menyedihkan. πŸ˜› Mal ini didirikan pada tahun 1991. Kemudian, dibangun juga PIM 2 tepat berada di seberang PIM. Pada pertengahan tahun 2005, PIM 2 mulai beroperasi. By the way, PIM dan PIM 2 saling berhubungan dengan jembatan bertingkat dua.

pim.jpg

Pada saat weekend (waktunya lupa), saya diajak teman saya bergaul di sini. Kebetulan, saat itu saya bosan dengan segala aktivitas di ibu kota. Saya memutuskan untuk ikut ke sana. Saya dan teman-teman tiba di PIM bertepatan dengan jam makan siang. Saya baru sadar bahwa saya tidak punya uang lebih untuk makan di dalam mal. Lalu, saya menceritakan kondisi saya ini kepada teman saya itu. Dia berkata bahwa agar jangan khawatir. Dia tahu solusinya.

Ternyata, dia tahu tempat makan yang enak dan murah di dalam area PIM. Kebetulan sekali jika tempat parkir mobil kami dekat dengan tempat makan itu. Tempat ini adalah Kantin Karyawan Pegawai PIM (kalau tidak salah πŸ˜› ). Letaknya berada di tempat parkir mobil di belakang PIM (bukan PIM 2). Tepatnya tempat parkir mobil di seberang parit besar. Tempat ini berbentuk seperti aula besar dengan banyak meja panjang yang dikelilingi penjual makanan. Mirip seperti foodcourt, tetapi tidak ada AC di sana. Ukuran tempat ini sangat besar untuk ukuran sebuah kantin, sekitar 50 x 50 m. Makanan yang tersedia sangat beragam. Masakan Padang, Sunda, Betawi, Jawa, tersedia di sana. Tidak lupa, ada juga penjual rokok di sana. Jadi, tidak perlu repot membeli rokok jika anda tidak membawa rokok saat “nongkrong” di mal.

Yang makan di sana, tentu saja semua karyawan mal. Kami sebagai pengunjung (bukan karyawan), tidak peduli. Yang terpenting saat itu adalah makan. Kemudian, saya memesan nasi soto, aneka gorengan, dan es teh manis. Kalau teman saya memesan nasi pecel ditambah kerupuk. Hmm, benar-benar nikmat dan kenyang. Di sela-sela makan, teman saya ini mengatakan bahwa dia pernah melihat artis Masayu Anastasia makan di kantin ini. Wah, kantin ini memang cukup terkenal. Harga makanan saya waktu itu total 12 ribu rupiah. Harga yang sangat masuk akal daripada saya harus makan di foodcourt mal.

Setelah makan, baru kami berjalan-jalan ke dalam mal. Karena ingin bergaul, kami cukup memesan minuman untuk menikmati suasana. Duduk dan berbicara dengan topik yang tidak jelas sambil sesekali melihat artis-artis yang sedang berjalan di mal. Yang pasti, kemarin itu saya hanya menghabiskan uang sekitar 30 ribu rupiah. Sangat murah untuk mengejar menikmai pergaulan di kota sekejam Jakarta. πŸ˜€

Gaul, tidak perlu mahal !

Sumber foto : INI

Salam,

-IT-

Sepuluh Tips Nge-Lounge Asyik Juli 2, 2007

Posted by irvan132 in Hedon.
10 comments

Hiburan malam tidak selalu identik dengan drugs, alcohol, dan sex. Yang pasti, tempat tersebut merupakan tempat untuk bersenang-senang (hedon). Saya juga tidak menutup mata bahwa aroma drugs, alcohol, dan sex memang kental. Akan tetapi, saya tidak akan membahas hal itu. Saya menyerahkan kepada pribadi kita masing-masing. Kita sudah tahu mana yang baik dan yang buruk untuk diri kita. πŸ™‚

Tulisan ini merupakan salah satu pengalaman saya. Tujuannya bukan untuk menggurui, tetapi untuk berbagi pengalaman. Saya berpendapat bahwa komunitas komputer merupakan salah satu dari banyak komunitas lain di dunia. Maksud saya adalah dunia ini tidak selalu komputer. πŸ˜› Ada hal-hal lain yang juga menarik seperti komputer. Mengenal komunitas lain sangat perlu untuk pertemanan (friendship). Saya menganggap bahwa pertemanan (friendship) lebih penting daripada pacaran (relationship). Baiklah, berikut ini tips-tips untuk nge-lounge yang asyik :

Niat yang lurus. Tujuan kita nge-lounge adalah murni untuk bersenang-senang. Refreshing bagi orang-orang yang pekerjaannya sangat padat. Jauhkan pikiran-pikiran β€œnakal” bila kita sudah berada di tempat tersebut. Ingat, yang kita cari di sini adalah suasana. Suasana yang asyik.

Kenal teman yang berpengalaman. Sebagai pemula (newbie) seperti saya, pergi bersama teman yang berpengalaman adalah suatu keharusan. Selain karena faktor transportasi, mereka dapat memberikan kita tiket masuk gratis (Guest List) dan kita juga dapat diperkenalkan pada teman-temannya. Nah, inilah yang saya maksud dengan friendship tadi. Kita akan mendapat teman-teman baru dan pergaulan baru. Bagi saya, banyak teman itu memudahkan hidup ini (ha ha ha).

Memakai kemeja dan sepatu. Jelas, ini merupakan pakaian standar bila ingin nge-lounge. Jangan mengambil risiko dengan hanya memakai kaos oblong. Bisa-bisa kita tidak diperbolehkan masuk ke dalam. Jadi, pakailah kemeja dan sepatu (biar keren).

Datang tepat waktu. Jika kita sudah mendapatkan GL (Guest List), hendaknya datang tepat waktu. Sekitar jam 11 – 12 malam. Ini karena bila kita datang lebih dari jam tersebut, masa GL akan habis dan kita harus membayar tiket masuk. Jika itu terjadi, saya juga tidak bisa membantu anda. πŸ™‚

Membawa permen karet. Jika sudah berada di dalam, dentuman musik sangat keras. Kadang-kadang, telinga kita bisa tersumbat. Dengan mengunyah permen karet, aliran udara di dalam telinga menjadi lancar. Selain itu, permen karet dapat mengurangi rasa haus di mulut.

Kamera dijital. Jika ingin membuat dokumentasi tentang tempat tersebut, jangan lupa membawa kamera dijital. Setidaknya, kita punya handphone dengan fitur kamera di dalamnya. Di dalam tempat nge-lounge, biasanya banyak kejadian β€œmenarik” dan orang-orang yang β€œmenarik” pula (ha ha ha). Momen tersebut jangan sampai terlewatkan. πŸ˜€

Senyum. Dengan tersenyum, kita akan disukai banyak orang. Paling tidak, orang akan melirik kita. Senyum merupakan tanda bahwa kita sangat menikmati suasana yang ada. Keep smiling, Dude ! πŸ™‚

Wangi dan segar. Jangan sampai masalah BB (bau badan) terjadi pada anda. Berusaha agar anda tetap wangi dan segar. Dianjurkan mandi sebelum berangkat.

Rokok dan minuman. Ini merupakan sebuah pilihan. Bagi anda yang perokok, bawa saja rokok dari rumah. Di dalam, rokok tidak dijual. Bagi anda yang bukan peminum, soft drink dijual di sana. Akan tetapi, harganya juga berlipat. Sebagai informasi, harga 1 gelas Coca Cola bisa mencapai 18 ribu rupiah. Saya tidak mengetahui harga untuk minuman beralkohol.

Makan setelah selesai. Sehabis kita nge-lounge, biasanya perut terasa lapar. Ini karena kita banyak gerak saat di dalam tadi. Makan dulu saja sebelum pulang ke rumah. Jika di Bandung, tempat makan yang buka saat dini hari adalah Warung C’Mar. Warung yang berada di daerah Cikapundung ini sangat terkenal di kalangan komunitas malam Bandung.

Itu saja tips-tips dari saya. Semoga bermanfaat. Oh iya, satu hal penting adalah jangan lupa membawa tanda pengenal (KTP, SIM, atau KTM). Karena tanda pengenal itu memastikan bahwa umur kita adalah 21 tahun atau lebih. Selamat bersenang-senang ! πŸ˜€

Salam,

-IT-

Jalan-jalan Di Jakarta (Part 2) Juni 30, 2007

Posted by irvan132 in Hedon.
6 comments

Sudah lama saya tidak bercerita tentang “indahnya” kota Jakarta. :p Ini karena akhir-akhir ini akses ke sana sangat terbatas. Mengapa terbatas ? Ini karena teman saya yang punya “akses” ke sana sedang ujian. Wah, untuk masalah ini saya tidak bisa memaksakan diri. Nah, untungnya weekend kali dia bisa diajak jalan-jalan ke luar. Hmm, akhirnya momen yang ditunggu itu datang juga (ha ha ha). πŸ˜€

Tujuan weekend tadi malam adalah X2. X2 merupakan tempat nge-lounge orang-orang Jakarta. Tempat itu terletak di area parkir Plaza Senayan. Lebih tepatnya di area parkir lantai 4, P4. Saya ke sana bersama Wildan dan Firman. Mereka saya ajak agar mereka bisa punya cerita bila sudah di Bandung nanti. :p Saya masuk ke sana gratis. Teman saya memberikan tiket GL (Guest List) pada saya. Saat mau masuk ke sana, pemeriksaan sangat ketat. Sampai-sampai, saya harus menunjukkan KTP untuk memastikan bahwa umur saya sudah 21 tahun. Pakaian masuk standar, kemeja dan sepatu. By the way, saya berangkat ke sana jam 11 malam.

Saat di dalam X2, tempat ini sangat ramai. Tampaknya semua orang berkumpul di satu tempat, di sana. Wah, saya terkejut melihat pemandangan ini. Benar-benar ramai. πŸ˜€ Di dalam X2, terdapat 2 lantai. Tiap lantai ada 2 ruangan lagi. Di lantai satu, tempatnya benar-benar futuristik. Permainan sinar laser sangat menyilaukan mata. Musik yang dimainkan sangat mengguncang dada. Lantainya pun ikut bergetar. Sangat seru. Semua orang sangat menikmati suasana tadi malam. πŸ˜€

Saya dan teman-teman lebih banyak nge-lounge di lantai 2. Di sini, lagu yang dimainkan beraliran R’nB. Semua orang tumpah ruah jadi satu menikmati dentuman musik. Pada saat beat lagu kencang, ada juga wanita yang naik ke atas meja untuk berdansa. Wah, langsung saja orang-orang di dalam berteriak histeris (ha ha ha). Makin malam, makin seru. Disk Jockey (DJ) benar-benar bisa memainkan irama musik dengan sempurna. Di sana saya juga meilhat artis-artis ibukota. Mereka adalah Bertrand Antolin, Indra Bruggman, Tyo Nugros & Alexandra, serta Putri Patricia. Hmm, TERNYATA. πŸ˜€

Pokoknya suasana semalam benar-benar asyik. Saya dan teman-teman sangat enjoy. Malahan, Firman minta diajak lagi kapan-kapan (ha ha ha). Untuk tiket GL, saya mau berterima kasih pada Afifa. Thanks, Fa. πŸ˜€ Terakhir, salam kenal buat Farah (the angel in disguise). Oh iya, saya mem-posting tulisan ini melalui wi-fi gratis di Festival Komputer Indonesia, di Gedung JCC Senayan.

Salam,

-IT-

Survey Ke Jakarta Juni 7, 2007

Posted by irvan132 in Hedon.
3 comments

Sebenarnya rencana ini sudah ada dari minggu kemarin. Saya dan anak-anak EL yang lain akan melakukan survey ke Jakarta. Tujuannya adalah untuk mengetahui kondisi tempat kami melakukan KP (Kerja Praktik). Saya dan teman-teman akan melakukan KP di perusahaan Lintasarta. Rencananya saya akan memilih di gedung Menara Thamrin, Jakarta Pusat. Akan tetapi, bisa saja saya akan ditempatkan di kantor yang berada di jalan TB. Simatupang, Jakarta Selatan.

Saya mulai saja ceritanya. πŸ˜€ Yang ikut berangkat kemarin adalah saya, Ipul, Wildan, Reza, Firman, Dimas a.k.a Komeng (semuanya EL 04), dan Ridha (FT 04). Ridha ini tidak berkepentingan, hanya ingin jalan-jalan saja. Maklum orang Aceh, belum tahu ibukota dan ingin belajar menjadi kaum hedon seperti saya (ha ha ha). Karena berangkat jam 7 pagi, saya memutuskan untuk datang lebih awal. Ada maksud lain sebenarnya. Ridha bertanya-tanya, ada apa ini. Sudah, kami kumpul dulu ke rumah Wildan, karena ke Jakarta menggunakan mobil dia. Eh, benar saja Ridha tersenyum pada saya. Nasi goreng + telur dadar datang. Wah, memang datang di pagi hari banyak rezeki (he he he). Tak lama kemudian, teman yang lain datang. Kami langsung berangkat, Dimas sebagai driver.

Cuma berbekal peta Jakarta, kami berkeliling kota. Tiba di Jakarta, kami mengunjungi salah satu MSA Microsoft, Fajar, di rumahnya di kawasan Tebet Barat Dalam. Makan dulu, Fajar yang traktir. Servis katanya. Thanks. πŸ˜› Setelah itu, kami berangkat bersama (8 orang). Pertama ke Kuningan, ambil “mainan” baru Fajar di kosan andy@airputih.or.id. Lalu, kami cari kosan di daerah Kebon Kacang, belakang Plaza Indonesia (keren juga kosan di belakang Mal πŸ˜€ ). Di situ dapat kosan dengan harga yang lumayan murah. Setelah itu, jalan-jalan melintasi Thamrin. Lokasi gedung sudah diketahui. Hmm, tujuan utama sudah tercapai dan sekarang tinggal hedon saja (ha ha ha).

Pertama, kami ke Tebet lagi dan makan mie Simpur. Dengan harga 20 ribu bervariasi, terasa nikmat. Lalu, kami mengantar pulang Fajar ke rumahnya sekaligus pamit pulang. Dari sini, tujuan perjalanan selalu berubah. Kami tidak tahu arah. Tapi, kami memutuskan ingin “menolong” Dana untuk belajar routing. πŸ˜› Ya sudah, kami menuju Blok M, jalan Fatmawati, dan sampai di Pondok Labu. Bertemu dengan Dana juga di Pom Bensin karena jam sudah 11 malam. Setelah itu, menuju ke jalan Simatupang. Tak disangka Cilandak Town Square muncul, ya sudah arah mobil memutar balik demi Citos (ha ha ha). Ternyata dekat dari Pondok Labu ke Citos. Karena sudah malam, kafe-kafe (istilah kerennya tempat nge-lounge) di Citos sudah pada tutup. Kecewa, kami hanya berputar di Citos sekali saja (lantai bawah dan atas). Arghhh, coba datang agak sore, pasti banyak pemandangan “indah” (hi hi hi). Ya sudah, keluar dari sana ke jalan TB. Simatupang. Eh, kantor Lintasarta tidak jelas, semua lewat begitu saja. Akhirnya melewati jalan Pasar Minggu Raya, tembus ke daerah Tebet (LAGI), masuk menuju tol menuju ke Bandung.

Saat di 30 KM dari Jakarta, Ipul menggantikan saya menjadi navigator. Driver juga ganti, dari Dimas ke Firman (ini setelah makan mie Simpur). Saya tidur di belakang, mata sangat perih seharian membaca peta Jakarta dan mencari kosan. Setel IPod dengan mata terpejam, saya tidak tahu lagi teman-teman mengobrol apa saja. Saya tertidur. Sampai di Bandung jam 2 malam, langsung makan ke warung C’Mar di daerah Cikapundung. Ipul cerita kalau tadi di daerah Padalarang mobil terasa aneh. Kecepatan 100 KM/h, tapi mobil berjalan seperti 60 KM/h. Terasa berat kata Firman. Hmm, untung saya sudah tidur. Biarkan ini menjadi cerita. Pokoknya perjalanan kali ini, ASYIK. Semua jadi mengenal suasana kota Jakarta. Next Trip adalah hedon di Kemang (yang terkenal itu) dan nonton PRJ (Pekan Raya Jakarta). πŸ˜€

Salam,

-IT-