jump to navigation

Kopi di Kampus Maret 13, 2008

Posted by irvan132 in Ide.
Tags: ,
12 comments

Saya yakin bahwa sebagian besar mahasiswa di Indonesia tidak sarapan pagi ketika ada jadwal kelas pagi. Banyak sekali faktor yang menjadi penyebabnya, antara lain karena malas, kebiasaan tidak sarapan, terlambat bangun pagi, udara masih dingin, dan lain sebagainya. Padahal, banyak ahli kesehatan yang mengatakan bahwa sarapan pagi sangat penting. Sarapan pagi sebagai sumber nutrisi setelah tubuh tidak makan selama kurang lebih 8 jam (waktu tidur). Jadi, untuk memulai aktivitas di pagi hari, hendaknya kita sarapan pagi terlebih dahulu.

Berhubung sedang membahas sarapan, saya punya ide bagaimana membuat orang setidaknya mengisi perut mereka sebelum kuliah. Hal ini dilakukan dengan adanya usaha toko di dekat kampus yang menyediakan kopi dan donat sebagai sarapan. Toko itu menyediakan kopi ukuran gelas besar (cup) tertutup dan donat. Intinya, untuk sarapan, mahasiswa tinggal membeli kopi dan donat. Yang ditekankan di sini adalah masalah praktis dan mudah dibawa-bawa.

Sebenarnya, penjual kopi dan donat di kampus ITB sudah ada. Untuk kopi, toko Circle K sudah menjualnya, tetapi lokasi yang agak jauh menjadi halangan. Untuk donat, biasanya ada mahasiswa yang menjual, tetapi kualitasnya agak kurang walaupun harganya murah. ๐Ÿ˜€ Dengan toko ini, kedua kekurangan tadi dapat dihilangkan dengan biaya yang sesuai.

Ide ini juga saya dapat dari filem-filem Amerika dimana di sana (kantor maupun kampus) tersedia toko yang menyediakan sarapan seperti kopi, donat, burger, dsb. Toko seperti ini bisa menjadi alat agar membuat mahasiswa sarapan pagi sebelum kuliah. Berbekal praktis, mudah dijangkau, dan cepat, maka toko ini dapat menjadi “usaha” yang menarik di kampus. Semoga.

Salam,

-IT-

Database Penghuni Tempat Kos November 18, 2007

Posted by irvan132 in Ide.
5 comments

Sebagian besar mahasiswa perantau, yang merantau sendiri seperti saya, pastilah tinggal di tempat kos selama menuntut ilmu. Walaupun memang kadang ada sanak saudara yang memiliki rumah, mahasiswa lebih memilih tempat kos. Hal ini karena tempat kos mempunyai nilai tersendiri di mata mahasiswa. Salah satu daya tarik tinggal di tempat kos adalah masalah kebebasanโ„ขย. Jangan salah, kebebasan dalam arti dapat hidup mandiri.

Sekarang, tempat kos hanya sebuah lahan bisnis belaka. Berbeda dengan zaman dahulu. Tidak ada lagi suasana kekeluargaan antara pemilik tempat kos dengan para penghuni kos. Kedua pihak hanya bertemu di saat “bisnis” saja, seperti pembayaran uang kos bulanan maupun pembayaran listrik dan air. Karena hanya berlatar belakang bisnis, hubungan keduanya sangat kaku. Dari sini, saya melihat sebuah permasalahan yang sering terjadi. Masalahnya adalah hilangnya kontak (loss contact) antara pemilik dan penghuni tempat kos ketika kontrak sudah habis.

rj-45.jpg

Saya sempat mengalami masalah ini. Ketika itu, saya ingin menghubungi teman lama saya. Kebetulan, saat itu nomor handphone teman saya itu sudah tidak aktif. Jadi, saya putuskan untuk langsung bertemu dengan dia. Karena mengetahui tempat kosnya, saya langsung pergi ke sana. Saat tiba di tempat kosnya, saya tidak menemukan dia. Saya hanya bertemu dengan pembantu tempat kosnya. Pembantu itu berkata bahwa teman saya itu sudah pindah kos seminggu yang lalu. Ketika saya bertanya di mana tempat kosnya yang baru, pembantu itu menjawab tidak tahu. Ya sudah, saya tidak jadi menemui teman saya itu. Ketidaktahuan itulah yang sering membuat saya jengkel. ๐Ÿ˜ฆ

Melihat masalah di atas, saya punya ide bagaimana jika di tempat kos ada sebuah database yang berisi data lengkap seluruh penghuni kos yang pernah mengontrak kamar. Beberapa isi database adalah nama lengkap, alamat tempat tinggal, waktu kontrak kamar, alasan pindah tempat kos, alamat tempat kos yang baru, dll. Bila perlu, cantumkan juga data berapa kali penghuni kos itu menunggak pembayaran kos. Dengan database ini, pemilik kos memiliki data seluruh penghuni kos, baik yang masih kos maupun yang sudah pindah. Sehingga, masalah-masalah seperti itu bisa diatasi. Istilahnya adalah trackback kalau di dunia blog. ๐Ÿ˜›

Database ini juga sebagai sarana agar masyarakat, terutama pemilik tempat kos, sadar pentingnya suatu data. Tanpa data, sulit untuk mengembangkan sebuah bisnis. Jangankan mengembangkan bisnis, membangun jejaring bisnis saja akan memiliki kendala. Di samping itu, agar pemilik tempat kos juga concern terhadap masalah teknologi informasi. Jangan hanya berpikir uang kos saja. Hihihi, kalau kalimat terakhir itu (tentang IT), hanya sebagai kompor saja biar panas. ๐Ÿ˜€

Sumber foto : INI

Salam,

-IT-

Bioskop Filem Indie November 16, 2007

Posted by irvan132 in Ide.
5 comments

Semalam, saya menonton acara L.A. Lights IndieFest di Trans7. Acara ini bertema kontes pemilihan filem independen (indie) di Indonesia. Pembawa acaranya adalah Vincent dan Desta Clubeighties. Karena pembaca acaranya mereka berdua, acara tersebut dikemas dengan lucu. Sangat humor.

Tidak hanya menyampaikan tentang berita filem-filem indie, acara ini juga mengundang bintang tamu dari kalangan artis. Bintang tamu yang hadir semalam adalah Winky Wiryawan. Dia merupakan aktor yang sudah bermain 8 kali di filem major label dan 3 kali di filem indie.

roll-filem.jpg

Saya sangat tertarik dengan ide yang disampaikan oleh Winky ini. Dia mengatakan bahwa pemerintah perlu membuat sebuah bioskop yang khusus menayangkan filem-filem indie anak negeri. Dengan adanya bioskop ini, apresiasi terhadap filem indie akan meningkat. Menurut saya, ide ini ada benarnya. Selama ini, perjalanan filem indie di Indonesia masih tersendat. Filem-filem indie hanya sebatas festival, kemudian habis. Tidak ada tindak lanjut (follow up) terhadap filem tersebut. Jika ada bioskop ini diharapkan filem indie akan naik pangkat di pasaran.

Apalagi jika bioskop yang menayangkan filem-filem indie senyaman Blitz Megaplex. Tentu saja, pengunjungnya akan ramai. Saya juga menyukai filem indie, terutama yang bertema kehidupan. Kisah-kisah seperti kemiskinan akan sangat menyentuh. Itu dapat membuat saya tidak selalu melihat ke atas. Saya akan menyadari bahwa ada orang yang hidupnya lebih memprihatinkan dibandingkan saya. Filem-filem seperti itu dapat membuat saya mengerti pentingnya arti bersyukur.

Kembali lagi ke topik masalah. Saya harap pemerintah sadar tentang hal ini. Sekarang, sineas-sineas Indonesia yang berbakat sudah banyak. Hanya tinggal bagaimana cara memfasilitasi mereka. Jangan sampai karya-karya mereka hanya sebatas juara di sebuah festival saja.

Sumber foto : INI

Salam,

-IT-

Rental Laptop November 7, 2007

Posted by irvan132 in Ide.
44 comments

Tempat penyewaan (rental) mobil sudah banyak di masyarakat. Sedangkan, tempat rental komputer (PC) sudah jarang ditemukan alias kurang laku di pasaran. Sekarang, orang lebih banyak yang menggunakan laptop. Selain mudah plug and play, laptop bersifat mobile (dapat dibawa ke mana-mana). Akibatnya, laptop sudah menjamur di mana-mana.

Akan tetapi, tidak semua orang memiliki laptop masing-masing. Sedangkan, penggunaan laptop sangat dibutuhkan. Karena 2 hal di atas, saya punya ide bagaimana kalau membuka tempat penyewaan (rental) laptop saja. Saya belum menemukan tempat rental laptop. Di daerah kos saya, hanya ditemukan rental-rental komputer saja. Rental laptop tidak ada.

black-eee-pc.jpg

Jika masih jarang, peluang bisnis rental laptop masih terbuka lebar. Prosedur penyewaan sangat sederhana. Sama seperti rental mobil, tetapi faktor keamanan harus lebih ditingkatkan. Yang jelas, harus ada kepastian aturan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diingikan. Laptop dapat disewa selama perjam atau perhari sesuai dengan kebutuhan.

Manfaat adanya rental laptop sangat banyak. Selain sebagai bisnis, dari sisi penyewa, tugas-tugas yang seharusnya lebih mudah dilakukan dengan laptop, dapat teratasi. Misalnya presentasi. Presentasi menggunakan komputer mungkin dilakukan, tetapi tidak efisien. Dengan laptop, semua jadi mudah.

Laptop yang disewakan harus memiliki sistem operasi yang asli dan legal. Rasa malu yang harus ditanggung jika ada razia software. Selain malu, tentu saja rugi. Sistem operasi yang digunakan di laptop disesuaikan dengan kebutuhan. Jadi, ada sistem operasi Windows, Leopard, Linux, maupun *BSD di rental laptop. Keren khan!

Selamat membuka rental laptop. ๐Ÿ˜€

Sumber foto : INI

Salam,

-IT-

Cleaning Service Kamar Kos September 5, 2007

Posted by irvan132 in Ide.
25 comments

Saya baru menyadari bahwa kondisi kamar kos saya sangat buruk setelah ditinggal kerja praktik selama 2 bulan kemarin. Buruk dalam pengertian kotor dan tidak nyaman. Debu-debu menempel di setiap sudut kamar. Tumpukan debu cukup tebal. Ada pemeo lucu yang menyatakan bahwa jagung pun bisa tumbuh jika ditanam di sana. Benar saja, karena tebal, debu sudah bisa menjadi tanah yang mungkin untuk ditanami (ha ha ha). Debu yang paling banyak ada di bawah tempat tidur dan teralis jendela. Dengan demikian, kamar kos yang seharusnya menjadi “the second home sweet home” tidak bisa saya rasakan lagi.

Untuk membersihkan kamar, rasanya malas sekali. Bagaimana bisa jika jarang berada di tempat kos? Apalagi mahasiswa sekarang, rata-rata tempat kos “hanya” sebagai tempat untuk tidur dan ganti pakaian saja. Kegiatan lain lebih banyak dilakukan di luar tempat kos. Kalau masih tinggal bersama orang tua, semua pasti aman. Kamar pasti selalu bersih, jika ditinggalkan dalam keadaan sekotor apapun. Hal ini tidak berlaku bagi orang yang tinggal di kos. Semua harus dilakukan sendiri. Pembantu kos hanya bertanggung jawab terhadap tempat kos, tidak untuk kamar kos. Dari sini saya berpikir bahwa usaha cleaning service bisa berkembang jika melihat keadaan ini.

henry-cleaner.jpg

Kita tahu bahwa usaha cuci pakaian (laundry) sudah banyak. Itu sudah umum sekarang. Akan tetapi, usaha cleaning service untuk tempat kos masih jarang. Bahkan, belum pernah saya dengar. Usaha ini bertujuan untuk mengatasi masalah yang sebagian besar mahasiswa (bukan mahasiswi) alami. Cara kerjanya adalah petugas servis dapat dipanggil ke kos untuk membersihkan kamar kos. Mulai dari menyapu lantai, sedot debu, mengepel lantai, dll. Pemilik kamar kos tinggal menunggu di luar selama petugas itu membersihkan kamar. Mirip seperti cleaning service di hotel. Mungkin, sekitar 1 jam, kamar kos menjadi bersih dan nyaman kembali. Kita tinggal memberikan ongkos kepada petugas.

Ada peralatan standar yang harus dibawa petugas dalam bekerja, antara lain vacuum cleaner, sapu, kemoceng, alat pel lantai, cairan pembersih lantai, pengharum ruangan, dan alat-alat kebersihan lain. Semua peralatan tersebut dapat diperoleh dengan mudah. Biaya listrik pun gratis, petugas tinggal mencolokan ke listrik PLN kamar kos yang sedang dibersihkan. ๐Ÿ˜› Yang perlu dipikirkan adalah biaya perawatan alat dan biaya operasional. Jika sudah berkembang, cakupan wilayah bisa diperluas. Misalnya sekarang di Cisitu Baru saja, kemudian tersedia juga untuk daerah Cisitu Lama. Istilah yang tepat adalah petugas cleaning service keliling. Untuk masalah biaya, saya masih belum terlalu jelas. Biaya sebesar 50 ribu rupiah cukup rasional untuk sekali membersihkan kamar.

Sebenarnya, tulisan ini adalah ide saja. Jika sudah ada yang melakukan usaha ini, orang-orang seperti saya akan sangat terbantu. Ini juga sebagai salah satu usaha yang masih jarang dilakukan di Indonesia. Peluang usaha ini sangat terbuka ke depan nanti. Tulisan tentang bagaimana memulai usaha seperti ini bisa anda baca di SINI. Ini sekedar sumbang ide saja untuk mengurangi angka pengangguran sekarang. Jangan menjadi peminta-minta di jalan, itu bukan berusaha namanya (maaf). Itu saja, semoga bermanfaat. ๐Ÿ˜€

Sumber foto : INI

Salam,

-IT-

Shuttle Bus di ITB Juli 30, 2007

Posted by irvan132 in Ide.
12 comments

Berhubung dengan semakin sempitnya lahan parkir di ITB, saya ingin menyumbang ide (LAGI) untuk setidaknya mengurangi jumlah permasalahan di kampus ini. Saya juga bingung dengan sempitnya tempat parkir ini. Makin hari, makin sempit saja. Sampai-sampai, sebagai pejalan kaki, saya terhambat karena begitu banyak kendaraan bermotor yang parkir. Hmm, apa boleh buat ? Akhirnya, saya mengalah dengan mencari jalan lain untuk masuk ke kampus.

Begini, saya juga memiliki ide agar ITB membuat sebuah shuttle bus untuk mengurangi kepadatan kendaraan bermotor di kampus. Shuttle bus ini beroperasi pada saat jam-jam sibuk kampus, seperti jam 07.00 pagi, jam 12.00 siang, dan jam 15.00 sore. Bus ini tidak dioperasikan di dalam kampus. Namun, di sekitar lingkungan kampus. Rute bus ini adalah Jalan Ganeca, melintasi Jalan Dago, masuk ke Jalan Dayang Sumbi, dan melewati jalan di depan Kebon Binatang ITB. Begitu saja seterusnya. Yang boleh naik bus ini tentu saja hanya civitas akademika ITB. Dengan menunjukkan KTM (Kartu Tanda Mahasiswa) atau tanda pengenal lain bahwa dia merupakan civitas akademika ITB, boleh menggunakan sarana ini. Sebagai tempat pemberhentian bus, buat saja halte sederhana di setiap jalan-jalan yang menjadi rute bus. Tidak perlu sebagus shelter Busway. Sederhana saja, yang penting layak digunakan.

shuttle-bus.jpg

Manfaat yang diberikan dengan adanya sarana ini adalah mengurangi keluar masuknya kendaraan bermotor di kampus. Coba kita pikir bersama, berapa banyak uang yang harus dikeluarkan oleh mahasiswa sebagai uang parkir saja bila dia ingin pergi ke tempat fotokopi di Pasar Balubur saat dia parkir di pintu belakang ? Ini tidak satu atau dua kali saja, bisa saja 3-4 kali bolak-balik ke kampus. Mungkin jumlahnya sekitar 2000 rupiah untuk satu orang. Akan tetapi, jumlahnya akan besar jika mahasiwa yang keluar masuk kampus ada 100 orang sehari. Mungkin ini bisa mengurangi pendapatan tukang parkir di ITB sendiri, tetapi dapat mengurangi kemacetan lalu lintas di gerbang belakang ITB saat jam makan siang. Kalau tidak percaya, anda boleh buktikan sendiri bagaimana keadaan lalu lintas di gerbang belakang ITB pada saat jam makan siang. Saya yakin macet sekali, istilahnya padat merayap. Tidak hanya kendaraan dari ITB, banyak juga kendaraan dari Sabuga yang keluar masuk. Belum lagi, angkot-angkot yang parkir untuk menunggu penumpang.

di-bus.jpg

Saya berharap, jika ITB ada kemauan untuk membuat sebuah shuttle bus, masalah kemacetan di sekitar ITB bisa dikurangi. Lalu, pengeluaran mahasiswa dapat ditekan untuk keperluan yang lain, untuk beli kertas HVS atau tinta printer misalnya. ๐Ÿ˜€ Semoga saja terlaksana nanti.

Sumber foto : INI dan INI.

Salam,

-IT-

Suka Duka Uang Kas (ARC Only) Juli 19, 2007

Posted by irvan132 in Ide.
24 comments

Kali ini, tulisan saya lebih ditujukan kepada para anggota ARC ITB. Bagi anda yang bukan anggota ARC, mungkin hal ini tidak terlalu penting bagi anda. Akan tetapi, tulisan ini akan bermanfaat jika anda seorang anggota unit kegiatan kampus seperti saya. Tulisan ini merupakan ide yang saya tawarkan untuk mengatasi permasalahan keuangan di ARC. Sebenarnya saya tidak fair mengangkat cerita ini. Ini karena lebih kepada rahasia perusahaan. Akan tetapi, ARC bukan perusahaan. ๐Ÿ˜› Jadi, tidak apa-apa saya angkat topik ini.

money.jpg

ARC merupakan tempat orang-orang yang hobi ngoprek komputer berkumpul. Apa saja, yang penting berhubungan dengan komputer dan internet. Anggota-anggota ARC berasal dari berbagai daerah, walaupun komunitas Orang Jawa mendominasi klub ini. Salah satu permasalahan di ARC adalah uang kas tidak berjalan lancar. Saya tahu bahwa untuk mengeluarkan sepeser rupiah untuk hal yang tidak wajib sangat sulit. Kecuali ada sanksi akademis di dalamnya (he he he). Akan tetapi, untuk apa janji dan komitmen yang kita berikan saat pelantikan masuk ARC dulu. Sebenarnya, aturan uang kas dan pajak administrator sudah jelas berada di dalam AD/ART ARC. Karena sudah jelas, malah menjadi sulit menjalankannya. ๐Ÿ˜› Saya sendiri tidak tahu mengapa. Sudahlah, tidak perlu dibahas. Yang akan saya bahas di sini adalah cara untuk menjalankan kembali uang kas di klub ini.

Saya menyarankan agar setiap orang yang ingin masuk ke ARC harus membayar uang 1000 rupiah. Uang ini dibayarkan setiap hari saat datang ke ARC. Tidak peduli, datang ke ARC untuk browsing internet, rapat, belajar, hanya setor muka (hi hi hi), dll; yang penting saat datang harus membayar uang 1000 rupiah. Sebagai contoh saya ambil salah satu kru dengan ekonomi menengah ke bawah, sebut saja Bob. Walaupun dengan ekonomi yang pas-pasan, komitmennya kepada ARC sangat kuat. Lihat saja, dia sampai puasa Senin Kamis agar bisa masuk dan browsing internet di ARC. ๐Ÿ˜€ Misal Bob ini setiap hari datang ke ARC, uang yang terkumpul di ARC dalam seminggu berjumlah 7000 rupiah. Angka yang lumayan besar, menurut saya. Saya tahu di ARC ada orang-orang yang tidak bisa jauh dengan internet. ๐Ÿ˜› Misalnya jumlah mereka adalah 10 orang, uang yang terkumpul dalam seminggu mencapai 70 ribu rupiah. Wah, dalam satu bulan ARC bisa kaya. Amien ! ๐Ÿ˜€

Misalnya ARC sudah memiliki uang kas tetap, banyak sekali manfaat yang bisa diambil. Uang tersebut bisa digunakan untuk biaya inventaris dan kegiatan yang dilakukan klub ini. Contoh lagi, kalau tidak salah Reza akan ke Jepang untuk menempuh studi bulan September ini. Saya akan sangat menyesal jika Reza tidak mendapat kenang-kenangan dari ARC. Jika uang 1000 rupiah tadi sudah berjalan dari bulan Agustus, saya yakin Reza tidak akan lupa dengan ARC saat sudah di Jepang nanti. Kegiatan lain yang terdekat adalah OHU ITB 2007. ARC pasti ikut hadir meramaikan kegiatan ini. Dengan adanya uang tersebut, hotspot gratis yang dijanjikan Wildan bisa dipasang. Tidak hanya itu, kue-kue kecil di depan stand ARC dapat dihadirkan. Hal ini bisa membuat ARC menjadi unit favorit bagi mahasiswa baru. Yang diuntungkan di sini jelas ARC. Yang bangga jelas kru-kru ARC. Ada lagi yang lebih menarik. Misalnya Alief diutus oleh USDI ITB untuk ikut seminar sehari di suatu tempat, dengan kumpulan uang 1000 rupiah ini, ARC bisa memberikan “uang jajan” kepada Alief. Intinya, setiap kegiatan yang berhubungan dengan ARC akan dibantu dengan adanya uang tersebut. Uang tersebut dapat digunakan sebagai pinjaman berjangka tanpa bunga kepada kru-kru ARC, nantinya. Sebut saja lagi Bob, misal dia sangat membutuhkan uang untuk membeli buku kuliah, ARC bisa memberikan pinjaman. Dengan begitu, Bob bisa kuliah dengan tenang dan syukur bila mencapai indeks prestasi (IP) tinggi. Menurut saya, hal itu sangat mulia sekali. Sekarang sudah saatnya untuk tidak bertanya apa yang bisa ARC berikan untuk saya, tetapi apa yang bisa saya berikan untuk ARC tercinta ini. ๐Ÿ˜€

women-and-money.jpg

(Bagian yang harus diedit). ๐Ÿ˜› Jadi, jangan merasa sungkan untuk berinteraksi di ARC, khusus untuk kru-kru baru ARC. Untuk kru-kru senior ARC, kita harus lebih bijak lagi. Segala urusan di ARC pada saat ini menjadi tanggung jawab kita semua. Salah satu tanggung jawab untuk semua kru ARC, baik yang baru maupun yang sudah senior, adalah menjalankan uang kas ARC. ๐Ÿ˜› Saya malu jika ARC tidak punya uang kas. Saya juga yakin kita semua malu. Bayangkan, klub besar di ITB seperti ARC, tidak memiliki uang kas. Sungguh ironis. ๐Ÿ˜ฆ

Itu saja yang dapat saya sampaikan, semoga ide ini tidak sekedar tulisan. Semoga dapat dijalankan pada bulan Agustus nantinya. ๐Ÿ˜€ Saya berharap demikian. Ya sudah, selamat bekerja kepada tim OHU ARC. Semoga cara ini bisa sedikit membantu pekerjaan teman-teman yang sudah sangat banyak. Semoga membantu. ๐Ÿ˜€

Salam,

-IT-

Cyber Mall Juli 5, 2007

Posted by irvan132 in Ide.
8 comments

Saya sering “jengkel” dengan mal-mal yang ada di Indonesia. Ini karena beberapa mal-mal yang pernah saya kunjungi “hanya” berorientasi pada bisnis saja, sedangkan kenyamanan pengunjung seolah menjadi nomor dua. Saya akui bahwa tujuan kita berkunjung ke mal adalah untuk berbelanja. Akan tetapi, tidak sedikit juga orang yang pergi ke mal hanya sekedar melakukan “window shopping” (hanya melihat-lihat). ๐Ÿ˜› Atau, sering kali berkunjung ke mal untuk mencari ide-ide segar lain.

Mal merupakan salah satu tempat yang tepat untuk sekedar melihat-lihat, refreshing. Akan tetapi, dapat menjadi tidak nyaman bila di dalam mal tidak disediakan tempat duduk. Apapun itu, yang penting tempat untuk duduk. Tempat yang dikhususkan bagi orang yang sedang “window shopping” dan orang yang ingin bersantai dahulu dari berbelanja sebelum pulang ke rumah. Saya pikir mulai sekarang pengelola mal-mal harus memikirkan hal ini. Jangan sampai mal hanya merupakan tempat jual beli. Sayang sekali, menurut saya. ๐Ÿ™‚

Bila tempat ini sudah ada, banyak sekali yang dapat kita kembangkan. Sebagai contoh adalah fasilitas wi-fi internet. Tentu saja dengan gratis. ๐Ÿ˜› Apapun yang “berbau” gratis, saya yakin orang Indonesia akan tertarik untuk datang (ha ha ha). Dengan adanya fasilitas ini, mal tersebut dapat menjadi tujuan utama ketika weekend. ๐Ÿ˜€ Ini dapat menjadi daya tarik mal tersebut. Era “Cyber Mall” bisa dimulai. Semoga saja. Walaupun saya sendiri masih bingung seperti apa konsep Cyber Mall itu sendiri. Yang jelas, semua itu diawali dengan adanya internet. ๐Ÿ˜€ Dari sisi bisnis, ada juga yang dapat dikembangkan. Cukup sediakan televisi-televisi flat berukuran besar yang berisi iklan-iklan suatu produk maupun toko-toko yang ada di dalam mal tersebut. Cukup mudah. Dengan begitu, sisi teknologi dan bisnis berjalan bersamaan. Saling melengkapi. ๐Ÿ˜€

Saya tegaskan sekali lagi bahwa ini ide saya saja. Saya hanya ingin menambahkan pada konsep-konsep pembangunan mal nantinya. Jangan sampai investor kita membangun mal dengan isi yang hanya itu-itu saja. Harus ada yang menarik sebagai identitas sebuah mal. Saya sangat menantikan “Cyber Mall” itu hadir di Indonesia. Semoga. ๐Ÿ™‚

Salam,

-IT-

Radio IT Juni 23, 2007

Posted by irvan132 in Ide.
8 comments

Hari ini saya tidak pergi ke mana-mana. Hanya berdiam diri saja di rumah. ๐Ÿ˜ฆ Ini karena teman-teman saya balik ke Bandung untuk mengikuti acara pelantikan kru-kru baru ARC pada kaderisasi 2007. Saya tidak ikut pulang karena masalah klasik, yaitu masalah ekonomi. ๐Ÿ˜€ Karena hanya bersantai di rumah, radio merupakan teman setia bagi saya. Hari ini, saya sudah mendengar radio selama 8 jam, dari pagi sampai sore. Di sela-sela mendengar radio, saya sempat melamun. Lamunan ini berisi tentang pertanyaan saya bahwa di Indonesia belum ada radio yang membahas total masalah IT. Hmm, langsung saja saya tulis ide saya ini. ๐Ÿ˜› Siapa tahu ada yang membaca dan langsung membuat siaran radio ini (ha ha ha).

Berbicara tentang radio, sampai sekarang saya belum menemukan radio yang secara full membahas masalah teknologi informasi (IT = Information Technology). Radio-radio yang ada sekarang ini, hanya membahas masalah pergaulan dan masalah sosial. Masalah IT masih jarang dibahas. Jangankan di radio, di televisi pun masalah IT masih sedikit sekali. Jika ada radio yang membahas masalah IT, saya yakin informasi tersebut bisa sampai ke masyarakat di daerah-daerah pelosok. Bagaimana tidak, setiap orang di desa pasti memiliki radio sebagai sarana informasi. Televisi hanya ada di Balai Desa atau pun di rumah-rumah para pejabat desa. Menonton televisi akan dilakukan jika ada acara-acara tertentu saja. Akan tetapi, mendengar radio dapat dilakukan setiap hari. Dari sini, informasi IT dapat sampai kepada mereka.

Isi dari radio IT adalah hal-hal yang berhubungan dengan internet. Apapun itu, mulai dari hiburan, olahraga, berita, kesenian, dan lain-lain. Setelah itu, radio ini juga sebagai ajang untuk berbagi pengalaman dan kemampuan di kalangan pencinta IT. Dengan demikian, orang-orang yang masih asing dengan IT bisa lebih tertarik dengan masalah IT, dan tujuan yang paling utama adalah mereka dapat belajar IT sambil mendengarkan radio. Pokoknya, ASYIK ! ๐Ÿ˜›

Dalam tahap pengembangan, radio IT ini dapat didengarkan di daerah mana saja. Misalnya, base station radio berada di Jakarta, orang di Bandung pun dapat mendengarkan radio ini. Malahan, orang yang ada di Pulau Sumatera dan Kalimantan, bisa mendengar dan berinteraksi dengan radio ini. Saya juga kurang mengerti teknologi apa yang digunakan. Akan tetapi, teknologi jaringan ini sudah dilakukan oleh radio yang ada sekarang, seperti Tri Jaya FM. Dengan begitu, orang yang mendengar semakin banyak dan informasi yang tersebar akan semakin luas. Harapan saya semoga saja ada pihak-pihak yang kreatif yang memikirkan hal ini. Karena masyarakat sudah banyak menyerap hal-hal yang kurang bermanfaat dari siaran televisi. Saya yakin radio ini dapat booming di kalangan pencinta radio. HIDUP RADIO IT ! ๐Ÿ˜€

Salam,

-IT-