jump to navigation

Keandalan Seorang Engineer Agustus 16, 2009

Posted by irvan132 in Kehidupan.
Tags: ,
16 comments

Menjadi engineer itu sebuah pilihan. Engineer merupakan salah satu dari sekian banyak profesi di dunia ini. Akan tetapi, mengapa engineer? Ada 2 jawaban untuk menjawab pertanyaan ini. Untuk jawaban klise adalah karena sesuai dengan bidang ilmu yang ditekuni. Untuk jawaban prestige adalah karena engineer merupakan passion.

Dalam tulisan ini, saya akan membahas seandal apakah anda sebagai seorang engineer. Selain faktor teknis, seperti tingkat pendidikan, level expertise, sampai banyaknya sertifikasi teknis yang dimiliki, kehandalan seorang engineer dapat diukur dari faktor non-teknis. Berikut ini faktor-faktor non-teknis yang saya jadikan acuan untuk menilai engineer:

  • Keluhan

Keluhan muncul akibat banyak faktor. Baik itu karena kesalahan manusia (human error), kerusakan sistem, ataupun kecelakan (sengaja atau tidak). Intinya, keluhan muncul akibat adanya perbuatan (aksi). Dengan melihat cara seseorang engineer menghadapi keluhan, kita dapat menilai mereka. Keluhan akan selalu muncul, dan celakanya banyak keluhan muncul ketika engineer tidak siap. Tentu saja, engineer yang baik akan mampu menghadapi keluhan yang datang setiap saat.

  • Tekanan

Tekanan merupakan ekstensi dari keluhan. Keluhan yang datang dari pelanggan bisa menjadi tekanan bila belum dapat diselesaikan. Tekanan biasanya muncul dari 2 arah, yaitu tekanan dari luar dan tekanan dari dalam. Keduanya sama beratnya. Tekanan dari luar berasal dari pelanggan. Pelanggan adalah raja dan kebutuhan raja harus selalu dipenuhi. Dia tidak mau tahu bagaimana caranya, yang terpenting kebutuhan itu terpenuhi. Tekanan dari dalam berasal dari perusahaan dan nama baik engineer. Kalau gagal, nama perusahaan akan tercoreng dan nama engineer akan buruk. Ini sangat tendensius karena dengan kata lain gagal itu bukan sebuah pilihan. ๐Ÿ™‚

  • Deadline

Batas akhir adalah musuh setiap engineer. Serajin apapun seorang engineer, suatu saat akan menemui deadline. Deadline tidak untuk dihindari, tetapi untuk dikerjakan. Bagi engineer yang handal, deadline bukan momok tetapi merupakan salah satu cara untuk berkreasi. Hal ini karena biasanya deadline membuat engineer berpikir di luar kotak (thingking out of the box) untuk menyelesaikan sebuah masalah. Sikap ini hanya dimiliki oleh seorang engineer andal.

Ketiga faktor di atas tidak bisa didapatkan dari bangku-bangku sekolah maupun tempat-tempat training. Faktor-faktor ini hanya ada di dunia industri. Jadi, dengan masuk ke dunia industri dan merasakan faktor-faktor di atas, ke-engineer-an anda dapat teruji.

Apakah anda termasuk engineer yang andal?

Salam,

IT

Kualitas Produktivitas Agustus 14, 2009

Posted by irvan132 in Kehidupan, Keluh Kesah.
17 comments

Saya mendapat teguran karena melebihi batas toleransi waktu masuk kantor. Saya mengakui kalau terlambat masuk ke kantor itu merupakan larangan. Kantor manapun di dunia ini, jarang memberikan toleransi terhadap keterlambatan. Akan tetapi, saya memiliki alasan yang cukup logis untuk sekadar mencari “pembenaran” terhadap keterlambatan saya ini. ๐Ÿ˜€

habitat_wall_clock

Pembenaran pertama adalah produktivitas. Apa yang produktivitas hasilkan sampai-sampai mampu membenarkan keterlambatan? Sederhana sekali, produktivitas itu berhubungan erat menghasilkan sesuatu. Bukan hanya sesuatu, tetapi Sesuatu. Walaupun terlambat, saya merasa produktivitas saya di atas rata-rata. Ini artinya, saya mampu menghasilkan dengan waktu yang sudah berkurang jika diukur secara kuantitatif. Apakah ini buruk? Sepertinya tidak.

Faktor lain untuk menguatkan pembenaran ini adalah waktu produktivitas menjadi berbeda. Sebagai contoh, dalam waktu 1 jam, saya mampu menghasilkan “sesuatu”. Mungkin ini berbeda dengan orang lain yang menghasilkan sesuatu dalam waktu 1 jam. Nah, ini yang dinamakan kualitas. Tidak hanya kualitas produksi, tetapi kualitas menyelesaikan masalah.

Jadi, jika ada orang yang menyela anda ketika anda terlambat, katakan saja kepadanya tentang kualitas produktivitas. Lalu, tambahkan dengan sebuah kalimat berikut: “Satu jam saya lebih produktif dari anda, satu jam saya lebih berkualitas dari anda”. Saya jamin orang tadi akan langsung merenung dan mencerna kata-kata anda.

Gambar: INI

Salam,

-IT-

23 April 20, 2009

Posted by irvan132 in Kehidupan.
Tags:
5 comments

Tidak banyak yang berubah. Semuanya berjalan seperti biasa, sesuai harapan saya tentunya. Maju mundur, kanan kiri, atas bawah, semua itu berjalan sesuai hukumnya. Akan tetapi, sesuatu yang bernama tanggung jawab jelas berbeda. Dari hari ke hari, semakin besar. Entahlah, saya tidak bisa mencegahnya. Pencegahan tidak lebih sebagai sebuah kepengecutan. Semakin dicegah, semakin besar pula tekanannya. Hadapi saja. Toh, setiap orang mengalaminya. Bukan hanya saya, anda pun demikian.

Angka 23 memang menarik. Anggap saja angka keberuntungan, karena setiap orang memiliki angka mereka masing-masing. Yang terpenting adalah harapan.ย  Apakah angka-angka itu mampu mewujudkannya. Setiap orang berbeda dan perbedaan itulah yangย  membuatnya menarik.

Semoga. ๐Ÿ™‚

ciscoqtelSalam,

-IT-

Lima Hal, Bukan Nomor Lima Maret 24, 2009

Posted by irvan132 in Kehidupan.
Tags: ,
15 comments

Sebenarnya, saya sudah lama ingin sekali menulis tentang 5 hal untuk menilai pasangan anda. Saya mohon agar anda tidak terlalu serius menanggapinya. Ini hanya sekadar rangkuman pembicaraan yang tidak terfilter sama sekali. ๐Ÿ˜€ Jadi, santai saja. Jangan terlalu diambil hati.

Lima hal yang digunakan tersebut adalah sebagai berikut :

1. Resolusi

Anda harus pintar atau lebih tepatnya jeli dalam melihat sebuah warna. Anda harus bisa membedakan antara putih susu dan putih beras.

2. Proporsi

Hal ini sangat berkaitan dengan bentuk. Anda harus melihat apakah dia streamline atau tidak. Tidak ada yang penambahan maupun pengurangan apapun.

3. Simplicity

Ada seorang yang sudah di-make up sedemikian rupa, tetapi masih tidak “berubah”. Di tempat lain, ada orang yang selalu enak dipandang ketika memakai busana apapun. Intinya tidak neko-neko dan selalu matching dengan keadaan.

4. Personality

Ajaklah dia bicara. Bicara tentang apa saja. Dari sini, ada dapat melihat inner beauty-nya. ๐Ÿ˜€

5. Chemistry

Nah, kalau keempat hal di atas sudah memenuhi syarat, ini adalah hal yang menentukan. Kalau sebutan dari abege-abege zaman sekarang adalah anda “klik” atau tidak dengan dia.

Hanya itu, cara untuk menilai pasangan untuk hidup anda. Sangat mudah teorinya, tetapi susah praktiknya. ๐Ÿ˜€

Salam,

-IT-

Perbedaan Engineer Formal dan Casual Februari 17, 2009

Posted by irvan132 in Kehidupan.
Tags: ,
8 comments

Kehidupan kantor memang penuh dinamika. Dinamika ini tidak sama antara kantor satu dengan kantor yang lain. Ada hal yang menarik dan juga unik yang terjadi di kantor saya tentang cara berpakaian seseorang.

Kantor saya ini merupakan kantor salah satu vendor telekomunikasi yang cukup terkenal. Kebanyakan pegawainya adalah seorang engineer. Karena tulisan ini membahas tentang cara berpakaian, saya yakin anda sudah tahu karakter berpakaian seorang engineer. Kalau boleh saya wakili pendapat anda bahwa cara berpakaian engineer adalah senyaman mungkin (casual). Prioritas utama seorang engineer adalah yang penting pekerjaan saya selesai. Pakaian menjadi point yang kesekian. Oleh sebab itu, sebagian besar engineer “hanya” memakai T-shirt dan celana jeans ketika bekerja. ๐Ÿ™‚

Nah, karena suasana casual sudah merupakan ciri khas kantor, maka engineer dengan pakaian formal (kemeja lengan panjang, celana bahan, sepatu pesta) menjadi agak termarjinalkan. Maksud kata termarjinal di sini adalah mereka kerap mendapat selentingan/gurauan dari engineer casual tadi. Salah satu selentingan itu adalah “Wawancara di mana tadi?” atau “Kapan resign dari sini?”. Seolah-olah engineer formal ini melakukan proses “loncat” dari perusahaan A ke perusahaan B. Sungguh unik dan ini terjadi di kantor saya. ๐Ÿ˜€

Kesimpulan saya adalah dengan pakaian formal kita dapat melakukan 2 pekerjaan sekaligus yaitu bekerja dan interview face-to-face, sedangkan dengan pakaian casual tidak. Jadi, keputusan di tangan anda. ๐Ÿ˜›

Salam,

-IT-

Be a Learner! Desember 24, 2008

Posted by irvan132 in Kehidupan.
Tags: ,
3 comments

Sebenarnya, kata “pembelajar” sudah sering sekali anda dengar. Kata ini seolah menjadi sebuah motivasi bahkan tujuan hidup untuk sebagian orang. Sebagai motivasi, pembelajar dapat menjadi titik awal untuk menemukan suatu pengetahuan. Bagaimana tidak, seorang pembelajar haus memenuhi segala keingintahuannya. Istilah kerennya adalah “otak itu perlu makan“. ๐Ÿ˜€ Sedangkan untuk tujuan hidup, dapat terlihat dari pengabdian dan konsistensinya untuk menghasilkan nilai tambah (value-added) untuk orang lain.

Akan tetapi, saya tidak akan membahas kata “pembelajar” yang sudah sangat klise di telinga kita. Saya hanya ingin memberikan pesan tentang tipe pembelajar seperti apa yang dibutuhkan oleh kita sendiri sebagai personal, sebelum kita melangkap ke dalam area yang lebih luas lagi. Berikut ini tipe pembelajar yang saya maksud, yaitu:

  • Fast learner

Sesuai namanya, tipe ini mampu mempelajari sesuatu sampai dia mengerti dengan cepat. Keuntungan tipe ini adalah waktu dan kuantitas ilmu.

  • Independent learner

Tipe ini dapat mempelajari sesuatu tanpa/sedikit panduan dari orang lain. Keuntungan tipe ini adalah mandiri dan aktif. Dia tidak perlu selalu “disuapi” a.k.a manja. ๐Ÿ˜›

Nah, kalau anda sudah memiliki keduanya, saya yakin anda mampu bersaing untuk kesuksesan. Dimana pun anda berada, semuanya butuh seseorang yang mempunyai tipe seperti di atas. Itu adalah nilai jual yang bernilai tinggi. Apalagi kalau berbicara kesuksesan, yang diperlukan adalah perhitungan, bukan nafsu atau emosi. ๐Ÿ™‚

Salam,

-IT-

Syukuran Wisudawan ARC ITB Juli 23, 2008

Posted by irvan132 in Kehidupan.
Tags: , ,
14 comments

Hari Selasa kemarin, salah satu unit ter-geek di ITB, ARC, mengadakan syukuran wisudawan. Sebagai salah satu anggota unit, saya hadir di sana. Setelah datang ke sekretariat (Sunken Court W-05), saya cukup terkejut dengan suasana yang ada di sana. Ternyata, sudah terpasang spanduk besar yang bertuliskan Syukuran Wisudawan ARC ITB. Keren. ๐Ÿ˜€

Rangkaian acara cukup menarik. Dimulai dari sambutan dari Ketua Unit dan para wisudawan, pemutaran foto-foto para wisudawan semasa aktif di unit, penyerahan souvenir (pin dan mouse), dan diakhiri dengan acara puncak makan-makan. ๐Ÿ™‚

Semua yang hadir tampak ceria. Semuanya senang. ๐Ÿ˜› Saya mengucapkan terima kasih kepada Angga dan teman-teman yang sudah meluangkan waktunya untuk menggelar acara ini. Acaranya sangat berkesan.

Berikut ini screenshot acara syukuran wisudawan ARC:

Salam,

-IT-

Toga Wisuda Juli 18, 2008

Posted by irvan132 in Kehidupan.
Tags: , ,
13 comments

Fresh from the oven! ๐Ÿ˜›

Semoga saja acaranya lancar di saat Hari H dan Jam J. Amin.

Salam,

-IT-

Menyikapi Isu Juni 16, 2008

Posted by irvan132 in Kehidupan.
Tags: ,
5 comments

Seperti judul di atas, saya melewatkan banyak sekali isu yang sudah berlalu di masyarakat. Sudah sekitar seminggu ini tidak menulis tentang isu-isu sosial yang terjadi. Isu yang terakhir tertulis adalah tentang masalah kenaikan harga BBM. Saat ini, perhatian sudah tidak sepenuhnya tertuju kepada hal ini. Walaupun, masih ada saja pihak-pihak yang tetap concern untuk meminta agar kenaikan dibatalkan.

Beberapa isu yang terlewat adalah masalah blue energy, masalah penyerangan yang dilakukan oleh salah satu ormas, dan isu yang berkembang sekarang adalah masalah Euro 2008. Ternyata, ada satu lagi yang terlewat yaitu peluncuran IPhone 3G yang akan dijual dengan harga murah. Itulah isu-isu yang sedang berkembang saat ini, walaupun masih banyak isu lain yang juga penting tetapi tidak saya sebutkan.

Entah kenapa, isu tidak boleh dilewatkan begitu saja. Pengetahuan isu harus di-update. Ini dilakukan agar tidak ketinggalan informasi. Selain itu, isu merupakan salah satu parameter bahwa masyarakat selalu berubah. Masyarakat cenderung dinamis dan beradaptasi dengan keadaan sekitar. Ketika proses adaptasi tidak berjalan, timbul isu di sana-sini. Tindak lanjut isu adalah demonstrasi, demonstrasi, demonstrasi, tak jarang pula aksi-aksi anarki.

Inilah kesalahan kita, tindak lanjut isu masih seputar demonstrasi. Seharusnya, bukan itu. Tindak lanjut isu adalah dialog. Dengan dialog, semua pihak dapat memaparkan pandangan mereka tentang suatu isu yang berkembang. Dialog tidak harus menghasilkan kesepakatan, tetapi fungsi dialog sebenarnya adalah dapat memberikan perspektif bukan hanya dari satu sudut pandang saja. Ini yang penting. Ketika dialog masih merupakan cara yang manusiawi untuk menyikapi isu, justru banyak dari kita yang mendahulukan tindakan “kacangan” lainnya.

Dialog memang bukan cara ampuh, tetapi dialog merupakan cara yang paling masuk akal sebelum bertindak lebih jauh menyikapi isu. Isu tidak hanya selesai ketika berdialog antara 1-2 jam saja. Harus ada konsistensi dalam meluangkan waktu untuk dialog. Semacam disiplin dialog. Yah, mirip seperti aturan di dalam buku “Rock Dicipline” itu, karya John Petrucci. Akan tetapi, di sini adalah dialog, bukan rock. ๐Ÿ˜›

Itu saja. Saya menyarankan agar dialog menjadi jalan pertama yang diambil ketika menyikapi isu. Siapa yang tidak mau berdialog, dialah orang yang paling tidak bisa menyikapi isu. Dengan kata lain, orang itu belum berbudaya.

Salam,

-IT-

Gerakan Anti Anarki Mei 29, 2008

Posted by irvan132 in Kehidupan.
Tags:
35 comments

Sudah banyak rangkaian kata-kata yang ditulis media untuk mendeskripsikan aksi mereka. Bahkan, sudah ratusan halaman yang memberitakan tindakan mereka. Tidak jarang pula, mereka semua terekam jelas di layar kamera. Mereka berorasi, bernyanyi, dan berasumsi bahwa semua tindakan yang sudah diambil itu salah. Tidak sampai di situ saja, mereka juga akan melakukan aksi-aksi yang tidak perlu, bahkan cenderung anarki, agar mereka bisa didengar.

Entah apa yang dicari? Bahkan terasa lebih miris bila bertanya untuk apa sebenarnya semua itu? Jangan terlalu berharap simpati, justru yang ada hanya caci maki. Tindakan-tindakan anarki hanya memperkeruh suasana dan solusi paling tidak mau muncul di tempat yang keruh.

Mereka sebenarnya orang-orang yang intelek. Bagaimana tidak, semua institusi mereka berpredikat baik. Akan tetapi, mengapa tindakannya jauh dari sifat intelek tadi? Intelek yang seperti apa? Jika dilihat lebih jauh, intelek diidentik dengan prestasi, bukan anarki. Anarki hanya milik sapi. Akan tetapi, saya merasa mereka tidak mirip sapi sama sekali. ๐Ÿ˜›

Sudahi saja sikap-sikap anarki selama ini. Itu tidak akan menyelesaikan masalah.

Gerakan Anti Anarki!

Foto: INI (dengan penggubahan seperlunya)

Salam,

-IT-