jump to navigation

Untuk Penggemar RM Singgalang Jaya November 30, 2007

Posted by irvan132 in Makanan.
12 comments

Bagi mahasiswa ITB yang tinggal di sekitar Jalan Tubagus Ismail, pasti anda sudah pernah makan di sini. Kalau pun belum pernah makan, setidaknya tahu tentang rumah makan satu ini. Rumah makan yang saya maksud adalah RM Singgalang Jaya. Apa saja yang menarik dari rumah makan ini, anda dapat membaca tulisan teman saya di SINI.

Dalam seminggu, saya bisa makan siang di rumah makan ini sebanyak 3 kali. Tidak tahu kenapa, yang pasti rasa makanan sangat pas di lidah saya. Menu favorit saya adalah nasi rendang dan perkedel. Biar lebih nikmat, es teh manis bisa dijadikan pilihan setelah makan. Huh, makin mantap rasanya. 😛

Nah, siang ini saya makan di sana. Setelah sholat Jumat, ganti pakaian, langsung menuju ke rumah makan. Kali ini, nasinya dibungkus. Saya ingin makan di rumah. Saat mau membayar di kasir, ternyata harga nasi (rendang dan perkedel) sudah naik. Sekarang, harganya menjadi 7 ribu rupiah. Wah, saya terkejut juga. Menurut saya, ini adalah penyesuaian harga menjelang Idul Adha. Kemungkinan harga sapi beranjak naik. Kenaikan ini juga berdampak terhadap naiknya harga makanan. Masuk akal.

Sebagai pelanggan tetap, saya sudah merasakan beberapa kali kenaikan harga nasi (terutama rendang dan perkedel) di rumah makan ini. Waktu tahun 2004, menu favorit saya itu masih sekitar 4.500 rupiah. Lalu naik menjadi 5 ribu rupiah di tahun 2005. Di tahun 2006, naik lagi menjadi 6 ribu rupiah. Sekarang, akhir tahun 2007, harganya menjadi 7 ribu rupiah. Itu perkembangan harga yang saya amati di rumah makan ini. Jadi, kalau mau makan di sana, siapkan uang lebih agar tidak kurang saat membayar. 😛

Saya tidak terlalu bermasalah dengan kenaikan tersebut. Saya mengerti. Yang penting adalah eksistensi Nasi Padang itu sendiri. Secara, ini adalah makanan asli Indonesia. Jika dikaitkan lebih jauh, ini budaya bangsa Indonesia. Jangan sampai diklaim sebagai budaya negara sebelah. Nanti, bisa jadi repot. 😀

Maju terus Nasi Padang! 😛

Salam,

-IT-

Oleh-oleh Khas Lampung Oktober 19, 2007

Posted by irvan132 in Makanan.
43 comments

Sebelum balik lagi ke Bandung, saya menyempatkan diri membeli oleh-oleh (buah tangan) dari Lampung. Sebenarnya, banyak sekali makanan khas Lampung yang bisa dibeli. Hanya saja, dalam kesempatan ini saya hanya membeli beberapa macam saja. Oleh-oleh yang saya beli kali ini adalah keripik pisang, keripik nangka, dan kacang “medan”. Baiklah, saya akan membahas makanan tersebut satu-persatu.

suseno.jpg

Keripik pisang yang paling terkenal di Lampung adalah Keripik Pisang Suseno. Saya tidak tahu mengapa keripik pisang Suseno sangat terkenal. Saat saya hijrah ke Bandar Lampung tahun 1996, keripik pisang ini sudah terkenal. Tentu saja, kalau membeli keripik pisang, saya tidak mau membeli keripik pisang merek lain selain Suseno. Selain sudah terkenal, kemasannya sungguh cantik. Bagian luar dikemas dengan kotak, sedangkan bagian dalam dikemas dengan plastik. Dengan kemasan ini, keripik ini terjamin kebersihannya. Ada 3 macam rasa yang tersedia, yaitu rasa manis, rasa keju, dan rasa cokelat. Ketiga macam rasa sama-sama renyah dan sangat enak di lidah. Keripik pisang Suseno juga tersedia dalam berbagai ukuran, ada yang berukurang 250 gram, 500 gram, bahkan 1 kilogram. Anda tinggal memilih sesuai kebutuhan.

keripik-pisang.jpg

Kalau keripik nangka dan kacang “medan”, merupakan oleh-oleh baru khas Lampung. Saya hanya sekadar coba-coba saja. Tentu saja, keripik nangka dan kacang “medan” juga tersedia di daerah lain. Saat mencoba keripik nangka, rasanya sungguh manis. Bentuknya seperti nangka yang dikeringkan. Untuk kacang “medan”, rasanya standar saja. Sama seperti kacang-kacang “medan” yang pernah saya makan.

keripik-nangka.jpg

Untuk masalah harga, oleh-oleh khas Lampung ini cukup terjangkau. Keripik pisang Suseno berukuran 500 gram (cokelat/keju) berharga 27 ribu rupiah. Saya tidak tahu harga keripik pisang yang berukuran 1 kilogram. Untuk keripik pisang rasa manis, harganya akan lebih murah. Harga keripik nangka berukuran 150 gram adalah 11 ribu rupiah. Dan harga kacang “medan” ukuran kecil adalah 3.500 rupiah saja.

Karena Lampung masih di dalam wilayah NKRI, tentu masih ada proses contoh-mencontoh (plagiat) dalam bisnis. Tidak hanya bisnis di bidang IT, dalam bisnis makanan pun ini terjadi. Ada keripik pisang bermerek Suasono. Keripik pisang tersebut adalah salah satu kompetitor keripik pisang Suseno. Bentuk dan kemasan hampir sama, hanya rasa yang membuat berbeda. Rasa tidak pernah bohong. 😛 Terserah anda mau memilih yang mana. Itu saja review oleh-oleh yang saya bawa kali ini. Semoga bermanfaat. Ada yang mau memesan? 😀

Salam,

-IT-