jump to navigation

Firefox Punya Rasa Malu Agustus 26, 2009

Posted by irvan132 in Teknologi.
Tags: ,
20 comments

Tidak hanya manusia yang memiliki rasa malu, software pun punya. Contohnya adalah Firefox. Dari gambar di bawah ini, Firefox mengaku kalau dia malu karena tidak bisa menampilkan kembali jendela dan tab yang sudah saya buka. πŸ˜›

Firefox is embarrassing

Masalah ini muncul ketika komputer saya dalam keadaan stand-by sehingga muncul halaman autentikasi di Windows. Karena saya terburu-buru, komputer langsung saya matikan tanpa login terlebih dahulu untuk mematikan aplikasi yang masih berjalan. Ketika komputer saya nyalakan dan jalankan Firefox, muncul perasaan malu ini. πŸ˜€

Ada-ada saja, Firefox!

Salam,

-IT-

Firefox Juga (Bisa) Crash Januari 18, 2009

Posted by irvan132 in Teknologi.
Tags: ,
24 comments

Secara tiba-tiba, browser saya, Firefox, crash. Saya tidak tahu mengapa. Padahal, saya hanya membuka beberapa halaman situs saja (beberapa tab). Aneh!

Akan tetapi, kali ini ada notifikasi kalau Firefox sedang crash yaitu Mozilla Crash Reporter. Dengan ini, kita tidak hanya melapor bahwa Firefox mengalami crash, tetapi juga dapat melaporkan masalah di kolom komentar.

firefox-crash

Saya masih penasaran, mengapa Firefox saya tiba-tiba crash. πŸ™‚

Salam,

-IT-

Garmin XT Mobile untuk E71 Januari 5, 2009

Posted by irvan132 in Teknologi.
Tags: , ,
41 comments

Sebenarnya, teknologi GPS sudah lama saya dengar. Walaupun demikian, saya masih belum mampu menikmati teknologi yang satu ini. Entah karena saya belum mengerti benar maupun teknologi ini masih belum memberikan manfaat yang besar untuk saya sebagai pengguna awam.

Akan tetapi, akhir-akhir ini GPS sudah berkembang pesat. Para penggunanya tidak hanya dari orang-orang teknis saja, orang seperti kita pun mampu memanfaatkan teknologi ini. Hanya dengan bermodal handset yang mendukung GPS, fitur ini dapat kita nikmati. Cara instalasi software GPS untuk Nokia E71 dapat dilihat di SINI. Sedangkan peta untuk GPS dapat dilihat meng-klik situs Navigasi.net.

Saya berkesempatan mencoba GPS saat naik mobil travel dari Jakarta menuju Bandung. Handset saya adalah Nokia E71 dan Garmin Mobile XT sebagai software GPS-nya.

garmin-xt-tol-cikampek

Hasilnya cukup menarik. Sepertinya tiap sudut kota Jakarta dan jalan tol tergambar dengan baik lengkap dengan koordinat titik kita berada. Di samping itu, kecepatan kendaraan dapat diukur melalui alat ini. Walaupun termasuk kategori soft real time, software GPS memang memberikan banyak manfaat.

garmin-xt-tol-cipularang

Sudah saatnya kita semua untuk menggunakan teknologi GPS. Intinya GPS merupakan fitur wajib untuk handset masa depan. πŸ™‚

Salam,

-IT-

Handset Andalan November 13, 2008

Posted by irvan132 in Teknologi.
Tags: , ,
14 comments

Alhamdulillah, sekarang saya sudah ditemani oleh handset baru. Setelah membaca review tentang pros dan cons, E71 memang layak menemani saya. Fitur yang paling saya utamakan adalah konektivitas. Dan, handset ini memenuhi kebutuhan konektivitas yang saya butuhkan. πŸ˜›

handset-andalan1

Kalau hanya menggunakan fitur-fitur yang ada, rasanya tidak sreg. Sekarang, saatnya men-tune up handset ini. Saya juga masih newbie untuk mengutak-atik handphone. Masih harus belajar banyak. πŸ˜€ Yang jelas, saya harus ikut di dalam komunitas Nokia E Series. Karena, tips dan trik untuk handphone jenis ini banyak dibahas di komunitas itu.

Welcome to Nokia E Series Community!

Salam,

-IT-

Sangat Teknis Oktober 7, 2008

Posted by irvan132 in Teknologi.
Tags: ,
12 comments

Hari ini adalah hari pertama saya bekerja. Tidak tahu juga, seperti bukan kerja dalam arti yang sebenarnya. Bagaimana tidak, hari ini saya hanya pengenalan dengan karyawan kantor yang lain. Setelah itu, kembali ke kebiasaan lama, hanya browsing dan chatting. πŸ˜€

Setelah ngobrol-ngobrol dengan karyawan, saya diperlihatkan dengan mesin-mesin yang belum pernah sama sekali saya sentuh/oprek. 😦

  1. @vantage
  2. SunOS

Ya sudah, belajar lagi. Dan belajar kali ini benar-benar sangat teknis. πŸ™‚

Salam,

-IT-

Gadget Semi Profesional April 8, 2008

Posted by irvan132 in Teknologi.
Tags: , ,
8 comments

Hari ini saya iseng-iseng melihat gadget-gadget yang “cocok” untuk pemula seperti saya. Ternyata, saya menemukan 2 gadget yang cukup “wah” buat saya. Satu berjenis kamera dijital, yang lain berjenis handphone. Setelah ditelaah lebih dalam, hasil review yang ada di internet menyatakan bahwa kedua gadget tersebut termasuk di dalam gadget recommended. Saya tidak tahu “recommended” untuk siapa. Yang jelas, keduanya memiliki performa sebanding dengan harga yang dipatok produsen menurut.

Sebenarnya, gadget apa yang saya maksud ini? Sepertinya anda sudah tahu semua. Untuk handphone adalah Nokia E61i. Fasilitas WiFi dan aplikasi VoIP merupakan salah satu fitur yang menggoda. WiFi untuk internet mobile, sedangkan VoIP untuk komunikasi murah. Cocok untuk seorang administrator jaringan. πŸ˜€

Yang kedua adalah kamera dijital Canon Powershot SD1100 IS. Body-nya cukup ramping dan hasil bidikan dengan resolusi 8,0 megapiksel sangat menjanjikan. Walaupun sekarang lagi “demam” dengan handphone kamera 5,0 megapiksel, kamera dijital sendiri tetap memiliki pasar tersendiri bagi para fotografer.

Sudahlah, sakit kalau berbicara gadget terus. Sakit kalau tidak mampu memilikinya (membelinya). πŸ˜› Lebih baik berpikir yang lain saja. Atau berpikir lain kali saja? Huh, dasar gadget!

Salam,
-IT-

Era Pemblokan Dimulai Maret 24, 2008

Posted by irvan132 in Teknologi.
Tags: ,
19 comments

Setelah sekian lama, akhirnya era ini bakal terjadi juga. Situs-situs porno akan diblok untuk internet di Indonesia pada bulan April nanti. Ini merupakan salah satu kebijakan pemerintah yang bertujuan meminimalisasi penyalahgunaan internet. Secara teknis, pemblokan situs-situs ini akan terjadi di dalam 3 layer. Layer pertama adalah pemblokan dari pengguna internet itu sendiri. Jadi, pemerintah akan menyediakan software khusus yang dapat di-download dan diinstal di komputer pengguna. Layer kedua adalah pemblokan dari institusi-institusi di Indonesia. Maksudnya adalah seorang administrator jaringan dapat memblok dari gateway mereka masing-masing. Terakhir, adalah layer ketiga. Di sini pemblokan dilakukan di level Internet Service Provider (ISP). Sepertinya filter akan dipasang di jaringan Indonesia Internet eXchange (IIX).

Kalau menurut saya, ini upaya yang cukup selektif untuk menyikapi perkembangan internet saat ini, khususnya di Indonesia. Sangat selektif karena pemerintah tidak melakukan blok besar-besaran terhadap konten di internet. Kita mengetahui bersama bahwa konten di internet tidak ada batasnya. Konten-konten porno hanya sebagian kecil saja. Masih banyak sebenarnya konten-konten yang “lebih” mematikan daripada situs-situs “biru” yang sekarang berkembang. Contoh saja, konten-konten yang bersentuhan langsung dengan SARA banyak sekali. Mungkin konten seperti itu tidak termasuk di dalam kategori porno, tetapi dampak akibatnya bisa sama mematikan dengan situs-situs dewasa. πŸ™‚

Tidak hanya konten-konten yang berbau SARA saja, konten seperti cracking, carding, file sharing, dll juga bisa berdampak buruk jika digunakan untuk hal-hal yang dilarang. Dan lagi-lagi, itu merupakan bagian dari dunia internet yang sangat luas itu. Semua orang bisa berpartisipasi menyediakan konten apa saja di internet. Yang dapat membatasi ini hanyalah konten itu sendiri. Analoginya kira-kira seperti ini, tidak mungkin ada orang yang membeli, jika barangnya tidak ada (nihil) di pasaran. Anggap saja, barang yang saya maksud di sini adalah konten. Nah, jika konten tidak tersedia, maka orang pasti tidak ada keinginan memiliki (membeli).

Kembali ke topik tulisan. Saya sangat setuju adanya pemblokan terhadap situs-situs porno karena jelas banyak bahayanya dibandingkan manfaatnya. πŸ˜€ Akan tetapi, saya sangat tidak setuju terhadap pembatasan konten-konten di intenet. Maksudnya adalah ketika ada kelanjutan pemblokan terhadap konten selain porno yang “dilarang” pihak-pihak tertentu. Entah karena hal-hal tertentu atau kebijakan satu pihak belaka. Ini yang bermasalah. Kalau internet sudah dikuasai satu orang saja, nilai objektifitas akan turun drastis. Tidak akan ada lagi yang namanya kontrol sosial. Sama seperti media massa yang “masih” dikuasai oleh sebagian orang saja. Pasti ada saja tekanan sana-sini di dalamnya. Bagaimana tidak, information is the power. Orang yang kuat adalah orang yang mengetahui informasi. Oleh sebab itu, semoga saja tidak terjadi pemblokan berkelanjutan di internet Indonesia. Kalau situs-situs “biru” boleh saja, tetapi tidak untuk informasi underground lainnya. Karena biasanya informasi dari komunitas underground sangat objektif untuk dipelajari dan dianalisis. πŸ˜€

Salam,

-IT-

Telepon Murah Di Atas Kaki Sendiri Maret 12, 2008

Posted by irvan132 in Teknologi.
Tags: ,
7 comments

=====================================================================

Judul: VoIP: Cikal Bakal Telkom Rakyat (Panduan Lengkap Setting VoIP)

Pengarang: Onno W. Purbo

Penerbit: Infokomputer (PT Prima Infosarana Media) Kelompok Gramedia, Jakarta 2007

Tebal: XII + 268 halaman

Terbit: Januari 2007

=====================================================================

VoIP sebagai suatu sistem telekomunikasi yang murah dan berdampak besar terhadap masyarakat menjadi topik utama buku ini. VoIP, menurut Onno W. Purbo merupakan sebuah solusi untuk telekomunikasi murah untuk rakyat agar tidak lagi terbebani dengan tarif telepon yang mahal sekarang ini. Beliau melihat bahwa Indonesia sudah mampu berdiri di atas kaki sendiri di dalam hal telekomunikasi tanpa perlu bergantung penuh terhadap operator.

Tujuan penulisan buku ini sendiri sederhana, yaitu memberikan bekal kepada pembaca agar dapat membuat sendiri jaringan “Telkom rakyat”. Sesuai tujuannya itu, maka di dalam buku ini berisi tentang teknik-teknik dan tutorial untuk membuat jaringan telekomunikasi murah tersebut. Teknik-teknik apa saja yang digunakan dibahas secara mendalam agar pembaca langsung dapat menerapkannya sembari membaca buku. Tutorial didukung dengan link-link penting di internet untuk mendukung isi buku agar pembaca lebih jelas.

Tidak hanya masalah teknis saja yang dibahas, masalah non teknis juga dibahas. Isu-isu penting seperti regulasi dan peraturan yang menjadi perdebatan mengenai keberadaan VoIP selama ini dikupas tuntas di dalam buku ini. Selama ini, rakyat dibuat bingung dengan adanya layanan ini. Tidak sedikit yang bertanya-tanya apakah layanan VoIP legal di Indonesia. Apalagi setelah ada kasus penangkapan salah seorang lulusan ITB yang membisniskan VoIP. Kasus ini sempat menjadi pemberitaan hangat di media massa. Seolah-olah orang yang berbisnis di bidang VoIP merupakan penjahat yang harus ditangkap karena menjalankan bisnis yang ilegal. Di dalam buku ini, Onno memaparkan secara detil layanan VoIP seperti apa yang dianggap legal dan tidak perlu meminta izin pemerintah ketika seseorang ingin mengembangkan layanan ini.

Software yang digunakan di dalam buku ini bersifat open source dan free. Salah satu software yang digunakan adalah Asterisk. Asterisk merupakan salah satu software IP PBX jenis SIP Proxy terbaik di internet. Fitur yang ada di Asterisk sangat banyak sehingga memungkinkan pembaca mendirikan jaringan “Telkom” sendiri. Hal ini sangat membantu banyak operator telekomunikasi di perkantoran untuk memilih Asterisk sebagai IP PBX.

Sebelum melakukan instalasi perangkat untuk membangun suatu jaringan, diperlukan perencanaan untuk menentukan layanan VoIP seperti apa yang akan dibuat. Perencanaan yang harus dilakukan meliputi kebutuhan perangkat keras, banyaknya jumlah panggilan yang mampu dilayani oleh server, harga perangkat keras, dan kebutuhan bandwidth VoIP. Karena dibangun untuk kepentingan rakyat, seharusnya pembuatan jaringan ini menelan biaya yang murah. Objek di sini jelas, yaitu rakyat. Tidak ada gunanya membangun sebuah layanan mahal, sedangkan rakyat membutuhkan solusi untuk berkomunikasi dengan murah.

Buku ini juga menjelaskan beberapa pilihan di dalam suatu layanan VoIP. Jenis layanan VoIP ada 2 macam, yaitu menggunakan perangkat lunak (softphone) atau menggunakan perangkat keras (IP phone). Kedua jenis layanan memiliki spesifikasi yang berbeda untuk diterapkan di dalam jaringan. Untuk layanan softphone, biasanya lebih banyak menggunakan komputer sebagai media komunikasi. Sedangkan layanan IP phone, menggunakan jenis telepon analog untuk berkomunikasi. Secara fungsi kedua layanan ini sama, yang membedakan hanya teknik-teknik mengoperasikannya.

Salah satu kelebihan buku ini adalah gambar-gambar yang digunakan sebagai panduan, semuanya berwarna. Tentu saja, hal ini sangat membantu memperjelas tutorial yang diberikan dan memberikan kesan menarik kepada pembaca. Gambar-gambar disajikan secara berurutan sesuai dengan langkah-langkah tutorial yang diberikan. Dengan demikian, jika ada masalah di dalam penerapan isi buku, pembaca dapat dengan mudah menyelesaikan masalah karena hal itu tidak sesuai dengan gambar di buku.

Buku ini sebagian besar berisi tentang teknik-teknik dan tutorial membangun jaringan VoIP di sistem operasi Linux. Akan tetapi, untuk pengguna sistem operasi Windows tidak perlu khawatir karena di dalamnya juga tersedia bagaimana cara membangun jaringan VoIP di sistem operasi itu. Orang yang melakukan porting Asterisk 1.0.10 dari Linux ke Windows adalah Patrick Deruel (patapata@asteriskwin32.com). Dengan demikian, hal ini memungkinkan pengguna Windows untuk menjalankan Asterisk. Software porting itu bernama Asteriskwin32. Yang perlu dicatat dan dipahami bahwa Asteriskwin32 berbasis kepada Asterisk 1.0.10. Jadi, terdapat banyak hal yang berbeda jauh dengan Asterisk versi terbaru.

Bagian terakhir buku yang sangat menarik adalah konsep Electronic Numbering (ENUM). ENUM merupakan salah satu bagian dari Next Generation Network (NGN). ENUM adalah sebuah mekanisme pemetaan nomor telepon Telkom yang kita kenal agar dapat dikenali di dunia VoIP menggunakan nomor telepon VoIP. Prinsip kerja ENUM mirip dengan konsep Domain Name System (DNS) karena ENUM menggantungkan dirinya kepada DNS. Yang perlu dimengerti bahwa server ENUM berbeda dengan server SIP yang digunakan, walaupun dapat disatukan. Untuk masa depan, ENUM dapat memetakan nomor telepon Telkom ke alamat IP.

Buku ini sangat cocok untuk siapa saja yang ingin mempelajari apa itu layanan VoIP. Untuk para praktisi teknologi informasi, buku ini dapat dijadikan pedoman untuk membangun suatu jaringan VoIP yang murah. Bahasanya jelas dan mudah dimengerti. Ditambah lagi dengan gambar-gambar yang menarik. Tidak lupa pula bahwa di dalam buku terdapat CD yang berisi kumpulan software yang digunakan. Buku ini juga perlu dimiliki oleh mahasiswa tingkat akhir yang mengambil topik tugas akhir tentang VoIP.

Salam,

-IT-

Disclaimer: Ini merupakan salah satu tugas kuliah saya tentang bagaimana teknik meresensi buku. Masih banyak kekurangan di dalamnya dan perlu belajar banyak agar hasil resensinya lebih baik. πŸ˜€

VoIP Tanpa Birokrasi dan Akreditasi Maret 5, 2008

Posted by irvan132 in Teknologi.
Tags: ,
3 comments

“Teknologi Informasi pada saat ini sebetulnya telah sedemikian mudah untuk dioperasikan dan mempunyai kemampuan yang sangat canggih. Gilanya, semua dapat diperoleh dengan harga yang sangat terjangkau”, ujar Onno W. Purbo di beberapa mailing list tentang teknologi VoIP. Onno berpendapat bahwa VoIP merupakan teknologi murah dan terjangkau di dalam telekomunikasi. Dengan teknologi VoIP, setiap orang mampu berkomunikasi secara hemat. Onno W. Purbo merupakan tokoh penting di dalam perjalanan VoIP di Indonesia. Beliau aktif ikut mengembangkan layanan VoIP Rakyat bersama rekan-rekannya. Selain itu, beliau sudah berpengalaman menjadi pembicara di seminar dan workshop tentang VoIP. Tidak hanya lingkup nasional saja, tetapi juga lingkup internasional. Workshop terakhir yang diisi oleh Onno W. Purbo adalah di negara Timor Leste beberapa waktu yang lalu. Di sana, beliau memberikan ilmunya untuk membuat telepon internet agar dapat dikembangkan di sana. Selain itu, tulisan-tulisan beliau tentang VoIP sudah tersebar luas di internet.

VoIP atau telepon internet adalah teknologi yang menggunakan Internet Protocol (IP) atau jaringan packet switched sebagai kendaraan transmisi data. Suatu sistem VoIP mendijitalisasi suara menggunakan sebuah audio codec, membagi suara terdijitalisasi ke dalam paket, dan mengirim paket melalui jaringan IP ke suatu tujuan. Seluruh paket dirutekan tanpa jaminan bahwa paket tersebut akan melewati jalur yang sama. Tidak seperti panggilan Public Switched Telephone Network (PSTN), tidak ada sirkit bawaan yang selalu dibuat untuk panggilan VoIP.

Terdapat 4 mode utama komunikasi VoIP. Keempat mode itu adalah Phone to Phone, Phone to PC, PC to Phone, dan PC to PC. Transmisi suara dibawa oleh baik PSTN dan jaringan IP di tiga mode pertama. Penyedia layanan VoIP yang menghubungkan PSTN dan jaringan VoIP dibutuhkan di tiga mode pertama ketika panggilan berasal dari jaringan PSTN dan tiba di jaringan VoIP atau sebaliknya. Suara berjalan secara khusus melintasi jaringan IP di mode keempat.

VoIP yang digunakan untuk pribadi dan nonkomersial adalah legal dan tidak memerlukan izin dari pemerintah. Hukum yang mendasari jasa telepon internet adalah Pasal 60 dari Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 21 Tahun 2001 Tentang Penyelengaraan Jasa Telekomunikasi yang berbunyi “Penyelengaraan jasa telepon internet untuk keperluan publik sebagaimana dimaksud di dalam Pasal 46 ayat (1) huruf d merupakan penyelenggaraan telepon internet yang bersifat komersial, dihubungkan ke jaringan telekomunikasi”. Selain itu, Pasal 46 dari KM 21 Tahun 2001 juga ikut menjelaskan berbagai layanan multimedia. Di kedua pasal tersebut, sebetulnya yang diatur oleh pemerintah dan memerlukan izin penyelenggaraan dari Menteri adalah:

  • Penyelenggaraan layanan telepon internet (VoIP) untuk keperluan publik.
  • Bersifat komersial.
  • Tersambung ke jaringan telekomunikasi (jaringan Telkom).

Contoh penyelenggara layanan telepon internet jenis ini adalah perusahaan-perusahaan telekomunikasi seperti Telkom, Indosat, XL, Gaharu, Atlasat, dll yang semuanya memiliki izin menyelenggarakan telepon internet untuk memberikan jasa kepada masyarakat. Biasanya, mereka memperoleh nomor akses/nomor telepon khusus dari pemerintah. Artinya, kita tidak perlu meminta izin kepada Menteri, jika kita mengoperasikan jaringan telepon internet yang memiliki kriteria sebagai berikut:

  • Untuk keperluan pribadi.
  • Tidak bersifat komersial.
  • Gratis (tidak berbayar).
  • Tidak disambungkan ke jaringan Telkom.
  • Hanya disambungkan ke jaringan Private Automatic Branch eXchange (PABX) atau ekstensi di kantor.

Peralatan yang dibutuhkan untuk membuat layanan VoIP sudah beragam. Jika anda pengguna profesional, dapat menggunakan peralatan VoIP dedicated, IP Phone, IP PBX, maupun WiFi Phone dari berbagai vendor seperti LevelOne, LinkSys, Cisco, Dlink, Grandstream, 3COM, dll. Untuk anda yang masih pemula dan memiliki akses internet, anda hanya membutuhkan seperangkat komputer dengan mikropon/speaker atau PDA yang memiliki fitur WiFi. Lalu, software telepon internet (softphone) yang sering digunakan adalah SJPhone atau Xlite. Setelah itu, anda membutuhkan nomor telepon VoIP salah satu sentral telepon VoIP agar bisa bergabung ke jaringan VoIP tersebut. Jika peratalan siap dan nomor telepon VoIP didapat, layanan VoIP sudah dapat anda nikmati untuk bertelekomunikasi.

Jumlah transfer trafik suara melalui jaringan paket, terutama VoIP, sudah meningkat secara drastis. Data dari Federal Communication Committee (FCC) mencatat bahwa sudah ada 3-7 juta jalur VoIP area rumahan di Amerika Serikat pada akhir tahun 2005. Angka ini akan terus meningkat sampai mencapai 27 juta, dihitung dari 20% dari 180 juta pelanggan telepon di Amerika. Sebagai tambahan, Skype, salah satu perusahaan telepon internet yang terkenal, mencatat bahwa 10 miliar menit dari jumlah panggilan saat tahun pertama lahirnya layanan VoIP. Peningkatan layanan VoIP ini disebabkan oleh beberapa hal. Antara lain adalah kemudahan konektivitas dan rendahnya biaya. Jika pengguna memiliki koneksi broadband, baik DSL maupun kabel, mereka langsung dapat menggunakan layanan VoIP. Untuk panggilan telepon dari PC ke PC, pengguna bahkan tidak memerlukan biaya apapun. Sedangkan untuk panggilan telepon dari PC ke pesawat telepon, pengguna dikenakan biaya yang kurang dari biaya telepon biasa (PSTN). Kedua hal tersebut merupakan salah satu keunggulan VoIP.

Karena layanan VoIP semakin meningkat, diperlukan kualitas layanan (QoS) yang memadai. Banyak kasus sering terjadi. Ketika sebuah layanan sudah banyak digunakan, para operator tidak memperhatikan lagi kualitas layanan yang mereka berikan. Oleh sebab itu, layanan tersebut tidak bertahan lama akibat ditinggalkan oleh penggunanya. Peningkatan kualitas layanan VoIP harus dilakukan agar hal tersebut tidak terjadi. Apalagi, saat ini VoIP sudah banyak digunakan di berbagai negara. Untuk meningkatkan kualitas layanan VoIP, diperlukan pengetahuan tentang teknik-teknik dan perangkat penunjang yang tersedia. Jika kualitas layanan sebanding dengan performa VoIP, maka VoIP akan menjadi andalan masyarakat di bidang telekomunikasi suara. Jika hal itu terjadi, kita tidak perlu lagi memerlukan jasa Telkom untuk berkomunikasi. Cukup bermodalkan koneksi internet dan komputer untuk berkomunikasi secara mudah dan hemat.

Sudah saatnya kita menuju ke masyarakat yang berbasis Next Generation Network (NGN). πŸ˜€

Salam,

-IT-

Kemampuan “Googling” Februari 28, 2008

Posted by irvan132 in Teknologi.
Tags: , ,
28 comments

Google sudah menjadi kebutuhan “wajib” jika kita sedang berselancar di dunia maya. Saya yakin bahwa search engine satu ini merupakan salah satu tujuan utama jika kita sedang ingin mencari sesuatu di internet. Bahkan, jika tanpa Google, sepertinya ada sesuatu yang hilang ketika kita sedang berinternet. πŸ˜›

Yang akan saya sampaikan di sini adalah pentingnya kemampuan googling itu sendiri. Kemampuan googling bisa memberikan suatu hasil yang berbeda ketika 2 orang sedang melakukan pencarian terhadap suatu topik yang sama di dalam waktu melakukan browsing yang sama pula. Orang dengan kemampuan googling tinggi dapat secara presisi (akurat) atau setidaknya mendekati objek yang dimaksud jika dibandingkan dengan orang dengan kemampuan googling biasa-biasa saja.

Memang, kemampuan googling belum bisa diukur secara kuantitatif. Belum ada pendekatan pengukuran yang cocok. Akan tetapi, secara kualitatif, kemampuan googling akan terlihat jelas. Sebagai contoh, orang yang berpengalaman dalam googling bisa dengan cepat menemukan sesuatu yang sudah lama dicari oleh orang yang kemampuang googling-nya biasa saja. Itu contoh kecil saja. Sebenarnya masih banyak yang lain contoh yang membuktikan bahwa kemampuan googling itu penting.

Hal yang sering membuat saya sedikit “kesal” ketika seseorang menanyakan pertanyaan yang sangat umum sekali sebelum dia mencari di Google. Jika satu atau dua kali bertanya, masih enak dijawab. Akan tetapi, jika sudah puluhan kali ditanyakan tanpa googling terlebih dahulu, tentu saja itu membuat jengkel. Pertanyaan yang seharusnya “mampu” dijawab oleh Google, ditanyakan kembali secara berulang-ulang. Repot juga. Karena tidak mau mengambil pusing, saya katakan saja kepada penanya apakah jawabannya sudah dicari di Google. 😦

Maksud saya dari tulisan ini adalah bahwa kemampuan googling itu penting. Kita tidak perlu berdebat lagi bahwa “semua” itu ada di internet. Yang perlu kita lakukan adalah mencarinya sampai dapat. Nah, kemampuan mencari ini berkaitan sekali dengan kemampuan googling itu sendiri. Dengan kata lain, kemampuan googling sangat menentukan. Tidak hanya koneksi internet yang kencang, tetapi juga kemampuan googling anda harus maksimal agar pencarian anda berhasil. πŸ˜€

Salam,

-IT-