jump to navigation

Ketika Rok Dipertanyakan Maret 3, 2008

Posted by irvan132 in Uncategorized.
Tags: ,
23 comments

Mungkin judulnya mirip sekali dengan salah satu filem Indonesia berjudul “Virgin”. Secara bahasa, memang iya. Akan tetapi, ini lebih merupakan penggambaran pendapat saya sehingga menimbulkan sebuah pertanyaan.

Rok! Iya, itu merupakan salah satu jenis busana yang sering dipakai para wanita. “Sering”? Apakah benar seperti itu? Ternyata, tidak. Sekarang ini, rok sudah menjadi barang “mewah”. Mewah di dalam artian jarang sekali digunakan. Para wanita zaman sekarang, lebih memilih memakai celana panjang daripada memakai rok.

Mengapa hal itu terjadi? Jika ditanya kepada mereka, saya yakin banyak di antara mereka yang menjawab karena memakai rok akan sangat merepotkan. Tidak bisa leluasa bergerak ke sana kemari, berbeda jika memakai celana panjang. Di samping itu, alasan seperti kesetaraan gender mungkin tercetus di antara jawaban yang ada. 😀

Saya memang tidak ada masalah dengan wanita yang suka memakai celana panjang. Tentu saja, itu mutlak masalah selera dan selera tiap orang berbeda-beda. Akan tetapi, saya ingin memberi tahu bahwa memakai rok itu tidak dilarang. Tidak bakal ketinggalan zaman. Justru, yang berkembang cepat di dunia fashion itu lebih banyak yang berjenis rok. Lagi pula, kalau menurut saya, wanita yang memakai rok akan lebih terlihat anggun dan sex appeal-nya ikut memancar keluar. Setidaknya, wanita yang memakai rok memiliki daya tarik tersendiri karena berbeda dari wanita zaman sekarang kebanyakan. 😛

Nah, semua itu pendapat saya. Yang menjadi pertanyaan saya untuk wanita adalah apakah rok masih penting sekarang? Kalau pertanyaan untuk pria adalah lebih suka melihat wanita yang memakai rok atau celana panjang? 😀

Salam,

-IT-

Gaun Air Desember 8, 2007

Posted by irvan132 in Uncategorized.
Tags: ,
11 comments

Setelah mencari-cari di search engine dengan keyword “water dress”, ternyata berita dengan gaun air ini sudah ada sejak Bulan September 2007 kemarin. Walaupun sudah basbang™, tidak ada salahnya ditulis. Menurut saya, konsep gaun air ini sangat menarik. Di samping itu, modelnya juga cantik. 😛

Berikut ini salah satu gambarnya:

water-dress.jpg

Gambar-gambar selengkapnya dapat anda lihat di situs INI. Ada yang tahu cara membuat gaun air ini?

Sumber foto : INI

Salam,

-IT-

Engineering Kuno dan Moderen November 26, 2007

Posted by irvan132 in Uncategorized.
11 comments

Sekarang, perkembangan dunia sastra cukup pesat. Salah satu bagian dari sastra adalah menulis. Menulis dalam hal apa saja, baik itu puisi, cerita, jurnal, laporan, makalah, dll. Dengan menulis, kita dapat berkomunikasi dengan orang lain.

Kali ini, saya akan membahas tentang menulis laporan maupun makalah (khusus engineering). Sebagai mahasiswa, saya sangat akrab dengan keduanya. Apalagi jika mahasiswa jurusan science, laporan praktikum tentu sudah menjadi “makanan” sehari-hari. Di dalam menulis, diperlukan teknik-teknik yang baik agar maksud dari tulisan dimengerti oleh pembaca. Saya tidak akan membahas panjang lebar bagaimana teknik menulis yang baik, anda dapat mencari referensinya di internet saja.

Yang ingin saya sampaikan adalah menulis tidak hanya sekadar mementingkan isi saja, tetapi teknik tulisan juga harus baik. Saya kurang setuju pendapat teman saya yang mengatakan bahwa isi tulisan adalah segala. Isi memang penting, tetapi tanpa teknik penulisan yang baik, isi tidak akan bermakna. Saya analogikan tulisan sebagai sebuah kado. Kado (isi tulisan) yang menarik dapat dilihat dari bagaimana cara mengemas (teknik menulis) kado tersebut. Sebagian orang akan lebih memilih kemasan kado yang menarik (ada pita misalnya) daripada kemasan kado yang biasa-biasa saja. Di sini, saya tekankan bahwa bukan berarti kemasan yang baik akan mencerminkan kualitas isi yang baik pula. Bukan itu. Inti analogi tersebut adalah keseimbangan antara isi tulisan dan teknik penulisan.

Kembali ke pernyataan teman saya itu. Saya kurang setuju tentang isi adalah segalanya. Kalau begitu, untuk apa ada standar penulisan jurnal seperti format IEEE, khusus untuk jurusan Teknik Elektro. Bukankah standar berfungsi untuk menyamakan format dan teknik penulisan? Tanpa standar, orang akan menulis seenaknya saja. Satu lagi, untuk apa dibuat Ejaan Yang Disempurnakan (EYD)?

Kalau menulis hanya mementingkan isi saja, itu zaman dulu. Orang hanya mementingkan isi karena memang orang yang berteknik dalam menulis masih sedikit. Jadi, mereka lebih mengutamakan isi, walaupun dalam kenyataannya isinya hanya mereka saja yang mengerti. Di zaman moderen sekarang, kita harus memberikan porsi yang seimbang antara isi dan teknik penulisan. Dengan teknik menulis yang baik, isi tulisan akan lebih dimengerti orang lain.

Sudah saatnya kita meninggalkan zaman engineering kuno.

Salam,

-IT-

Perbedaan dalam Menentukan Angkatan November 20, 2007

Posted by irvan132 in Uncategorized.
23 comments

Setiap badan institusi, baik itu sekolah, universitas, akademi, militer, bahkan pemerintah, memiliki suatu istilah yang dinamakan angkatan. Saya sendiri tidak terlalu jelas tentang definisi angkatan. Menurut saya, angkatan adalah suatu periode dimana setiap orang masuk ke dalam sebuah komunitas. Satuan angkatan adalah tahun. 😛 Dengan demikian, tiap-tiap angkatan terdiri dari banyak orang.

summer-school.jpg

Karena perbedaan tentang definisi angkatan itu belum jelas, ada perbedaan antara definisi angkatan di sekolah dan di perguruan tinggi/universitas/institusi. Kali ini saya akan membahas tentang perbedaan menentukan tahun angkatan di wilayah pendidikan. Perbedaan ini membuat saya sedikit bingung. Berikut ini cerita mengapa saya bingung dengan definisi angkatan:

Ketika masa-masa sekolah dulu (masih abege 😛 ), tahun dimana saya telah lulus dianggap sebagai tahun angkatan. Karena saya lulus SMA di tahun 2004, maka saya adalah angkatan 2004. Oleh karena itu, saya harus menghadiri acara reuni SMA saya angkatan 2004 Bulan Desember nanti. Berbeda dengan SMA, perguruan tinggi memiliki versi lain dalam menentukan tahun angkatan. Tahun angkatan ditentukan pada tahun saat saya pertama kali masuk ke perguruan tinggi tersebut. Karena saya masuk tahun 2004, maka saya adalah angkatan 2004.

Saya tidak mengerti mengapa perbedaan menentukan angkatan terjadi di wilayah pendidikan. Sebenarnya ini bukan masalah besar. Hanya menarik perhatian saya saja. Saya akan senang sekali jika ada “versi” lain dalam menentukan angkatan di institusi anda berada. Silakan anda tulis. Siapa tahu unik. 😀

Angkatan berapa anda?

Sumber foto : INI

Salam,

-IT-

Nilai Seorang Engineer September 28, 2007

Posted by irvan132 in Uncategorized.
5 comments

Tadi siang, sekitar jam 14.00 WIB, saya mengikuti pertemuan rutin yang membahas masalah Tugas Akhir (TA) di Lab Digital Signal Processing (DSP). Lab DSP dipimpin oleh Pak Armien Z.R. Langi. Lab ini terletak di Gedung Labtek VIII lantai 4 ITB. Pertemuan ini diadakan rutin setiap satu minggu sekali. Tujuan pertemuan ini adalah untuk mengetahui perkembangan (progress report) TA mahasiswa yang mengambil topik dari Lab DSP. Saat pertemuan tadi, ada salah satu mahasiswa yang melakukan presentasi tentang TA di depan para pembimbing.

Presentasi ini bertujuan agar mahasiswa lebih siap dalam menghadapi Sidang Tugas Akhir (STA). Presentasi juga dapat membantu mahasiswa berlatih menyampaikan sesuatu agar tidak gugup saat melakukan STA nantinya. Selain itu, pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan juga dijadikan sebagai feedback agar TA menjadi lebih sempurna.

engineer.jpg

Yang menarik adalah ketika Pak Armien mengatakan bahwa seharusnya sebelum membuat TA, mahasiswa harus membuat sebuah paper terlebih dahulu. Paper ini bertujuan untuk memudahkan pembuatan TA itu sendiri. Dengan paper yang banyak, maka mahasiswa hanya perlu mengatur tata bahasa untuk membuatnya sebagai TA. Artinya, proses TA berlangsung saat pembuatan paper ini. Oleh sebab itu, pembuatan TA menjadi lebih mudah karena prosesnya sudah berlangsung saat pembuatan paper.

Pak Armien juga mengatakan bahwa ada 3 kriteria dalam menilai seorang engineer. Tiga kriteria tersebut adalah :

1. Pengetahuan

2. Tulisan

3. Presentasi

Dari 3 kriteria di atas, seseorang engineer dapat dinilai sebagai engineer yang berkualitas atau tidak. Nantinya, ketiga kriteria di atas dapat mewujudkan suatu nilai (value) yang bermanfaat bagi orang lain. Jadi, jangan sampai seorang engineer berakhir pada sebuah kertas yang tebal tanpa ada implementasi dengan value yang bermanfaat. Apakah anda memiliki nilai baik pada kriteria di atas?

Sumber foto : INI

Salam,

-IT-

 

Tips Menulis secara Efektif September 21, 2007

Posted by irvan132 in Uncategorized.
15 comments

Karena dunia ini semakin berkembang ke arah dijital, menulis menjadi sesuatu yang sangat penting. Hal ini dikhususkan untuk anda yang bukan penulis. Jika anda bekerja di kantor, komunikasi utama anda adalah teks menggunakan email atau IM.

live-to-write.jpg

Apakah anda suka atau tidak, kemampuan anda untuk bertukar pikiran, menyatukan ide, menyampaikan visi, tergantung pada kemampuan anda menulis secara efektif. Berikut ini 10 tips yang dapat membantu anda menambah gaya dan isi dalam menulis, yaitu :

1. Buang bagian yang membosankan.

I try to leave out the parts that people skip. ~Elmore Leonard

2. Hilangkan kata-kata yang tidak penting.

Substitute “damn” every time you’re inclined to write “very;” your editor will delete it and the writing will be just as it should be. ~Mark Twain

3. Tulis dengan sungguh-sungguh.

Fill your paper with the breathings of your heart. ~William Wordsworth

4. Katakan dengan gambar.

Don’t tell me the moon is shining; show me the glint of light on broken glass. ~Anton Chekhov

5. Usahakan sederhana.

Vigorous writing is concise. ~William Strunk Jr.

6. Lakukan dengan penuh cinta. 😀

Write without pay until somebody offers to pay. ~Mark Twain

7. Belajar untuk berkembang dalam kritik.

You have to know how to accept rejection and reject acceptance. ~Ray Bradbury

8. Menulis setiap saat.

Quantity produces quality. If you only write a few things, you’re doomed. ~Ray Bradbury

The way you define yourself as a writer is that you write every time you have a free minute. If you didn’t behave that way you would never do anything. ~John Irving

9. Tulis tentang apa yang anda tahu atau sesuatu yang anda ingin tahu.

If any man wish to write in a clear style, let him be first clear in his thoughts; and if any would write in a noble style, let him first possess a noble soul. ~Johann Wolfgang von Goethe

Learn as much by writing as by reading. ~Lord Acton

10. Tetap unik dan tidak bisa diprediksi.

I owe my success to having listened respectfully to the very best advice, and then going away and doing the exact opposite. ~G.K. Chesterton

Consistency is the last refuge of the unimaginative. ~Oscar Wilde

Zest. Gusto. How rarely one hears these words used. How rarely do we see people living, or for that matter, creating by them. Yet if I were asked to name the most important items in a writer’s make-up, the things that shape his material and rush him along the road to where he wants to go, I could only warn him to look to his zest, see to his gusto. ~Ray Bradbury

Itulah tips-tips yang dapat anda coba untuk bisa menulis secara efektif. Lakukan eksperimen dengan gaya anda masing-masing. Tanpa maju ke depan, anda akan tertinggal di belakang. 😛

Diterjemahkan secara bebas dari SINI.

Sumber foto : INI

Salam,

-IT-

Kebaikan Zaman Orde Baru Agustus 15, 2007

Posted by irvan132 in Uncategorized.
33 comments

Kali ini saya ingin berbicara tentang negara lagi. Daripada tidak ada kerjaan (pengangguran) di rumah, lebih baik menulis saja. Topik tulisan ini adalah kebaikan zaman Orde Baru. Mungkin sebagian dari anda berpikir bahwa zaman itu tidak ada lagi kebaikan. Orde Baru identik dengan KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme). KKN menutupi semua keberhasilan yang dicapai selama Orde Baru. Memang benar, kenyataan terlihat demikian.

Akan tetapi, tidak semua program pemerintah Orde Baru buruk. Saya mengambil 2 contoh saja, yaitu Keluarga Berencana (KB) dan Pramuka. Secara konsep, kita akan sadar bahwa banyak hal milik Orde Baru sangat baik untuk diteruskan. Saat ini mungkin kita terkejut dengan perumbuhan penduduk yang sangat cepat. Sementara itu, laju pembangunan sangat lambat. Menurut saya, ini akibat kita melupakan program KB yang notabene adalah program Orde Baru.

Tidak hanya itu, kegiatan Pramuka juga telah kita tinggalkan. Pakaian Pramuka yang dipakai oleh anak-anak sekolah setiap Hari Sabtu, hanya sebuah simbol untuk menaati peraturan sekolah. Ironis memang. Yang saya tahu bahwa Pramuka adalah kegiatan yang memiliki nilai sportivitas dan pendidikan mental yang baik. Sekarang, Pramuka sudah tidak terdengar lagi karena adanya demonstrasi terus-menerus. Mungkin saja, hancurnya generasi muda saat ini karena narkoba, seks bebas, dan kelakuan yang melanggar aturan, disebabkan karena generasi muda sekarang tidak pernah mengikuti Pramuka. Jangan salah, sewaktu saya SD, saya merupakan anggota Siaga di Pramuka. Walaupun belum menjadi anggota Penggalang, pelajaran selama mengikuti Pramuka saya masih ingat betul. Pramuka membuat saya menjadi manusia yang mengerti pentingnya arti sportivitas, kerja sama, gotong royong, dan kebersamaan.

pramuka.gif

Pada tanggal 14 Agustus kemarin, Pramuka berulang tahun. Tahun ini Pramuka genap berusia 46 tahun. Dengan usia yang semakin dewasa ini, kita juga semakin lupa dengan kegiatan yang sangat berguna bagi anak cucu kita. Saya percaya bahwa Pramuka bisa menjadi benteng yang cukup kuat untuk membendung pengaruh negatif globalisasi. Pemuda dan pengaruh negatif sudah “duduk” berdampingan dalam satu ruangan. Jika ada 2 kutub bertemu, yang ketiga adalah setan. Oleh sebab itu, kita harus menyediakan kegiatan yang tepat, seperti Pramuka, untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan.

Salam Pramuka. Dirgahayu ke-46 Pramuka.

Sumber foto : INI

Salam,

-IT-

 

 

Orang Kaya Mengejar Pendidikan Agustus 8, 2007

Posted by irvan132 in Uncategorized.
7 comments

Semalam, saya dan teman-teman ARC jalan-jalan ke Kafe Warung Indung. Kami ke sana sekitar jam 23.00 WIB sehabis makan aneka steak di Suis Butcher. Saya mengetahui kafe ini setelah membaca tulisan Mas Yulian tentang Warung Indung. Ya sudah, kami memutuskan untuk mencobanya. Ternyata memang benar. Suasana kafe ini sangat artistik. Ruangan dipenuhi dengan berbagai lukisan. Sofa yang disediakan tergolong sangat nyaman. Enak sekali untuk bersantai.

Di sana, banyak sekali yang kami bicarakan. Salah satu topik pembicaraan yang menarik adalah orang kaya mengejar pendidikan. Teman saya, Saiful, mengatakan bahwa orang kaya sudah “sadar” pentingnya pendidikan sekarang ini. Dia bercerita jika zaman sudah berubah. Orang kaya tidak lagi bersikap acuh tak acuh (cuek) dengan pendidikan. Dahulu, orang kaya tidak concern. Mereka malas belajar karena menurut mereka kekayaan sudah ada. Tidak peduli kekayaan itu milik orang tua. Yang penting, tidak perlu lagi pendidikan karena sudah mapan. Hal ini menyebabkan mereka malas untuk belajar. Hasilnya, orang kaya tidak terlalu berambisi untuk masuk ke perguruan tinggi yang berkualitas. Mereka berpikir bahwa yang terpenting bisa kuliah. Tidak peduli tempat kuliah di mana. Zaman ini orang biasa adalah orang pintar.

buku.jpg

Nah, sekarang keadaan sudah berbeda 180 derajat. Akhir-akhir ini, orang kaya sudah peduli dengan pendidikan mereka. Sekarang orang-orang pintar adalah orang kaya. Mereka menganggap pendidikan sebagai tolak ukur seseorang. Di satu sisi, ini sangat baik. Orang akan makin sadar dengan pendidikan. Di sisi lain, di sana muncul persaingan untuk merebut pendidikan. Orang kaya akan berbuat apa saja untuk mencapai pendidikan yang tinggi. Hal ini karena mereka ditunjang dengan fasilitas lengkap. Akan tetapi, ini akan menghalangi orang biasa yang juga ingin menikmati pendidikan. Di sana akan terjadi perbedaan (gap) yang cukup besar.

Maksud saya adalah pendidikan lama-lama hanya untuk orang kaya saja. Dengan makin gencarnya orang kaya mengejar pendidikan, orang pintar yang tidak punya modal bisa tersisihkan. Ini berbahaya. Ini seperti zaman penjajahan dahulu dimana hanya orang-orang kaya atau pejabat tinggi yang bisa bersekolah (pendidikan). Jangan sampai ini terjadi. Semua orang harus menerima pendidikan. Pendidikan itu hak setiap orang.

Sumber foto : INI

Salam,

-IT-

Mengapa Indonesia Kalah dengan Amerika Juli 27, 2007

Posted by irvan132 in Uncategorized.
22 comments

Sebenarnya, tulisan ini hanya pemikiran saya saja. Pemikiran yang terkesan terlalu natural. Kita sering berpikir bagaimana cara untuk mengalahkan Amerika dalam segi apapun. Bahkan pemimpin kita pun pasti memiliki keinginan seperti itu. Setidaknya, sebelum mendahului, bangsa kita bisa sejajar dengan Amerika. Saya berpikir panjang tentang hal ini. Sebagai bangsa Indonesia, saya harus optimis mencapai itu. Akan tetapi, saat saya berpikir ulang, sepertinya hal itu mustahil. Tidak mungkin terjadi. Mimpi ! 😦

Ada satu hal yang menyebabkan saya berpendapat seperti itu. Mungkin pendapat saya terlalu mengada-ada. Terlalu ekstrim. Tidak apa-apa, saya harus sampaikan. Namanya juga negara demokrasi, jadi setiap orang berhak menyampaikan pendapat ke muka umum (ha ha ha).

presiden.jpg

Begini, Amerika sudah merdeka sejak tahun 1789. Semenjak merdeka sampai sekarang, sudah terjadi pergantian presiden sebanyak 43 kali. Sedangkan Indonesia, semenjak merdeka dari tahun 1945, hanya 6 kali mengalami pergantian presiden. Kita lihat lebih jauh, dari sini saja Indonesia sudah kalah. Bukan total jumlah presiden yang sudah memimpin, tetapi hasil kerja yang dibuat oleh presiden tersebut. Daftar Presiden Amerika dan Daftar Presiden Indonesia.

Logikanya begini, anggap saja hole (sebut saja begitu) antara Amerika dan Indonesia sama, sebanyak 50 buah. Asumsi, hole ini ada saat kedua negara merdeka. Jadi, sama-sama memiliki permasalahan negara sama ketika baru merdeka. Kita juga berasumsi bahwa setiap presiden mampu menangani satu hole (permasalahan) ketika memimpin. Nah, kalau dihitung-hitung, dari zaman kemerdekaan sampai sekarang, Amerika sudah menyelesaikan 43 permasalahan bangsanya. Sedangkan, Indonesia baru bisa menyelesaikan 6 masalah negara. Kita lihat apa saja yang berhasil diselesaikan. Misalnya, Presiden Soekarno berhasil mengembangkan Politik Luar Negeri Bebas Aktif di kalangan internasional. Okelah, dari sisi politik luar negeri, Indonesia sudah baik. Sekarang, kita beralih ke Presiden Harry S. Truman. Dia mampu mengembangkan teknologi senjata nuklir saat Perang Dunia ke-2. Kota Nagasaki dibuat hancur karena ini. Dari sini juga Amerika berhasil mengembangkan teknologi nuklir mereka.

Jika kita hitung lagi, ternyata Amerika sudah unggul dari Indonesia. Dari sisi teknologi, sosial, politik, ekonomi, dll. Saat ditinjau ulang, secara kasar, kondisi Indonesia dapat saya katakan berada saat presiden ke-9 atau ke-10 Amerika memimpin. Istilahnya, masih negara seumur jagung walaupun kita sudah merdeka lebih dari 60 tahun lamanya. Masalah bangsa Indonesia masih terlalu banyak untuk diselesaikan. Kembali ke atas, jika ada 50 hole, masih ada 44 hole lagi yang harus kita perbaiki. Saya juga tidak tahu sampai kapan lamanya. Jika 1 hole dapat diperbaiki dalam jangka waktu 5 tahun, kita butuh waktu 220 tahun untuk sama dengan kondisi Amerika saat ini. Sangat lama, tapi semua daya dan upaya harus kita lakukan.

nasionalism.jpg

Baiklah, mungkin anda berpikir bahwa Amerika sudah sulit kita kejar. Jadi, tak perlu diungkit-ungkit lagi. Dari sini, kemudian muncul pertanyaan baru. Mengapa Singapura yang baru 6 kali ganti presiden bisa lebih maju dari Indonesia ? Padahal mereka baru membentuk negara tahun 1959, 14 tahun setelah Indonesia merdeka. Okelah, ini karena Singapura merupakan negara persemakmuran. Jadi, mereka tidak berdiri sendiri dalam menjalankan negara. Akan tetapi, apakah hanya itu yang membuat Singapura lebih maju dari Indonesia ? Tentu saja tidak. Pasti ada alasan lain yang membuat Singapura maju seperti sekarang.

Kembali kepada Indonesia. Ada apa dengan Indonesia ? Mengapa bangsa kita menjadi bangsa yang “lambat” untuk berkembang ? Saya bertanya. Hanya pertanyaan bodoh, tetapi sulit untuk menjawab dan membuat Indonesia berkembang. Coba kita renungkan bersama !

Sumber foto : INI dan INI.

Salam,

-IT-

Peta Internet Subway New York Juli 21, 2007

Posted by irvan132 in Uncategorized.
11 comments

Keren. Tadi, saya tidak sengaja menemukan peta ini dari situs Digg.com. Kapan internet di Indonesia bisa dipetakan seperti ini ? Gambar ini saya ambil dari SINI.

peta-internet.gif

Gambar di atas hanya untuk daerah New York saja. Anda dapat membayangkan bahwa servis-servis internet di Amerika sangat besar. Bandwidth tidak menjadi masalah di sana. Hal ini sangat bertolak belakang dengan yang terjadi di Indonesia. Masalah ini sangatlah krusial. 😦 Pesan saya adalah mari kita menggunakan bandwidth dengan bijak ! 😀

Salam,

-IT-