The Big Bang Theory Mei 12, 2008
Posted by irvan132 in Film dan Serial TV.Tags: amerika, geek, serial
10 comments
Akhirnya, saya kembali menonton salah satu serial TV favorit saya yaitu The Big Bang Theory. Serial ini menceritakan kisah kehidupan 4 orang pemuda yang benar-benar “geek” dan ditambah 1 orang wanita yang bukan “geek” tentunya. Tentu saja, ada perbedaan “kelas” di sana, antara orang “geek” dengan orang bukan “geek”. Genre serial ini adalah komedi.
Yang seru menurut saya adalah ketika pembicaraan antar tokoh sangat up to date. Alias tidak basi (a.k.a basbang) sama sekali. Benar-benar menggunakan istilah yang familiar untuk orang “geek”. Unsur science dan teknologi sangat kental di serial ini. Sangat “mengena” untuk anda yang berlatar belakang science dan teknologi.
Akan tetapi, banyak juga kata-kata yang saya tidak mengerti. Saya baru mendengarnya ketika menonton serial ini. Tidak apa-apa, selain memperbanyak vocabulary, kata-kata sukar tadi bisa dijadikan bahan pengetahuan baru.
Sekarang, serial ini sudah mencapai season 1 episode 15. Hanya, saya baru menonton sampai episode 14 saja. Maklum, serial ini sempat terhenti ketika sudah mencapai episode 8. Sekarang, silakan nonton sendiri filemnya. Dijamin anda akan makin cerdas. Lalu, tidak tampak bodoh di depan teman anda yang “geek”.
Itu dulu, saya mau menonton lagi.
Tautan menarik: IMDB dan Wikipedia.
Salam,
-IT-
Siap Hadapi Kenaikan BBM Mei 7, 2008
Posted by irvan132 in Kehidupan.Tags: BBM, harga, standar
15 comments
Isu tentang kenaikan harga BBM mulai diedarkan kembali. Sejak kapan tepatnya, saya tidak tahu. Yang jelas, pemerintah sudah mengambil ancang-ancang untuk menaikkan harga BBM ini. Tidak bisa dipungkiri bahwa adanya isu ini sebagian besar orang meradang. Semua orang berteriak. Bahkan, ada juga yang sampai menjerit mendengar isu ini.
Sebenarnya, hal ini tidak akan terjadi bila kita sudah siap. Siap segalanya. Siap dalam arti yang sebenarnya. Kenaikan BBM sebenarnya sudah menjadi isu lama. Hal ini karena BBM sudah menjadi kebutuhan pokok. Di samping itu, keberadaan BBM belum dapat tergantikan oleh energi apapun. Kalau sudah seperti ini, secara logika, keberadaan BBM menjadi penting. Menurut akal sehat, segala sesuatu yang penting itu mahal. Artinya, diperlukan pengorbanan untuk mendapatkannya.
Sudah 2 kali pemerintah menaikkan harga BBM. Pertama, pada bulan Maret 2005 sebesar 30%. Kedua, pada bulan Oktober 2005 sebesar 125% (kalau tidak salah). Toh, kita semua sudah masih bisa “survive” di dalam keadaan seperti itu. Semestinya, jika pemerintah benar-benar menaikkan harga BBM, kita juga akan “survive” sama seperti dahulu.
Di samping itu, tidak ada pihak yang diuntungkan dengan adanya kenaikkan BBM. Keuntungan apa yang bisa diambil dengan kenaikan BBM? Dengan adanya kenaikan BBM, otomatis semua harga akan naik juga. Semacam efek domino. Kemungkinan besar juga, gaji-gaji pegawai juga akan naik (kalau naik).
Jadi, kenaikan BBM tidak akan menguntungkan siapa-siapa.
Kita juga harus sadar bahwa kita sudah bukan di zaman “kegelapan” lagi. Tidak ada alasan untuk manja-manja lagi. Buka mata anda. Sadar bahwa kita sedang melakukan standardisasi kehidupan. Namanya standar, berarti semua harus mengikuti standar. Standar tidak akan membuat kita sulit, justru itu akan membuat kita memiliki acuan. Sehingga, semuanya akan menjadi jelas dan tidak ada lagi spekulasi-spekulasi yang menyesatkan.
BBM adalah salah satu parameter untuk menentukan standar itu. Intinya cuma satu, siap-siap. Hasil yang optimal akan muncul dari persiapan yang matang. So, siap-siap menghadapi kenaikan harga BBM.
Salam,
-IT-
Menikmati Bumbu Desa Mei 4, 2008
Posted by irvan132 in Tempat.Tags: bandung, kuliner, restoran
15 comments
Akhir-akhir ini, saya sering mengunjungi restoran bernuansa Sunda. Bukan suatu kebetulan, melainkan sudah bosan dengan tempat-tempat yang itu-itu saja. Lagipula, sekarang ini restoran-restoran yang berkonsep “back to nature” sedang booming. Tampaknya, orang lebih suka terhadap restoran jenis ini dibandingkan restoran franchise. Kalau dulu, kuno jika makan di restoran khas Indonesia. Sekarang, keadaan berbalik, semua orang berbondong-bondong mencari restoran khas Indonesia.
Jumat kemarin, saya berkesempatan mencoba salah satu khas Sunda, yaitu Restoran Bumbu Desa. Restoran ini terletak di Jalan Laswi, Bandung. Jika anda melewati jalan itu, restoran ini sangat mudah ditemukan karena tempatnya cukup khas.
Dari menu makanan yang ditawarkan, sebenarnya hampir sama dengan restoran Sunda lainnya seperti Warung Nasi Bancakan. Hanya saja, lebih beragam. Di sana, yang paling saya suka adalah perkedel jagung. Maklum, sudah lama tidak makan perkedel jagung. Susah mendapatkan perkedel jagung di kota Bandung tercinta ini.
Untuk tata restoran, semuanya kelihatan mewah. Ada gambar-gambar khas yang mencerminkan aroma pedesaan. Menurut saya, ini lebih sekadar untuk menunjukkan brand Bumbu Desa™ tadi.
Restoran ini sangat cocok bagi anda yang ingin mengajak keluarga makan malam di luar. Selain tempatnya luas, suasana yang ditawarkan memang benar-benar untuk keluarga. Saat saya makan di sana, banyak sekali keluarga besar yang makan.
Untuk masalah harga, dapat saya katakan bahwa restoran ini tergolong mahal. Saat saya dan teman-teman makan di sana (6 orang), kami membayar sekitar 200 ribu rupiah dengan lauk pauk yang standar. Berikut ini screenshot makan malam di restoran Bumbu Desa:
Salam,
-IT-
Tuduhan Tidak Berdasar April 30, 2008
Posted by irvan132 in Keluh Kesah.Tags: kasus, tuduhan
7 comments
Tidak hanya di dunia maya saja ada kasus tuduh menuduh yang mendiskreditkan seseorang, tetapi di dunia nyata pun ini juga terjadi. Kalau di dunia maya, kasus yang cukup kontroversial adalah ketika terjadi tuduh menuduh yang menyerang para blogger. Sedangkan di dunia nyata, kasus yang sedang hangat adalah tuduhan salah satu Presiden terhadap wartawan senior dalam kasus percobaan pembunuhan.
Coba anda bayangkan apakah pantas Presiden bersikap “tembak langsung” tanpa berpikir lebih dalam ketika menuduh seseorang? Apalagi yang dituduhkan adalah kasus yang sangat keras yaitu percobaan pembunuhan. Di sisi lain, Presiden ini merupakan orang yang meraih hadiah Nobel Perdamaian. Sepertinya tampak absurd sekali.
Tuduh menuduh memang enak dilakukan ketika kita sedang berada di dalam keadaan terpojok, di dalam hal ini sebagai korban. Terlebih, yang menyangkut nyawa manusia. Akan tetapi, tuduhan yang ditujukan tidak boleh sembarangan. Menuduh boleh, tetapi disertai dengan bukti dan fakta yang relevan. Jangan asal tuduh saja.
Kalau asal tuduh saja, itu seperti seseorang yang tidak pernah mengecap bangku sekolah. Ditambah lagi, menuduh seseorang di depan media massa internasional. Ini sama saja dengan membunuh karakter seseorang secara pribadi. Tidak jarang pula, negara si tertuduh juga dicap “miring” terkait dengan semua tuduhan terhadapnya.
Maka itu, kalau mau menuduh seseorang harus belajar dulu. Belajar menemukan bukti dan fakta, tidak sekadar asumsi-asumsi belaka. Kalau hanya berdasarkan asumsi, itu dukun namanya.
Katanya Presiden, peraih Nobel, sekaligus orang yang menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia (HAM). Kalau masalah tuduh menuduh saja tidak dapat diselesaikan, lebih baik mundur saja jadi Presiden.
Salam,
-IT-
Ada Kopdar, Ada Makanan April 27, 2008
Posted by irvan132 in Keluh Kesah.Tags: bandung, batagor, bebersih
21 comments
Kalau berbicara tentang Kopdar, Gathering, Coffee Land, apapun namanya, suasana ramai sudah menjadi hal yang biasa. Ramai karena semua orang datang, berkumpul, dan bercengkrama satu sama lain. Keramaian juga terjadi ketika acara Kopdar komunitas blogger Bandung, Batagor, yang berlangsung hari minggu. Tidak hanya para blogger yang hadir di sana, tetapi juga komunitas Pivijis Flexter (Flexi mania) dan komunitas Linux (Linux mania). Bertempat di Taman Lanjut Usia (Lansia) Bandung dengan acara utama adalah membersihkan lingkungan dari sampah. Setelah bebersih sampah, ada juga games-games lucu dan seru agar suasana selalu fun.
Akan tetapi, bukan kebebasan™ namanya jika hanya membahas hal-hal yang bersifat biasa dan terkesan klise seperti di atas. Hal yang akan saya bahas adalah makanan. Saya ambil tema ini karena pertemuan yang indah tidak hanya berkesan dengan kehadiran, tetapi juga makanan apa yang disajikan di dalam pertemuan itu. Mungkin anda kurang menyadari pentingnya arti makanan. Oleh karena itu, mulai sekarang, cobalah untuk lebih bijak dalam melihat makanan di dalam pertemuan.
Bagaimana pun, makanan atau lebih sering dikenal sebagai konsumsi, menentukan sikap untuk datang ke dalam setiap pertemuan. Bukan berpikir bahwa tidak datang jika tidak ada makanan. Bukan itu. Ini lebih ke arah keputusan yang diambil untuk datang atau tidak. Dengan adanya makanan, keputusan akan terpengaruh. Akan tetapi, jangan terlalu naïf bahwa ini sikap mengemis makanan. Tidak sama sekali. Silakan buang jauh-jauh pemikiran seperti itu.
Berikut ini daftar makanan dan minuman yang hadir ketika Kopdar Batagor Jilid 3:
Poster Bebersih Batagor.
Starbucks Crew.
Kopi Starbucks.
Rumah makan.
Nasi Padang.
Jadi, kesimpulannya adalah bahwa makanan penting di setiap pertemuan. Dia mampu mempengaruhi keputusan anda. Untuk para blogger yang suka Kopdar, saya menyarankan kepada panitia penyelenggara kopdar anda masing-masing agar menyiapkan makanan secukupnya. Tidak perlu mewah, yang penting berkelas.
Sudah saatnya membuat semboyan “Ada kopdar, ada makanan”. Hare gene ga pake makan!
Saya juga mengucapkan terima kasih kepada penyedia makanan dan minuman di acara Kopdar yaitu Flexter (yang membeli nasi padang) dan Starbucks (kopi).
Salam,
-IT-
Rapat di Nasi Bancakan April 25, 2008
Posted by irvan132 in Tempat.Tags: Makanan, rapat, sunda
13 comments
Sudah lama mendengarnya namanya di televisi, baru malam ini saya bisa menikmati masakan di rumah makan Nasi Bancakan. Tagline rumah makan ini adalah mang Barna dan bi Oom. Saya kurang tahu apa maksudnya, tetapi saya menebak bahwa itu adalah pemilik rumah makan ini. CMIIW.
Nasi Bancakan terletak di Jalan Trunojoyo No. 62, Bandung, tepat di sebelah rumah makan “Sunda” Sembara. Persis di sebelahnya. Rumah makan ini sama seperti rumah makan beraroma “Sunda” lainnya. Tidak ada menu yang khusus. Menu yang saya suka di sini adalah daging gepuk dan hati. Lumayan enak, rasa asinnya pas.
Yang unik di sini, selain tempat duduk biasa, di sini tersedia sawung bagi anda yang suka makan secara lesehan. Jadi, bisa makan khas “ndeso”, makan dengan mengangkat kaki sebelah.
Tidak formal sama sekali. Sangat enjoy!
Kali ini, saya makan diajak oleh Mas Affan. Tidak hanya saya, tetapi sebagian anak-anak ARC yang lain. Untuk masalah harga, saya tidak tahu. Makan-makan ini dibayar oleh Mas Affan. Yang jelas, murah seperti yang diberitakan di televisi. Akan tetapi, saya tidak tahu seberapa murahnya. Berikut ini screenshot makan di Nasi Bancakan:
Lokasi Nasi Bancakan.
Menu makanan.
Daging “Gepuk”.
Tempat duduk.
Makan.
Secara keseluruhan, saya memberi nilai 7 untuk rumah makan ini. Artinya, standar untuk anda yang sudah pernah makan di restoran “Sunda” lainnya. Tidak lupa saya mengucapkan terima kasih kepada Mas Affan karena sudah menjadi sponsor utama makan-makan ini.
Salam,
-IT-
Syukuran Khas Teknik Komputer April 22, 2008
Posted by irvan132 in Hedon.Tags: ITB, komputer, syukuran
16 comments
Teman memang selalu menghadirkan kenangan. Jika ada kesulitan, merekalah tempat paling dekat untuk meminta pertolongan. Apalagi, jika sedang ada kegembiraan, mereka juga yang memberikan senyum paling special untuk merayakannya. Di samping itu, teman merupakan orang yang paling mengerti apa saja yang terjadi di dalam diri kita.
Di tengah kesibukan kampus, rasanya tidak berkesan jika belum menghabiskan waktu bersama teman-teman seperjuangan. Kalau istilah himpunan™, masih belum kompak. Akan tetapi, tadi malam, semuanya kompak. Sebagian besar teman-teman seperjuangan di kampus datang dan menghabiskan waktu bersama. Ini dalam rangka syukuran teman-teman yang berulang tahun, termasuk saya. Suasana ramai. Sangat menghibur. Ini merupakan acara kumpul-kumpul pertama anak-anak Teknik Komputer ITB 2004. Yang jelas, suasana benar-benar kekeluargaan. Berikut ini snapshot yang terjadi semalam:
Di Acara Kartini Kampus.
Lokasi Syukuran.
Menunggu Makanan.
Berpose Ceria.
Donatur.
Didit, Musisi.
Suap-suapan.
Membabi buta.
Generasi Emas.
Narsis.
Pulang.
Terima kasih teman-teman yang sudah datang di acara kemarin. We already know that we are solid. Just believe it!
Komputer Geetoo Locch!
Salam,
-IT-
April 2008 April 20, 2008
Posted by irvan132 in Personal.Tags: hibernasi, ultah
12 comments
Hit Dengan Konten Positif April 18, 2008
Posted by irvan132 in Keluh Kesah.Tags: blog, hit, konten
7 comments
Blog itu bebas, tergantung dari penulisnya. Menulis apa saja, sesuai selera. Menulis apa yang kita sukai. Tidak peduli kepada apa yang akan dikatakan pembaca nanti setelah membaca blog kita. Di situlah salah satu seni blogging.
Akan tetapi, bagaimana jika blog diisi dengan konten negatif? Berpikirlah 2 kali, bahkan sampai 1000 kali! Mengapa? Kalau menurut saya, itu tidak penting. Alangkah banyaknya sesuatu yang berguna yang dapat kita tulis. Hal yang bermanfaat bagi orang lain. Sebisa mungkin ciptakan konten positif.
Konten positif menurut saya adalah konten yang memenuhi kriteria di bawah ini:
- Narasumber yang jelas.
- Tidak menimbulkan interpretasi ganda (ambigu).
- Tidak asal mengutip.
- Merupakan pengetahuan.
- Dapat dipertanggungjawabkan.
- (silakan tambah sendiri…)
Oleh sebab itu, isilah blog anda dengan konten positif. Trafik yang meningkat hanya sebuah efek samping dari blog dengan konten positif. Itu hanya sebuah indikator saja. Selebihnya, semua tergantung kepada isi blog itu sendiri.
*Menuju 100.000 hit dengan konten positif.
Salam,
-IT-
Kaum “Techie” di Marannu April 14, 2008
Posted by irvan132 in Kehidupan.Tags: iga, techie
18 comments
Yang namanya kaum “techie“, kapan pun dan dimana pun, pasti selalu dekat dengan gadget mereka masing-masing. Mari kita lihat satu-persatu.
Kapan pun. Walau malam Minggu, bukan wanita yang dioprek, tetapi masih gadget masing-masing.
Dimana pun. Saat makan, masih juga mengutak-utik gadget.
Berikut ini screenshot yang didapat saat kaum techie makan iga bakar di malam Minggu. Enjoy!
Iga Bakar Marannu.
Coder.
Bos ARC ITB.
Iga Bakar.
Paket Iga.
Lelah juga mengikuti gaya hidup kaum “techie” ini.
Salam,
-IT-









































